Alasan yang Menggugurkan Pertanggungan Asuransi Jiwa

Bacaan 10 Menit
Alasan yang Menggugurkan Pertanggungan Asuransi Jiwa
Pertanyaan

Saya ingin bertanya tentang klaim asuransi jiwa yang ditolak. Ceritanya debitur meninggal dunia karena kecelakaan. Kami sudah ajukan klaim atas meninggalnya debitur tersebut. akan tetapi terjadi penolakan oleh pihak asuransi karena dianggap debitur meninggal karena kecelakaan yang disebabkan melanggar hukum yaitu karena kecelakaan yang disebabkan yang bersangkutan menyalip dari sisi sebelah kiri jalan. Apakah hal tersebut benar? Akan tetapi di perjanjian polis tidak disebutkan hal tersebut dikecualikan. Yang dikecualikan adalah jika debitur meninggal karena bunuh diri. Bagaimanakah kami menyelesaikan masalah ini? Istri debitur sedang mengandung dan masih sangat berduka sehingga akan sulit bagi kami mengeksekusi jaminan dikarenakan klaim asuransi jiwa tidak dibayarkan oleh pihak asuransi jiwa. Terima kasih.

Ulasan Lengkap

Intisari:

 

 

Pada dasarnya Kitab Undang-Undang Hukum Dagang hanya mengatur bahwa pertanggungan gugur apabila seorang yang telah mempertanggungkan jiwanya, bunuh diri atau dihukum mati.

 

Dengan demikian apabila kedua hal tersebut tidak terpenuhi dan pengecualian atas meninggal karena kecelakaan lalu lintas juga tidak tercantum dalam ketentuan polis sebagaimana keterangan saudara, maka perusahaan asuransi tidak dapat mengelak dari kewajiban membayarkan uang pertanggungan atas meninggalnya almarhum.

 

Penjelasan lebih lanjut, silakan baca ulasan di bawah ini.

 

 

 

Ulasan:

 

Kami turut berduka dan bersimpati atas kepergian almarhum, semoga keluarga yang ditinggalkan dapat tabah dan kuat melanjutkan hidup sepeninggal almarhum.

 

Asuransi mengacu pada ketentuan sebagaimana diatur dalam Pasal 246 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (“KUHD”), yang menyatakan :

 

Asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian, dengan mana seorang penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima suatu premi, untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tak tertentu.”

 

Suatu pertanggungan atau asuransi harus dibuat dalam suatu perjanjian tertulis yang umumnya disebut polis, sebagaimana diatur dalam Pasal 255 KUHD, yang menyatakan :

 

Suatu pertanggungan harus dibuat secara tertulis dalam suatu akta yang dinamakan polis.”

 

Asuransi jiwa diatur tersendiri didalam KUHD pada bagian ketiga tentang pertanggungan jiwa, adapun penyebab gugurnya asuransi setidaknya dikarenakan, tertanggung bunuh diri, atau dipidana mati karena putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, sebagaimana diatur dalam Pasal 307 KUHD yang menyatakan:

 

Apabila seorang yang telah mempertanggungkan jiwanya, membunuh diri, atau dihukum mati, maka gugurlah pertanggungan itu.”

 

Dengan demikian apabila kedua hal tersebut tidak terpenuhi dan pengecualian atas meninggal karena kecelakaan lalu lintas juga tidak tercantum dalam ketentuan polis sebagaimana keterangan saudara, maka perusahaan asuransi tidak dapat mengelak dari kewajiban membayarkan uang pertanggungan atas meninggalnya almarhum.

 

Oleh karena itu kami menyarankan ahli waris menempuh upaya hukum dengan mengajukan gugatan kepada Perusahaan Asuransi untuk membayarkan uang pertanggungan sebesar nilai yang tercantum dalam polis apabila tertanggung meninggal dunia.

 

Demikian kiranya jawaban dari kami semoga dapat memberikan pencerahan dan segera mendapatkan keadilan atas permasalahan hukum yang sedang dihadapi.

 

Dasar Hukum: