Kamis, 26 May 2016

Bolehkah Pekerja Tidak Masuk Bekerja Karena Anak Sakit?

Bolehkah Pekerja Tidak Masuk Bekerja Karena Anak Sakit?

Pertanyaan

Saya seorang ibu dan bekerja(karyawan). Anak saya berumur 1 tahun 11 bulan sakit dan dirawat di rumah sakit. Apakah surat sakit anak saya dari rumah sakit bisa digunakan untuk cuti sakit dari orang tuanya (ayah dan ibu) atau kalau orang tuanya tidak masuk harus potong cuti tahunan? Mohon jawabannya.. terima kasih

Ulasan Lengkap

Intisari:
 
 

Upah pekerja tidak dibayar jika pekerja tidak melakukan pekerjaan. Tapi hal tersebut tidak berlaku jika pekerja sakit, yang dibuktikan dengan surat dokter. Melihat pada ketentuan di atas, jelas bahwa anak sakit dan surat sakit anak Anda dari rumah sakit tidak dapat digunakan sebagai alasan Anda tidak masuk bekerja. Sehingga Anda dapat menggunakan cuti tahunan Anda.

 

Tapi sebaiknya Anda cek lagi peraturan perusahaan, perjanjian kerja maupun perjanjian kerja bersama apakah ada dispensasi bagi pekerja yang anaknya sedang sakit. Sebab ada perusahaan yang memberikan dispensasi seperti itu.

 

Penjelasan lebih lanjut, silakan baca ulasan di bawah ini.

 
 
 
Ulasan:
 

Dalam Pasal 93 ayat (1) Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (“UU Ketenagakerjaan”), diatur bahwa upah tidak dibayar apabila pekerja/buruh tidak melakukan pekerjaan.

 

Akan tetapi, hal ini tidak berlaku jika pekerja tidak dapat melakukan pekerjaan karena hal-hal sebagai berikut (lihat Pasal 93 ayat [2] UU Ketenagakerjaan):

a.    pekerja/buruh sakit sehingga tidak dapat melakukan pekerjaan;

b.    pekerja/buruh perempuan yang sakit pada hari pertama dan kedua masa haidnya sehingga tidak dapat melakukan pekerjaan;

c.    pekerja/buruh tidak masuk bekerja karena pekerja/buruh menikah, menikahkan, mengkhitankan, membaptiskan anaknya, isteri melahirkan atau keguguran kandungan, suami atau isteri atau anak atau menantu atau orang tua atau mertua atau anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia;

d.    pekerja/buruh tidak dapat melakukan pekerjaannya karena sedang menjalankan kewajiban terhadap negara;

e.    pekerja/buruh tidak dapat melakukan pekerjaannya karena menjalankan ibadah yang diperintahkan agamanya;

f.     pekerja/buruh bersedia melakukan pekerjaan yang telah dijanjikan tetapi pengusaha tidak mempekerjakannya, baik karena kesalahan sendiri maupun halangan yang seharusnya dapat dihindari pengusaha;

g.    pekerja/buruh melaksanakan hak istirahat;

h.    pekerja/buruh melaksanakan tugas serikat pekerja/serikat buruh atas persetujuan pengusaha; dan

i.      pekerja/buruh melaksanakan tugas pendidikan dari perusahaan.

 

Menurut penjelasan Pasal 93 ayat (2) huruf a, yang dimaksud pekerja/buruh sakit ialah sakit menurut keterangan dokter. Oleh karena itu, memang sakit dalam hal ini harus dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter bahwa pekerja tersebut sakit.

 

Sedangkan alasan pekerja tidak dapat melakukan pekerjaan yang sehubungan dengan anak adalah jika anak dari pekerja tersebut khitanan, baptisan, menikah, atau meninggal dunia.

 

Melihat pada ketentuan di atas, jelas bahwa anak sakit dan surat sakit anak Anda dari rumah sakit tidak dapat digunakan sebagai alasan Anda tidak masuk bekerja.

 

Akan tetapi, benar bahwa Anda bisa mengambil cuti tahunan Anda. Pengusaha wajib memberi waktu istirahat dan cuti kepada pekerja/buruh.[1] Cuti yang dimaksud adalah cuti tahunan yang sekurang kurangnya 12 (dua belas) hari kerja setelah pekerja/buruh yang bersangkutan bekerja selama 12 (dua belas) bulan secara terus menerus.[2]

 

Meski demikian, kami menyarankan agar Anda dapat melihat kembali peraturan perusahaan, perjanjian kerja maupun perjanjian kerja bersama (PKB) yang berlaku di tempat Anda bekerja. Apakah ada atau tidak ketentuan yang membolehkan tidak bekerja karena alasan keluarga sakit. Sebab, pada praktiknya ada perusahaan yang memberlakukan ketentuan seperti itu. Contohnya adalah ketentuan PKB sebuah perusahaan yang berdomisili di Jawa Timur. Di perusahaan itu, karyawan diizinkan tidak bekerja dengan tetap menerima upah apabila anak sakit keras selama 2 hari. Demikian dikutip dari putusan perkara nomor 14/G/2014/PHI.Sby.

 

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

 

Dasar Hukum:

Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.



[1] Pasal 79 ayat (1) UU Ketenagakerjaan

[2] Pasal 79 ayat (2) huruf c UU Ketenagakerjaan 

 

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
MITRA : Si Pokrol
Saat ini sudah tidak bekerja di Hukumonline. Namun dulu pernah bergabung di Divisi Klinik.
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua