Selasa, 02 February 2016

Hak Cipta Software: Milik Pemberi Ide atau Pembuat Software?

Hak Cipta Software: Milik Pemberi Ide atau Pembuat Software?

Pertanyaan

Apakah kepemilikan hak cipta suatu software yang dikerjakan atas permintaan orang lain sebagai pembeli tetap dimiliki oleh pembuat software atau dimiliki oleh pembeli? Jika menurut Pasal 36 UUHC, hak cipta tetap dimiliki oleh pembuat software kecuali diperjanjikan lain. Namun ide-ide/gagasan di dalam pembuatan software adalah berasal dari pembeli yang memesan software tersebut. Siapakah pemilik hak cipta berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku?

Ulasan Lengkap

Intisari:

 

 

Yang dilindungi oleh hak cipta adalah ide yang telah diwujudkan dalam bentuk nyata menjadi ciptaan.

 

Pencipta adalah seorang atau beberapa orang yang secara sendiri-sendiri atau bersama-sama menghasilkan suatu ciptaan yang bersifat khas dan pribadi. Dalam hal ini, apabila terjadi kesepakatan antara Anda sebagai pemberi ide dan pencipta software yang dicantumkan dalam perjanjian bahwa hak cipta software tersebut menjadi hak cipta bersama, maka tentunya pemberi ide secara bersama-sama dengan pencipta, juga memiliki hak cipta dari software tersebut. Jika tidak, maka sesuai dengan hukum yang ada, Pencipta adalah pihak yang membuat ciptaan (pihak yang mewujudkan ide menjadi bentuk nyata).

 

Penjelasan lebih lanjut, silakan baca ulasan di bawah ini.

 

 

 

Ulasan:

 

Terima kasih atas pertanyaannya.

 

Sebenarnya bunyi Pasal 36 Undang-Undang No. 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta (“UUHC”) tersebut di atas sudah jelas. Kalimat “kecuali diperjanjikan lain” menjadi sangat penting untuk diperhatikan dalam suatu kerja sama. Sebelum lebih jauh masuk kepada pasal yang Anda tanyakan, ada baiknya kita melihat definisi dari Hak Cipta.

 

Hak Cipta, sesuai dengan Pasal 1 angka 1 UUHC adalah hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata tanpa mengurangi pembatasan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

Perhatikan kalimat “setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata” pada kalimat di atas. Ini merupakan aturan hak cipta yang diadopsi dari ketentuan yang berlaku di seluruh dunia, yaitu Berne Convention for the Protection of Literary and Artistic Works, di mana Pasal 2 dari Konvensi tersebut menyatakan : “It shall, however, be a matter for legislation in the countries of the Union to prescribe that works in general or any specified categories of works shall not be protected unless they have been fixed in some material form.”

 

Kita tidak dapat memungkiri bahwa ide atau gagasan adalah sesuatu yang mahal dan tidak semua orang bisa memikirkan ide-ide cemerlang yang hasilnya sangat bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun khalayak ramai. Akan tetapi, ide saja tidak cukup untuk membuat sesuatu menjadi nyata dan bermanfaat jika ide tersebut tidak diwujudkan dalam bentuk nyata. Hukum hak cipta lahir untuk melindungi karya-karya yang telah diwujudkan dalam bentuk nyata.

 

Kembali kepada Pasal 36 yang Anda tanyakan, sebagaimana juga telah Anda sebutkan di atas bahwa ada kalimat “diperjanjikan lain”, maka yang menjadi kunci dari lahirnya suatu hak cipta atas suatu software yang dianggap dihasilkan bersama tentunya berdasarkan kesepakatan juga.

 

Ketika Anda memiliki suatu ide tetapi Anda tidak dapat mewujudkannya dalam bentuk nyata, padahal Anda tahu ide tersebut sangat brillian, lalu Anda mengajak teman atau partner untuk mewujudkan ide tersebut, biasanya hal tersebut diawali dengan sebuah perjanjian yang di dalamnya berisi hal-hal yang disepakati bersama. Termasuk salah satunya adalah mengenai kepemilikan hak cipta dari software yang dilahirkan.

 

Apabila Anda memesan suatu software pada perusahaan pembuat software, tentunya Anda akan diberikan perjanjian atau persyaratan-persyaratan sebelum kedua pihak setuju melanjutkan transaksi. Jadi, kuncinya adalah pada perjanjian atau kesepakatan yang dibuat antara Anda dan pencipta software tersebut.

 

Menjawab pertanyaan Anda mengenai siapakah pemilik hak cipta atau dalam hal ini kita menyebutnya Pencipta atau Pemegang Hak Cipta, Pasal 1 angka 2 UUHC telah mengatur bahwa Pencipta adalah seorang atau beberapa orang yang secara sendiri-sendiri atau bersama-sama menghasilkan suatu ciptaan yang bersifat khas dan pribadi.

 

Dalam hal ini, apabila terjadi kesepakatan antara Anda sebagai pemberi ide dan pencipta software yang dicantumkan dalam perjanjian bahwa hak cipta software tersebut menjadi hak cipta bersama, maka tentunya pemberi ide secara bersama-sama dengan pencipta, juga memiliki hak cipta dari software tersebut. Jika tidak, maka sesuai dengan hukum yang ada, Pencipta adalah pihak yang membuat ciptaan (pihak yang mewujudkan ide menjadi bentuk nyata).

 

Demikian jawaban saya semoga bermanfaat.

 

Dasar Hukum:

Undang-Undang No. 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta.

 

 

 

 

 

 

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
MITRA : IPAS Institute
Konsultan Hak Kekayaan Intelektual pada Intellectual Property Advisory Services (IPAS) Institute
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua