Kamis, 21 Agustus 2014

Apakah Pemasangan Lampu LED di Kolong Mobil Melanggar Hukum?

Apakah Pemasangan Lampu LED di Kolong Mobil Melanggar Hukum?

Pertanyaan

Apa penggunaan lampu LED yang dipasang di kolong mobil melanggar hukum? Soalnya di daerah saya, banyak kendaraan roda empat yang memasang lampu di kolong mobil mereka. Terima kasih.

Ulasan Lengkap

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

 

Berdasarkan penelusuran kami, lampu LED (Light Emitting Diode) atau dioda cahaya merupakan salah satu aksesoris mobil yang kini banyak dipasang oleh pemilik kendaraan bermotor dalam memodifikasi kendaraannya. Sebagaimana yang dijelaskan dalam laman mobil.otomotifnet.com, penggunaan LED pada mobil bisa sebagai lampu penerangan bagasi, kolong (leg room), laci, bawah pintu, kompartemen mesin, spion samping serta dapat digunakan sebagai penghias sekaligus lampu plafon. Selain itu, ada jenis LED yang juga bisa dipakai untuk lampu rem tambahan, running daylight dan pemanis pelat nomor polisi.

 

Pada dasarnya, lampu LED yang dipasang di kolong mobil atau bagian mobil lainnya bukan termasuk dalam sistem lampu dan alat pemantul cahaya pada kendaraan yang merupakan persyaratan teknis kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 jo. Pasal 7 huruf i Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan (“PP Kendaraan”):

a.    lampu utama dekat berwarna putih atau kuning muda;

b.    lampu utama jauh berwarna putih atau kuning muda;

c.    lampu penunjuk arah berwarna kuning tua dengan sinar kelap-kelip;

d.    lampu rem berwarna merah;

e.    lampu posisi depan berwarna putih atau kuning muda;

f.     lampu posisi belakang berwarna merah;

g.    lampu mundur dengan warna putih atau kuning muda kecuali untuk Sepeda Motor;

h.    lampu penerangan tanda nomor Kendaraan Bermotor di bagian belakang Kendaraan berwarna putih;

i.      lampu isyarat peringatan bahaya berwarna kuning tua dengan sinar kelap-kelip;

j.     lampu tanda batas dimensi Kendaraan Bermotor berwarna putih atau kuning muda untuk Kendaraan Bermotor yang lebarnya lebih dari 2.100 (dua ribu seratus) milimeter untuk bagian depan dan berwarna merah untuk bagian belakang;

k.    alat pemantul cahaya berwarna merah yang ditempatkan pada sisi kiri dan kanan bagian belakang Kendaraan Bermotor

 

Dari sini kita ketahui bersama bahwa pemasangan lampu LED di bagian kolong kendaraan bukan termasuk persyaratan teknis kendaraan. Oleh karena itu, sebenarnya keberadaannya tidak disyaratkan atau tidak diperlukan.  

 

Untuk mengetahui apakah pemasangan lampu LED tersebut (bertujuan untuk memodifikasi kendaraan) melanggar hukum atau tidak, maka ada ketentuan yang penting diperhatikan terkait memodifikasi lampu kendaraan sebagaimana yang disebut dalam Pasal 58 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (“UU LLAJ”), yaitu setiap kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalan dilarang memasang perlengkapan yang dapat mengganggu keselamatan berlalu lintas.

 

Yang dimaksud dengan "perlengkapan yang dapat mengganggu keselamatan berlalu lintas" adalah pemasangan peralatan, perlengkapan, atau benda lain pada kendaraan yang dapat membahayakan keselamatan lalu lintas, antara lain pemasangan bumper tanduk dan lampu menyilaukan (Penjelasan Pasal 58 UU LLAJ).

 

Menurut hemat kami, apabila pemasangan lampu LED tersebut hanya untuk keperluan sebagai aksesoris mobil saja sementara persyaratan teknis sistem lampu dan alat pemantul cahaya pada kendaraan tersebut sudah layak, maka boleh saja dilakukan, dengan catatan, pemasangan lampu LED tersebut tidak mengganggu keselamatan berlalu lintas.

 

Lalu apa sanksi bagi pihak yang melanggar aturan Pasal 58 UU LLAJ?

 

Menurut Pasal 279 UU LLAJ, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang dipasangi perlengkapan yang dapat mengganggu keselamatan berlalu lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).

 

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

 

Dasar hukum:

1.    Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan;

2.    Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan.

 
Referensi:

http://mobil.otomotifnet.com/read/2011/09/29/322665/212/28/Lampu-LED-SMT-Harus-Fleksibel-Fungsi-Dan-Posisi-Mesti-Serasi, diakses pada 19 Agustus 2014 pukul 11.17 WIB 

 

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
MITRA : Si Pokrol
Tri Jata Ayu Pramesti mendapatkan gelar sarjana hukum dari Universitas Indonesia pada 2011 dengan mengambil Program Kekhususan IV (Hukum tentang Kegiatan Ekonomi). 
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua