Senin, 28 Januari 2013

Sudah Training 3 Bulan Tapi Belum Diangkat Jadi Karyawan Tetap

Sudah Training 3 Bulan Tapi Belum Diangkat Jadi Karyawan Tetap

Pertanyaan

Saya mulai bekerja awal tahun 2010, dengan masa training 3 bulan, namun sampai sekarang sudah 2 tahun saya belum diangkat menjadi karyawan tetap. Apakah ada sanksi bagi perusahaan tersebut?

Ulasan Lengkap

Terhadap pertanyaan tentang telah berlalunya masa training (masa percobaan), maka dapat saya jawab sebagai berikut :

 

Masa training bisa dikatakan sebagai masa percobaan yang Anda jalani dalam perusahaan. Ketentuan tentang masa percobaan adalah sebagaimana diatur dalam Pasal 60 UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (“UU Ketenagakerjaan”) yang menyatakan :

 

(1) Perjanjian kerja untuk waktu tidak tertentu dapat mensyaratkan masa percobaan paling lama 3 (tiga) bulan.”

 

Berdasarkan ketentuan tersebut di atas maka, perusahaan tempat Anda bekerja mempekerjakan Anda sebagai pekerja dengan perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT/pegawai tetap). Sehingga dengan berakhirnya masa percobaan selama 3 (tiga) bulan dan adanya fakta bahwa Anda terus menerus bekerja selama 2 (dua) tahun, maka demi hukum Anda telah dianggap diterima menjadi pegawai tetap dalam perusahaan tersebut.

 

Pada sisi lain, merupakan kelalaian perusahaan tidak memberitahu Anda tentang status kerja Anda tersebut. Namun, dengan adanya kenyataan bahwa Anda secara terus menerus bekerja di perusahaan tersebut selama 2 (dua) tahun, maka haruslah dianggap bahwa Anda adalah pegawai tetap di perusahaan, hal ini didasarkan pada Pasal 1 angka 15 UU Ketenagakerjaan yang menyatakan,

 

Hubungan kerja adalah hubungan antara pengusaha dengan pekerja/buruh berdasarkan perjanjian kerja, yang mempunyai unsur: pekerjaan, upah dan perintah

 

Dalam hal selama 2 (dua) tahun berturut-turut Anda menerima perintah kerja dari perusahaan, menjalankan pekerjaan yang jelas di perusahaan, dan menerima upah dari perusahaan, dengan demikian telah terbentuk suatu hubungan kerja. Perihal tidak adanya Perjanjian Kerja secara tertulis yang dibuat maka perusahaan tidak dapat dikenai sanksi karena hal ini dimungkinkan berdasarkan Pasal 51 ayat (1) UU Ketenagakerjaan yang menyatakan,

 

Perjanjian kerja dibuat secara tertulis atau lisan”

 

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa karena adanya unsur: pekerjaan, upah dan perintah, maka demi hukum sekalipun perusahaan tidak memberikan perjanjian kerja atau pemberitahuan dalam bentuk apapun, maka Anda adalah pegawai tetap pada perusahaan tempat Anda bekerja.

 

Sebagai penutup saya menyarankan kepada Anda untuk menyimpan :

 

-      Tanda pengenal/ID Card Anda pada perusahaan yang menunjukkan Anda bekerja di perusahaan tersebut (unsur perintah dan pekerjaan);

 

-      Slip gaji/bukti transfer bank yang menunjukkan bahwa Anda menerima upah secara terus menerus selama 2 (dua) tahun dari perusahaan tersebut (unsur upah).

 

Hal ini perlu dilakukan untuk menjadi bukti bahwa Anda memiliki hubungan kerja dengan perusahaan manakala terjadi perselisihan hubungan industrial;

 

Demikianlah jawaban atas permasalahan hukum ini saya sampaikan. Terima kasih.

 
Dasar hukum:

Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan

 

 

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua