Rabu, 21 October 2015

Tata Cara Mengurus SIM yang Mati dan Hilang

Tata Cara Mengurus SIM yang Mati dan Hilang

Pertanyaan

SIM C yang saya miliki sudah mati 3 bulan dan SIM C tersebut hilang dan saya tidak memiliki fotocopynya. Jadi untuk pengurusan SIM C yang baru apakah saya harus ikut tes teori dan praktek atau tanpa tes? Terima kasih.

Ulasan Lengkap

Intisari:

 

 

Untuk perpanjangan SIM pada dasarnya harus dilakukan sebelum lewat masa berlakunya. Tapi, jika memang perpanjangan dilakukan saat SIM telah lewat masa berlakunya (mati) seperti pertanyaan Anda, maka harus diajukan permohonan SIM baru. Permohonan ini dilakukan dengan menjalankan serangkaian pendaftaran, pendataan, pengujian, hingga penerbitan SIM sebagaimana mengajukan SIM baru.

 

Sementara, untuk SIM yang hilang/rusak, dapat diajukan penerbitan penggantian SIM yang hilang di Satpas tanpa persyaratan lulus Ujian Teori, ujian keterampilan melalui Simulator, dan Ujian Praktik. Hal ini karena pada dasarnya data pemilik SIM yang hilang sudah ada di Kepolisian dan ada petugas kelompok kerja yang bertugas mengidentifikasi dan memverifikasi kecocokan data yang ada.

 

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini. 

 

 

 

Ulasan:

 

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

 

Arti dan Fungsi SIM

Surat Izin Mengemudi (“SIM”) adalah tanda bukti legitimasi kompetensi, alat kontrol, dan data forensik kepolisian bagi seseorang yang telah lulus uji pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan untuk mengemudikan Ranmor di jalan sesuai dengan persyaratan yang ditentukan berdasarkan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.[1]

 

Secara aturan hukum, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib memiliki SIM sesuai dengan jenis kendaraan bermotor yang dikemudikan.[2]

 

Sanksi Jika Tidak Dapat Menunjukkan SIM dan Tidak Memiliki SIM

Sanksi bagi pengendara kendaraan bermotor yang tidak dapat menunjukkan SIM saat pemeriksaan diatur dalam Pasal 288 ayat (2) UU LLAJ, sebagai berikut:

 

“Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang tidak dapat menunjukkan Surat Izin Mengemudi yang sah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (5) huruf b dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan dan/atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).”

 

Apabila ternyata diketahui pengendara kendaraan bermotor tidak mempunyai SIM, maka sanksinya lebih berat sebagaimana diatur dalam Pasal 281 UU LLAJ:

 

“Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 4 (empat) bulan atau denda paling banyak Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah).”

 

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam artikel Pengemudi Tidak Dapat Tunjukkan SIM, Motor Bisa Disita Polisi?.

 

Hal-hal yang Membuat SIM Tidak Berlaku Lagi

SIM tidak mempunyai kekuatan berlaku apabila:[3]

a.    habis masa berlakunya;

b.    dalam keadaan rusak dan tidak terbaca lagi;

c.    diperoleh dengan cara tidak sah;

d.    data yang terdapat dalam SIM diubah; dan/atau

e.    SIM dicabut berdasarkan putusan pengadilan.

 

SIM yang habis masa berlakunya itu dikenal dengan istilah “SIM mati”. Jika ingin pengajuan penggantian SIM yang mati maupun SIM yang hilang/rusak, ada sejumlah persyaratan administrasi yang wajib dipenuhi pemohon.[4]

 

Syarat Administrasi Pengajuan SIM yang Habis Masa Berlakunya

Jika SIM Anda telah habis masa berlakunya, maka seharusnya Anda memperpanjang SIM tersebut sebelum masa berlakunya berakhir.[5]

 

Untuk perpanjangan SIM, berikut adalah beberapa persyaratannya:[6]

a.    mengisi formulir pengajuan perpanjangan SIM;

b.    Kartu Tanda Penduduk asli setempat yang masih berlaku bagi Warga Negara Indonesia atau dokumen keimigrasian bagi Warga Negara Asing;

c.    SIM lama;

d.    surat keterangan lulus uji keterampilan Simulator; dan

e.    surat keterangan kesehatan mata.

 

Dalam konteks pertanyaan Anda, jika perpanjangan dilakukan setelah lewat waktu (SIM mati), maka harus diajukan SIM baru[7] sesuai dengan golongan yang dimiliki dengan memenuhi persyaratan:[8]

a.    mengisi formulir pengajuan SIM; dan

b.    Kartu Tanda Penduduk asli setempat yang masih berlaku bagi Warga Negara Indonesia;

c.    sertifikat lulus pendidikan dan pelatihan mengemudi.

 

Jadi, menjawab pertanyaan Anda, dari syarat di atas dapat diketahui bahwa SIM Anda yang telah lewat 3 (tiga) bulan dari masa berlakunya (telah mati) untuk perpanjangannya harus diajukan SIM baru yang mana Anda harus melengkapi syarat-syarat pengajuan SIM baru sebagaimana kami sebut di atas dan Anda harus menjalani serangkaian pengujian lagi untuk diterbitkan SIM baru.[9] Hal ini ditegaskan dalam Pasal 28 ayat (3) Perkapolri 19/2012:

 

Perpanjangan yang dilakukan setelah lewat waktu, sebagaimana dimaksud pada ayat (2), harus diajukan SIM baru sesuai dengan golongan yang dimiliki dengan memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27.

 

Untuk penerbitan SIM baru ini, pemohon harus melewati serangkaian prosedur:[10]

1.    Pendaftaran

2.    Pendataan

3.    Pengujian[11]

a.    teori;

b.    keterampilan mengemudi melalui Simulator; dan

c.    praktik.

4.    Penerbitan

5.    Pengarsipan

 

Syarat Administrasi Pengajuan SIM yang Hilang

Sedangkan, persyaratan administrasi pengajuan penggantian SIM karena hilang meliputi:[12]

a.    mengisi formulir pengajuan penggantian SIM karena hilang;

b.    Kartu Tanda Penduduk asli setempat yang masih berlaku bagi Warga Negara Indonesia;

c.    Surat Keterangan kehilangan SIM dari kepolisian.

 

Jadi, jika memang SIM Anda hilang, Anda dapat meminta keterangan kehilangan SIM dari kepolisian dan melengkapinya dengan syarat-syarat lain.

 

Pengajuan penerbitan penggantian SIM hilang atau rusak dilakukan di Satpas yang menerbitkan SIM hilang atau rusak.[13] Satpas atau Satuan Penyelenggara Administrasi SIM adalah unsur pelaksana Polri di bidang lalu lintas yang berada di lingkungan kantor Kepolisian setempat atau di luar lingkungan kantor Kepolisian.[14]

 

Proses penerbitan penggantian SIM hilang atau rusak dilakukan:[15]

a.    sesuai dengan tata cara yang diatur dalam Pasal 38 sampai dengan Pasal 43; dan

b.    tanpa persyaratan lulus Ujian Teori, ujian keterampilan melalui Simulator, dan Ujian Praktik.

 

Petugas kelompok kerja identifikasi dan verifikasi melakukan pencocokan sidik jari dengan rumus sidik jari pada data kepolisian.[16]

 

Jadi, Anda yang SIM nya hilang dapat mengajukan permohonan penerbitan penggantian SIM hilang di Satpas dengan melengkapi syarat-syarat di atas tanpa harus lulus ujian teori, ujian keterampilan melalui Simulator, dan Ujian Praktik.

 

Sejalan dengan aturan dalam Perkapolri 19/2012, menurut informasi yang diberikan oleh Divisi Humas Mabes Polri pada laman Facebooknya, apabila SIM hilang, rusak, dan atau tidak terbaca lagi, pemilik SIM dapat mengajukan permohonan penggantian SIM Baru tanpa perlu ikut ujian lagi. Pemohon penggantian SIM diajukan kepada Satuan Pelaksana penerbitan SIM (Satpas) setempat.

 

Dengan demikian, Anda sebagai pemilik SIM yang hilang dapat mengajukan permohonan penggantian SIM baru dengan memenuhi syarat-syarat di atas tanpa ujian lagi.

 

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

 

Dasar Hukum:

1.    Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan;

2.    Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2012 tentang Surat Izin Mengemudi.

 

Referensi:

https://id-id.facebook.com/DivHumasPolri/posts/590502710978589, diakses pada 20 Oktober 2015 pukul 15.05 WIB.

 



[1] Pasal 1 angka 4 Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2012 tentang Surat Izin Mengemudi (“Perkapolri 9/2012”)

[3] Pasal 12 Perkapolri 19/2012

[4] Pasal 26 huruf b dan e Perkapolri 19/2012

[5] Pasal 28 ayat (2) Perkapolri 19/2012

[6] Pasal 28 ayat (1) Perkapolri 19/2012

[7] Pasal 28 ayat (3) Perkapolri 19/2012

[8] Pasal 27 ayat (1) dan (3) Perkapolri 19/2012

[9] Bab V Bagian Kesatu Paragraf 3 Perkapolri 19/2012

[10] Pasal 38 sampai dengan Pasal 43 Perkapolri 19/2012

[11] Pasal 53 Perkapolri 19/2012

[12] Pasal 31 ayat (1) Perkapolri 19/2012

[13] Pasal 49 ayat (1) Perkapolri 19/2012

[14] Pasal 1 angka 9 Perkapolri 19/2012

[15] Pasal 49 ayat (2) Perkapolri 19/2012

[16] Pasal 49 ayat (3) Perkapolri 19/2012

 

 

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
MITRA : Bung Pokrol
Tri Jata Ayu Pramesti mendapatkan gelar sarjana hukum dari Universitas Indonesia pada 2011 dengan mengambil Program Kekhususan IV (Hukum tentang Kegiatan Ekonomi). 
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua