Senin, 04 November 2013

Apakah Berhak Mendapat Upah Lembur Pada Hari Cuti Bersama?

Apakah Berhak Mendapat Upah Lembur Pada Hari Cuti Bersama?

Pertanyaan

Selamat Siang Pak, Langsung saja ya pak, saya mau menanyakan mengenai cuti bersama. Apakah cuti bersama termasuk/dikategorikan sebagai libur resmi, sehingga apabila tenaga kerja bekerja pada hari yang ditentukan sebagai hari cuti bersama berhak mendapat upah lembur sesuai ketentuan? Terima kasih sebelumnya.

Ulasan Lengkap

 Cuti bersama (yang sering disebut cuti massal) hakekatnya hanya merupakan anjuran untuk mengambil hak cuti (dalam hal ini hak cuti tahunan) dan dilaksanakan bersama-sama secara massal (khususnya bagi yang memungkinkan) sehubungan dengan adanya hari raya keagamaandan/atau hari-hari ‘kejepit’ di antara hari libur resmi  dengan hari istirahat mingguan (yang lazimnya: Sabtu dan/atau Minggu).

 

Pengambilan cuti bersama dimaksud, sudah ditentukan waktunya dan saat pelaksanaannya dengan merujuk pada keputusan bersama 3 (tiga) menteri yang membidangi dan terkait dengan cuti bersama dimaksud, yakni Menteri Agama, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Refromasi Birokrasi.

 

Ketentuan cuti bersama pada tahun 2013 (saat ini) ditetapkan dalam Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Refromasi Birokrasi RI Nomor 5 Tahun 2012 – Nomor SKB.06/Men/VII/2012 – Nomor 02 Tahun 2012 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2013 yang penetapannya pada tanggal 19 Juli 2012 (selanjutnya disebut SKB Cuti Bersama Tahun 2013).

 

Selanjutnya khusus bagi -para- pekerja atau buruh di perusahaan swasta, pelaksanaannya dijelaskan lebih lanjut dengan Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI Nomor SE-441/Men/Sj-Hk/XII/2009 tentang Pelaksanaan Cuti Bersama di Sektor Swasta Tahun 2010 (selanjurnya disebut SE-441/Men/Sj-Hk/XII/2009)

 

Dalam diktum Keempat SKB Cuti Bersama Tahun 2013 disebutkan, bahwa pelaksanaan cuti bersama mengurangi hak cuti tahunan pegawai/karyawan/pekerja sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dengan demikian, berdasarkan ketentuan tersebut, maka cuti bersama bukanlah merupakan hari libur resmi melainkan pengambilan hak cuti tahunan yang bersifat fakultatif/pilihan dan dilakukan secara massal -jika dimungkinkan- (vide butir 2 SE-441/Men/Sj-Hk/XII/2009).

 

Walaupun hak cuti dimaksud tidak dilaksanakan, dalam arti jika perusahaan menghendaki pegawai/karyawan/pekerja harus masuk dan bekerja sebagaimana lazimnya. Dalam arti, yang bersangkutan tidak mengambil hak cuti. Namun demikian, jika -para- pegawai/karyawan/pekerja masuk dan bekerja(sebagaimana mestinya), maka tidak dianggap sebagai bekerja lembur, akan tetapi bekerja seperti lazimnya hari kerja biasa.

 

Sehubungan dengan itu, dapat saya tegaskan, bahwa bilamana  pegawai/karyawan/pekerja diperintahkan masuk dan bekerja pada hari cuti bersama bukanlah dan tidak merupakan pelaksanaan pekerjaan seperti layaknya pada hari istirahat mingguan atau pada hari libur resmi. Dengan kata lain pelaksanaan pekerjan pada hari cuti bersama, bukanlah bekerja lembur. Walaupun -tentunya- dikecualikan pada kasus-kasus tertentu, seperti –bagi- pekerja/buruh yang hari istirahat mingguannya -kebetulan-jatuh bersamaan dengan hari cuti bersama dimaksud, maka tentu yang bersangkutan dikategorikan bekerja lembur dan berhak atas upah kerja lembur.

 

Untuk melengkapi referensi dan wawasan Saudara, saya sarankan untuk membaca Cuti Massal Karyawan (Cuti Bersama).

 

Demikian penjelasan saya, semoga dapat dimaklumi.

 
 

Dasar Hukum:

Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI Nomor SE-441/Men/Sj-Hk/XII/2009 tentang Pelaksanaan Cuti Bersama di Sektor Swasta Tahun 2010

 

 

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
PENJAWAB : Umar Kasim
MITRA : INDOLaw
E-mail: [email protected] | Twitter: @markas_twet
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua