Kamis, 20 October 2016

Pidana Bagi Sepeda Motor yang Melawan Arus

Pidana Bagi Sepeda Motor yang Melawan Arus

Pertanyaan

Tempo hari saya hampir ditabrak oleh sepeda motor yang melawan arus. Pada saat itu saya sedang berjalan di trotoar, tetapi karena banyak pedagang kaki lima yang memenuhi trotoar akhirnya saya jalan di pinggir jalan, tiba-tiba datanglah motor yang melawan arus. Pada saat bersamaan dia juga main HP. bisakah pengendara sepeda motor itu dihukum, meskipun saya tidak ditabrak?

Ulasan Lengkap

Intisari :

 

 

Melawan arus tentu dilarang karena dapat membahayakan pengguna jalan lainnya. Memang tidak ada ketentuan yang secara ekplisit melarang kendaraan melawan arus. Akan tetapi, pada umumnya terdapat rambu lalu lintas yang menandakan bahwa jalan tersebut adalah satu arah, atau tanda larangan masuk dari sisi jalan tertentu (jadi tidak boleh dua arah).

 

Pengemudi kendaraan bermotor di jalan yang melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan rambu lalu lintas dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500 ribu.

 

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.

 

 

 

Ulasan:

 

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

 

Berdasarkan pernyataan Anda, peristiwa dimana Anda hampir ditabrak oleh sepeda motor berawal dari Anda sebagai pejalan kaki tidak bisa berjalan di trotoar karena banyak pedagang kaki lima.

 

Pidana Bagi Pedagang Kaki Lima yang Memenuhi Ruas Trotoar

Peraturan yang mengatur mengenai pedagang kaki lima secara khusus memang tidak ada. Tetapi peraturan mengenai penggunaan jalan dan trotoar telah diatur dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (“UU LLAJ”).

 

Trotoar, menurut Pasal 45 ayat (1) UU LLAJ, merupakan salah satu fasilitas pendukung penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan di antara fasilitas-fasilitas lainnya seperti: lajur sepeda, tempat penyeberangan pejalan kaki, halte, dan/atau fasilitas khusus bagi penyandang cacat dan manusia usia lanjut. Penting diketahui, ketersediaan fasilitas trotoar merupakan hak pejalan kaki.[1]

 

Salah satu sanksi yang dapat dikenakan pada orang yang menggunakan trotoar untuk kepentingan pribadi dan mengganggu pejalan kaki adalah pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250 ribu.[2]

 

Selengkapnya bisa Anda simak pada artikel yang berjudul Larangan Menguasai dan Memiliki Trotoar dan Pidana Bagi Pengendara Motor yang Melewati Trotoar.

 

Motor yang Melawan Arus

Melawan arus tentu dilarang karena dapat membahayakan pengguna jalan lainnya. Memang tidak ada ketentuan yang secara ekplisit melarang kendaraan melawan arus. Akan tetapi, pada umumnya terdapat rambu lalu lintas yang menandakan bahwa jalan tersebut adalah satu arah, atau tanda larangan masuk dari sisi jalan tertentu (jadi tidak boleh dua arah).

 

Pada dasarnya, pengemudi Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mematuhi ketentuan:[3]

a.    rambu perintah atau rambu larangan;

b.    Marka Jalan;

c.    Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas;

d.    gerakan Lalu Lintas;

e.    berhenti dan Parkir;

f.     peringatan dengan bunyi dan sinar;

g.    kecepatan maksimal atau minimal; dan/atau

h.    tata cara penggandengan dan penempelan dengan kendaraan lain.

 

Pengemudi kendaraan bermotor di jalan yang melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan rambu lalu lintas dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500 ribu.[4]

 

Pidana bagi Sepeda Motor yang Menggunakan Gadget Saat Berkendara

Sedangkan mengenai pengendara sepeda motor tersebut menggunakan gadget, menggunakan gadget seperti telepon dapat mengganggu konsentrasi pengendara sepeda motor. Oleh karena itu, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.[5]

 

Yang dimaksud dengan ”penuh konsentrasi” adalah mengemudikan kendaraan bermotor dengan penuh perhatian dan tidak terganggu perhatiannya karena sakit, lelah, mengantuk, menggunakan telepon atau menonton televisi atau video yang terpasang di kendaraan, atau meminum minuman yang mengandung alkohol atau obat-obatan sehingga memengaruhi kemampuan dalam mengemudikan kendaraan.

 

Jika seseorang menggunakan gadget pada saat mengendarai sepeda motor yang mengakibatkan gangguan konsentrasi saat mengemudi di jalan, orang tersebut dapat dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp750 ribu.[6]

 

Pada laman tempo.co, dalam artikel yang berjudul Denda Maksimal untuk Pengemudi Lawan Arus, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Hindarsono mengatakan bahwa pengendara yang melawan arus akan dikenai denda maksimal. Dalam Pasal 287 ayat (1) dan (2) UU LLAJ disebutkan maksimal denda Rp 1 juta untuk kendaraan roda empat dan Rp 500 ribu untuk kendaraan roda dua.

 

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

 

Dasar hukum:

Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

 



[1] Pasal 131 ayat (1) UU LLAJ

[2] Pasal 275 ayat (1) UU LLAJ

[3] Pasal 106 ayat (4) UU LLAJ

[4] Pasal 287 ayat (1) UU LLAJ

[5] Pasal 106 ayat (1) UU LLAJ

[6] Pasal 283 UU LLAJ

 

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
PENJAWAB : Sovia Hasanah, S.H.
MITRA : Si Pokrol
Saat ini sudah tidak bekerja di Hukumonline. Namun dulu pernah bergabung di Divisi Klinik.
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua