Kamis, 11 Agustus 2016

Apakah Penumpang Kereta Api Dapat Meminta Ganti Rugi Jika Kecopetan?

Apakah Penumpang Kereta Api Dapat Meminta Ganti Rugi Jika Kecopetan?

Pertanyaan

Handphone saya dicuri ketika berpindah peron di stasiun Manggarai. Saya sadar dan sempat mengejar tersangka dan langsung melaporkan kepada security di stasiun. Namun dia hanya menyuruh saya pergi ke Polsuska dan di sana saya hanya dibuatkan surat keterangan hilang dan tidak ada itikad baik untuk mencari tersangka. Apakah yang dilakukan oleh security sudah benar? Dan bisakah saya meminta ganti rugi? Terima kasih hukum online.

Ingin Masalah Anda Segera Tuntas?

Percayakan masalah hukum Anda ke ahlinya. Hubungi konsultan hukum profesional, hanya Rp299.000,- per 30 menit.

Ulasan Lengkap

 Intisari:

 

 

Salah satu tugas dan fungsi Polsus adalah membuat laporan kejadian atas setiap kegiatan yang ditanganinya, sehingga tindakan security yang menyarankan Anda untuk melapor pada Polsus, dalam hal ini Polsuska, yang kemudian sudah dibuatkan surat keterangan hilang adalah sudah benar.

 

Lalu dapatkah Anda meminta ganti rugi atas pencurian handphone itu? Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.

 

 

 

Ulasan:

 

Terima kasih sebelumnya atas pertanyaan Anda kepada kami.

 

Sebelum kami menjelaskan lebih lanjut, perlu dipahami terlebih dahulu mengenai Polisi Khusus (Polsus). Berdasarkan Pasal 1 angka 3 Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2012 tentang Tata Cara Pelaksanaan Koordinasi, Pengawasan, dan Pembinaan Teknis Terhadap Kepolisian Khusus, Penyidik Pegawai Negeri Sipil, dan Bentuk-Bentuk Pengamanan Swakarsa (“PP No. 43 Tahun 2012”), Polsus adalah instansi dan/atau badan pemerintah yang oleh atau atas kuasa undang-undang diberi wewenang untuk melaksanakan fungsi Kepolisian di bidang teknisnya masing-masing.

 

Jadi Polisi Khusus Kereta Api (“Polsuska”) adalah instansi dan/atau badan pemerintah yang melaksanakan fungsi Kepolisian di bidang Kereta Api. Polsuska ini bertugas melaksanakan pengamanan, pencegahan, penangkalan, dan penindakan nonyustisiil di bidang perkeretaapian. Penjelasan lebih lanjut silakan Anda simak Dasar Hukum, Tugas, Fungsi, dan Peran Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska).

 

Tugas dan Fungsi Polsus

Adapun tugas dan fungsi Polsus, sebagaimana diatur dalam Pasal 4 Peraturan Kapolri Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pembinaan Polisi Khusus (“Perkap Polisi Khusus”) adalah sebagai berikut:

 

Polsus dalam melaksanakan tugas dan fungsi berperan:

a.  menerapkan sanksi-sanksi sesuai peraturan perundang-undangan;

b. sebagai mitra Polri dalam melaksanakan tugas penegakan peraturan perundang-undangan yang bersifat preemtif, preventif, dan represif non yustisiil;

c. menangkal, menangkap, menyelidiki, serta membuat laporan kejadian atas setiap kegiatan yang ditanganinya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan”.

 

Dari uraian di atas dan dikaitkan dengan kronologis yang Anda paparkan, tindakan security yang menyarankan Anda untuk melapor pada Polsuska, yang kemudian sudah dibuatkan surat keterangan hilang, maka hal yang telah dilakukan Polsuska tersebut adalah sudah benar.

 

Namun begitu, sebenarnya Polsuska juga dapat menangkap orang yang diduga mengambil handphone Anda. Sayangnya Anda tidak menjelaskan apakah Polsuska masih tidak mau mengambil tindakan menangkap untuk memeriksa orang yang Anda tuduh itu atau tidak.

 

Di samping itu,  Anda juga berhak melapor kepada pihak yang berwenang untuk menerima laporan tersebut, yakni dalam hal ini kepada Polri. Pasal 1 angka 24 Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (“KUHAP”) mengatur mengenai laporan, yang selengkapnya berbunyi:

 

Laporan adalah pemberitahuan yang disampaikan oleh seorang karena hak dan kewajiban berdasarkan undang-undang kepada pejabat yang berwenang tentang telah atau sedang atau diduga akan terjadinya peristiwa pidana”.

 

Ganti Kerugian

Berkenaan dengan pertanyaan Anda selanjutnya tentang ganti rugi, kami asumsikan bahwa yang Anda tanyakan adalah berkaitan dengan tanggung jawab penyelenggara sarana perkeretaapian atas pencurian handphone Anda.

 

Pada dasarnya, Pasal 177 PP Kereta Api mengatur soal tanggung jawab ganti rugi oleh Penyelenggara Sarana Perkeretaapian, yakni:[1]

a.    Tanggung Jawab terhadap Penumpang yang Diangkut; dan

b.    Tanggung Jawab terhadap Barang yang Diangkut.

 

Tanggung jawab terhadap penumpang berupa:[2]

a. pemberian ganti kerugian dan biaya pengobatan bagi penumpang yang luka-luka; dan

b. santunan bagi penumpang yang meninggal dunia.

 

Sementara, tanggung jawab terhadap barang berupa pemberian ganti kerugian yang timbul karena kelalaian penyelenggara sarana perkeretaapian dalam pengoperasian angkutan kereta api, seperti:[3]

a.    barang hilang sebagian atau seluruhnya;

b.    rusak sebagian atau seluruhnya;

c.    musnah;

d.    salah kirim; dan/atau

e.    jumlah dan/atau jenis kiriman barang diserahkan dalam keadaan tidak sesuai dengan surat angkutan.

 

Barang yang dimaksud adalah barang yang diangkut dengan kereta api dan dilakukan dengan menggunakan gerbong atau kereta bagasi.[4] Sehingga, handphone Anda yang dicuri tidak termasuk barang yang menjadi tanggung jawab penyelenggara sarana perkeretaapian. Dengan kata lain, PT. KAI dibebaskan dari tanggung jawab untuk mengganti kerugian handphone Anda yang hilang.

 

Meski demikian, langkah hukum untuk melaporkan pelaku yang diduga mencuri Handphone Anda ke Kepolisian patut Anda lakukan.

 

Demikian jawaban yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat. Terimakasih.

 

Dasar Hukum:

1.    Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana;

2.    Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api;

3.  Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2012 tentang Tata Cara Pelaksanaan Koordinasi, Pengawasan, dan Pembinaan Teknis Terhadap Kepolisian Khusus, Penyidik Pegawai Negeri Sipil, dan Bentuk-Bentuk Pengamanan Swakarsa;

4.    Peraturan Kapolri Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pembinaan Polisi Khusus.

 

 

 


[1] Bab VI PP Kereta Api

[2] Pasal 168 ayat (2) PP Kereta Api

[3] Pasal 174 ayat (1) dan (2) PP Kereta Api

[4] Pasal 136 ayat (1) PP Kereta Api

 

 


Perjuangan Anda Jangan Berhenti di Artikel Ini

Konsultan hukum profesional siap membantu Anda. Konsultasikan masalah Anda, hanya Rp299.000,- per 30 menit.

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua