Rabu, 15 Juli 2015

Masa Berlaku SIM untuk WNA

Masa Berlaku SIM untuk WNA

Pertanyaan

Untuk para WNA pemegang KITAS berapa lamakah masa berlaku Surat Ijin Mengemudi-nya?

Ulasan Lengkap

 
Intisari:
 
 

Dalam Perkapolri 9/2012 tidak dibedakan jangka waktu SIM untuk WNI dan WNA. SIM yang diterbitkan oleh Satpas di Indonesia pada dasarnya berlaku selama 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang. Akan tetapi, dalam laman http://satulayanan.id/, disebutkan mengenai jangka waktu berlakunya SIM sebagai berikut:

1.    Bagi WNA yang menetap di Indonesia masa berlaku SIM 5 tahun.

2.    Bagi staf Kedutaan/keluarga berlaku 5 tahun.

3.    Bagi WNA yang bekerja di Indonesia sebagai tenaga ahli berlaku 1 tahun.

4.    Bagi Turis maksimal 1 bulan dan khusus SIM (hanya berlaku di Bali).

5.    Apabila pemegang kembali ke negaranya harus melapor pada Satpas yang mengeluarkan SIM.

 

Penjelasan lebih lanjut, dapat dilihat dalam ulasan di bawah ini.

 
 
 
 
Ulasan:
 

Pada dasarnya, Warga Negara Asing (“WNA”) yang berada di Indonesia dapat mengajukan penerbitan Surat Izin Mengemudi (“SIM”) kepada Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (“Satpas”) sesuai dengan ketentuan dalam peraturan ini.[1]

 

Pembuatan SIM

Untuk membuat SIM, ada syarat yang harus dipenuhi. Persyaratan administrasi pengajuan SIM baru adalah sebagai berikut:[2]

a.    mengisi formulir pengajuan SIM;

b.    Kartu Tanda Penduduk asli setempat yang masih berlaku bagi Warga Negara Indonesia (“WNI”) atau dokumen keimigrasian bagi WNA;

c.    sertifikat lulus pendidikan dan pelatihan mengemudi; dan/atau

d.    Surat Izin Kerja dari Kementerian yang membidangi Ketenagakerjaan bagi WNA yang bekerja di Indonesia.

 
Dokumen keimigrasian yang dimaksud berupa:[3]

a.    paspor dan kartu izin tinggal tetap (KITAP) bagi yang berdomisili tetap di Indonesia;

b.    paspor, visa diplomatik, kartu anggota diplomatik, dan identitas diri lain bagi yang merupakan staf atau keluarga kedutaan;

c.    paspor dan visa dinas atau kartu izin tinggal sementara (KITAS) bagi yang bekerja sebagai tenaga ahli atau pelajar yang bersekolah di Indonesia; atau

d.    paspor dan kartu izin kunjungan atau singgah bagi yang tidak berdomisili di Indonesia.

 

Jangka Berlaku SIM

Dalam Perkapolri 9/2012 tidak dibedakan jangka waktu SIM untuk WNI dan WNA. SIM yang diterbitkan oleh Satpas di Indonesia pada dasarnya berlaku selama 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang.[4]

 

Akan tetapi, berdasarkan penelusuran kami, dalam artikel SIM - Untuk Warga Negara Asing (WNA), yang kami akses dari laman Pusat Layanan Publik untuk Indonesia http://satulayanan.id/, disebutkan mengenai jangka waktu berlakunya SIM sebagai berikut:

1.    Bagi WNA yang menetap di Indonesia masa berlaku SIM 5 tahun.

2.    Bagi staf Kedutaan/keluarga berlaku 5 tahun.

3.    Bagi WNA yang bekerja di Indonesia sebagai tenaga ahli berlaku 1 tahun.

4.    Bagi Turis maksimal 1 bulan dan khusus SIM (hanya berlaku di Bali).

5.    Apabila pemegang kembali ke negaranya harus melapor pada Satpas yang mengeluarkan SIM.

 

Selain itu perlu diketahui bahwa SIM tidak mempunyai kekuatan berlaku apabila:[5]

a.    habis masa berlakunya;

b.    dalam keadaan rusak dan tidak terbaca lagi;

c.    diperoleh dengan cara tidak sah;

d.    data yang terdapat dalam SIM diubah; dan/atau

e.    SIM dicabut berdasarkan putusan pengadilan.

 

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

 
Dasar Hukum:

Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2012 tentang Surat Izin Mengemudi.



[1] Pasal 6 Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2012 tentang Surat Izin Mengemudi (“Perkapolri 9/2012)

[2] Pasal 27 ayat (1) dan ayat (3) Perkapolri 9/2012

[3] Pasal 27 ayat (2) Perkapolri 9/2012

[4] Pasal 11 ayat (1) Perkapolri 9/2012

[5] Pasal 12 Perkapolri 9/2012 

 

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
MITRA : Bung Pokrol
Saat ini sudah tidak bekerja di Hukumonline. Namun dulu pernah bergabung di Divisi Klinik.
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua