Rabu, 01 March 2017

Masa “Karantina” Tahanan Kejaksaan di Sel Pengasingan

Masa “Karantina” Tahanan Kejaksaan di Sel Pengasingan

Pertanyaan

Apakah ada aturan kalau tersangka yang ditahan oleh jaksa bisa dikarantina (tidak boleh dikunjungi oleh siapapun)? Kalau ada aturan itu, apakah bisa diberlakukan untuk semua kasus, termasuk tersangka yang hanya terkena tindak pidana ringan? Berapa lama tersangka ini bisa dikarantina? Terima kasih.

Ulasan Lengkap

Intisari:

 

 

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia memakai istilah “sel pengasingan”, bukan “karantina”. Banyak juga pihak yang memakai istilah “isolasi”.

 

Seorang narapidana atau tahanan yang sampai dimasukkan dalam kamar terasing (sel pengasingan) adalah masuk dalam kategori hukuman disiplin tingkat sedang atau berat. Penempatan tahanan sementara di sel pengasingan ini merupakan bentuk hukuman disiplin bagi narapidana atau tahanan yang melanggar tata tertib lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan.

 

Pelanggaran apa yang dilakukan? Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.

 

 

 

Ulasan:

 

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

 

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia memakai istilah “sel pengasingan”, bukan “karantina”. Banyak juga pihak yang memakai istilah “isolasi”.

 

Masa Penahanan oleh Kejaksaan

Masa penahanan oleh Kejaksaan (Penuntut Umum) adalah paling lama 20 hari dan bisa diperpanjang paling lama 30 hari apabila diperlukan guna kepentingan pemeriksaan yang belum selesai.[1] Selama masa penahanan, Tersangka memiliki hak untuk dikunjungi oleh keluarga dan penasihat hukumnya sesuai dengan jadwal kunjungan Rumah Tahanan Negara.[2]

 

Namun ketika tersangka berada di dalam tahanan, kepada tersangka yang ditahan berlaku ketentuan tahanan yang ditetapkan oleh pemerintah, dalam hal ini Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 6 Tahun 2013 tentang Tata Tertib Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara (“Permenkumham 6/2013”). Semua tahanan atau narapidana diperlakukan sama, tidak dibedakan berdasarkan tindak pidana yang dilakukan, dan wajib taat kepada peraturan ini.

 

Tindakan Disiplin Bagi Tahanan

Menyorot pertanyaan Anda, masa pengasngan ini berhubungan dengan tindakan disiplin bagi tahanan. Tindakan Disiplin adalah tindakan pengamanan terhadap Narapidana atau Tahanan berupa penempatan sementara dalam kamar terasing (sel pengasingan).[3] Penempatan tahanan sementara di sel pengasingan ini merupakan bentuk hukuman disiplin.

 

Dalam Permenkumham 6/2013 itu diatur mengenai jenis-jenis hukuman yang diberikan kepada tahanan atau narapidana jika melanggar tata tertib lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan.

 

Narapidana atau Tahanan yang melanggar tata tertib, dijatuhi:[4]

a.    hukuman disiplin tingkat ringan;

b.    hukuman disiplin tingkat sedang; atau

c.    hukuman disiplin tingkat berat.

 

Seorang tahanan yang sampai dimasukkan dalam kamar terasing (sel pengasingan) adalah masuk dalam kategori hukuman disiplin tingkat sedang sebagaimana disebut dalam Pasal 9 ayat (2) Permenkumham 6/2013:

Hukuman Disiplin tingkat sedang, meliputi:

a.    memasukkan dalam sel pengasingan paling lama 6 (enam) hari; dan

b.    menunda atau meniadakan hak tertentu dalam kurun waktu tertentu berdasarkan hasil Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP).

 

Namun, memasukkan tahanan di sel pengasingan juga dapat termasuk hukuman disiplin tingkat berat, yang meliputi:

a.    memasukkan dalam sel pengasingan selama 6 (enam) hari dan dapat diperpanjang selama 2 (dua) kali 6 (enam) hari; dan

b.  tidak mendapatkan hak remisi, cuti mengunjungi keluarga, cuti bersyarat, asimilasi, cuti menjelang bebas, dan pembebasan bersyarat dalam tahun berjalan

 

Beberapa contoh kasus yang dilakukan tahanan yang dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat: tidak mengikuti program pembinaan yang ditetapkan, melakukan upaya melarikan diri,  mengancam atau melawan petugas, menyimpan senjata api, dan lain-lain.[5] 

 

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

 

Dasar hukum:

1.    Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana;

2.    Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia;

3.    Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 6 Tahun 2013 tentang Tata Tertib Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara.

 



[1] Pasal 25 ayat (1) dan (2) Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (“KUHAP”)

[2] Pasal 60 dan Pasal 61 KUHAP

[3] Pasal 1 angka 6 Permenkumham 6/2013

[4] Pasal 8 Permenkumham 6/2013

[5] Pasal 10 ayat (3) Permenkumham 6/2013

 

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik Klinik Hukum disediakan khusus bagi member Hukumonline untuk mengajukan persoalan atau permasalahan hukum yang dihadapi.
Jika Anda sudah menjadi member Hukumonline, silakan Login, atau klik Daftar untuk bergabung.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua

×

Belajar Hukum secara online
dari pengajar berkompeten
dengan biaya terjangkau.

Mulai dari:
Rp149.000