Senin, 28 April 2014

Dapatkah Dipidana Karena Menggunakan Seni Lukis Orang Lain sebagai Merek?

Dapatkah Dipidana Karena Menggunakan Seni Lukis Orang Lain sebagai Merek?

Pertanyaan

Apakah seni lukis dengan ukiran huruf dan warna yang indah serta sudah terdaftar di Direktorat Hak Cipta melanggar hukum merek hanya karena dipakai disematkan pada kemasan atau suatu produk sehingga terlihat seolah-olah seperti merek?

Ulasan Lengkap

 

Hak cipta dan merek diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berbeda. Hak cipta diatur dalam Undang-Undang No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta (“UU Hak Cipta”), sedangkan merek diatur dalam Undang-Undang No. 15 Tahun 2001 tentang Merek (“UU Merek”).

 

Hak Cipta adalah hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku (Pasal 1 angka 1 UU Hak Cipta). Yang dilindungi menurut UU Hak Cipta adalah ciptaan dalam bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra, yang mencakup: (lihat Pasal 12 ayat (1) UU Hak Cipta)

a.    buku, Program Komputer, pamflet, perwajahan (lay out) karya tulis yang diterbitkan, dan semua hasil karya tulis lain;

b.    ceramah, kuliah, pidato, dan Ciptaan lain yang sejenis dengan itu;

c.    alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan;

d.    lagu atau musik dengan atau tanpa teks;

e.    drama atau drama musikal, tari, koreografi, pewayangan, dan pantomim;

f.     seni rupa dalam segala bentuk seperti seni lukis, gambar, seni ukir, seni kaligrafi, seni pahat, seni patung, kolase, dan seni terapan;

g.    arsitektur;
h.    peta;

i.      seni batik;

j.     fotografi;
k.    sinematografi;

l.      terjemahan, tafsir, saduran, bunga rampai, database, dan karya lain dari hasil pengalihwujudkan.

 

Perlu diketahui bahwa hak cipta timbul secara otomatis setelah suatu ciptaan dilahirkan tanpa mengurangi pembatasan menurut menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku (Pasal 2 ayat (1) UU Hak Cipta).

 

Ini berbeda dengan merek. Merek adalah tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa (Pasal 1 angka 1 UU Merek).

 

Hak atas Merek adalah hak eksklusif yang diberikan oleh Negara kepada pemilik Merek yang terdaftar dalam Daftar Umum Merek untuk jangka waktu tertentu dengan menggunakan sendiri Merek tersebut atau memberikan izin kepada pihak lain untuk menggunakannya (Pasal 3 UU Merek). Ini berarti untuk dapat tunduk pada ketentuan dalam UU Merek, gambar atau lukisan tersebut harus terdaftar terlebih dahulu sebagai merek. Jika tidak terdaftar dalam Daftar Umum Merek, maka tidak ada perlindungan atasnya.

 

Anda hanya menyebutkan bahwa seni lukis tersebut telah terdaftarkan sehubungan dengan hak cipta, maka kami berasumsi bahwa tidak ada pendaftaran merek. Karena hanya didaftarkan untuk memperoleh hak cipta, maka perlindungan yang diberikan hanyalah terkait dengan hak cipta.

 

Jika orang yang menyematkan seni lukis pada kemasan atau suatu produk tersebut sebelumnya tidak mendapatkan izin dari si pencipta untuk melakukan hal itu, maka ia dapat dipidana atas dasar pelanggaran Pasal 2 ayat (1) UU Hak Cipta. Atas pelanggaran Pasal 2 ayat (1) UU Hak Cipta, orang tersebut dapat dipidana dengan pidana penjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah) (Pasal 72 ayat (1) UU Hak Cipta).

 
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.
 
Dasar Hukum:

1.    Undang-Undang No. 15 Tahun 2001 tentang Merek;

2.    Undang-Undang No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta.

    

 

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
MITRA : Bung Pokrol
Saat ini sudah tidak bekerja di Hukumonline. Namun dulu pernah bergabung di Divisi Klinik.
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua