Kamis, 23 Maret 2017

Aturan Pembangunan Septic Tank

Aturan Pembangunan Septic Tank

Pertanyaan

Saya mempunyai masalah yaitu: tetangga sebelah rumah membuat septic tank baru yang hanya berjarak 1-2 meter dari sumur pompa air rumah saya dan antara rumah saya dengan rumah tetangga saya itu dibatasi oleh pagar pembatas/dinding batako. Rumah kami berada dalam perumahan, yang mana penempatan septic tank pada tiap rumah bersebelahan. Kami sudah melarang malah dibilang “ngatur2 rumah orang”. Untuk itu, saya menanyakan apakah ada undang-undang yang mengatur pembuatan septic tank dan apa sanksinya? Terima kasih.

Ingin Masalah Anda Segera Tuntas?

Percayakan masalah hukum Anda ke ahlinya. Hubungi konsultan hukum profesional, hanya Rp299.000,- per 30 menit.

Ulasan Lengkap

Intisari:

 

 

Tangki septik (septic tank) adalah suatu bak kedap air yang berfungsi sebagai penampungan limbah kotoran manusia (tinja dan urine).

 

Pembangunan septic tank harus dijauhkan dari sumur gali yaitu berjarak >11 meter. Bagaimana akibat hukumnya jika membangun septic tank tidak sesuai aturan?

 

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.

 

 

 

Ulasan:

 

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

 

Untuk menjawab pertanyaan Anda, kami akan berpedoman pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 Tahun 2014 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (“Permenkes 3/2014”).

 

Tangki septik (septic tank) adalah suatu bak kedap air yang berfungsi sebagai penampungan limbah kotoran manusia (tinja dan urine).[1]

 

Standar dan Persyaratan Kesehatan Bangunan Jamban

Adanya tangki septik merupakan salah satu standar dan syarat kesehatan bangunan bawah jamban. Standar dan persyaratan kesehatan bangunan jamban terdiri dari:[2]

1.    Bangunan Atas Jamban (dinding dan/atau atap)

Bangunan atas jamban harus berfungsi untuk melindungi pemakai dari gangguan cuaca dan gangguan lainnya.

 

2.    Bangunan Tengah Jamban

Terdapat 2 (dua) bagian bangunan tengah jamban, yaitu:

-  Lubang tempat pembuangan kotoran (tinja dan urine) yang saniter dilengkapi oleh konstruksi leher angsa. Pada konstruksi sederhana (semi saniter), lubang dapat dibuat tanpa konstruksi leher angsa, tetapi harus diberi tutup.

-   Lantai Jamban terbuat dari bahan kedap air, tidak licin, dan mempunyai saluran untuk pembuangan air bekas ke Sistem Pembuangan Air Limbah (SPAL).

 

3.    Bangunan Bawah Jamban

Merupakan bangunan penampungan, pengolah, dan pengurai kotoran/tinja yang berfungsi mencegah terjadinya pencemaran atau kontaminasi dari tinja melalui vektor pembawa penyakit, baik secara langsung maupun tidak langsung.

 

Terdapat 2 (dua) macam bentuk bangunan bawah jamban, yaitu:

1.    Tangki Septik

Bagian padat dari kotoran manusia akan tertinggal dalam tangki septik, sedangkan bagian cairnya akan keluar dari tangki septik dan diresapkan melalui bidang/sumur resapan. Jika tidak memungkinkan dibuat resapan maka dibuat suatu filter untuk mengelola cairan tersebut.

2.    Cubluk

Cubluk merupakan lubang galian yang akan menampung limbah padat dan cair dari jamban yang masuk setiap harinya dan akan meresapkan cairan limbah tersebut ke dalam tanah dengan tidak mencemari air tanah, sedangkan bagian padat dari limbah tersebut akan diuraikan secara biologis.

 

Sumur Gali

Sebelumnya, kami asumsikan bahwa sumur yang Anda maksud di sini adalah sumur gali, yaitu sumur sumber air bersih yang dipompa dengan mesin untuk mencukupi kebutuhan air di rumah Anda sehari-hari.

 

Sumur gali menurut Standar Nasional Indonesia (SNI) 03-2916-1992 tentang Spesifikasi Sumur Gali untuk Sumber Air Bersih yang kami akses dari laman Pusat Informasi Pengembangan Pemukiman dan Bangunan (PIP2B) Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta adalah sarana untuk menyadap dan menampung air tanah dari akuifer yang dipergunakan sebagai sumber air sebanyak minimal 400 liter setiap hari perkeluarga, dibuat dengan cara menggali.

 

Lokasi penempatan sumur:[3]

1.    ditempatkan pada lapisan tanah yang mengandung air berkesinambungan;

2.    jarak horizontal sumur kearah hulu dari aliran air tanah atau sumber pengotoran (bidang resapan/tangki septic) > 11 meter;

3.    jarak sumur untuk komunal terhadap perumahan < 50 meter.

 

Menjawab pertanyaan Anda, jadi pembangunan septic tank dengan sumur gali berjarak >11 meter.

 

Namun sebagai perbandingan dan tambahan informasi untuk Anda, Lampiran III Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 33/PRT/M/2016 Tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Dana Alokasi Khusus Bidang Infrastruktur (“PermenPUPR 33/2016”) mengatur pembangunan sumur dangkal terlindungi untuk penyediaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yaitu jarak unit SPAM ke sumber pencemaran dan cubluk (septic tank) harus > 10 meter.

 

Langkah Hukum Jika Pembangunan Septic Tank Tidak Sesuai Aturan

Berkaitan dengan pembangunan septic tank yang tidak sesuai dengan aturan, sanksinya tidak diatur dalam sejumlah peraturan perundang-undangan yang kami sebutkan di atas. Tetapi jika Anda merasa terganggu dengan pembangunan septic tank yang tidak sesuai dengan aturan serta merasa dirugikan oleh tetangga Anda, maka pembangunan tersebut  dapat dikategorikan sebagai perbuatan melawan hukum (“PMH”).

 

Dalam artikel Bermasalah dengan Tetangga karena Tembok Batas Pekarangan dijelaskan bahwa, mengenai perbuatan melawan hukum ini diatur dalam Pasal 1365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (“KUHPer”) yang berbunyi sebagai berikut:

 

“Tiap perbuatan yang melanggar hukum dan membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang menimbulkan kerugian itu karena kesalahannya untuk menggantikan kerugian tersebut.”

 

Mariam Darus Badrulzaman dalam bukunya “KUH Perdata Buku III Hukum Perikatan Dengan Penjelasan”, seperti dikutip Rosa Agustina dalam buku “Perbuatan Melawan Hukum” (hal. 36) menjabarkan unsur-unsur PMH dalam Pasal 1365 KUHPer adalah sebagai berikut:

1.    Harus ada perbuatan (positif maupun negatif);

2.    Perbuatan itu harus melawan hukum;

3.    Ada kerugian;

4.    Ada hubungan sebab akibat antara perbuatan melawan hukum itu dengan kerugian;

5.    Ada kesalahan.

 

Sementara itu, Rosa Agustina dalam buku “Perbuatan Melawan Hukum” (hal. 53) mengutip pendapat Mr. C. Assers’s L.E.H Rutten, yang menyatakan bahwa “schade” dalam Pasal 1365 KUHPer adalah kerugian yang timbul karena perbuatan melawan hukum.

 

Rosa menjelaskan bahwa tiap perbuatan melawan hukum tidak hanya mengakibatkan kerugian uang saja, tapi juga dapat menyebabkan kerugian moril atau idiil, yakni ketakutan, terkejut, sakit dan kehilangan kesenangan hidup. Sebagaimana dalam putusan Hoge Raad tanggal 21 Maret 1943 dalam perkara W.P. Keruningen v. van Bessum cs.

 

Jika Anda merasa dirugikan (secara moril, idiil atau materiil) dengan pembangunan septic tank oleh tetangga Anda yang berdekatan dengan sumur pompa air rumah Anda, maka Anda dapat menggugat tetangga Anda ke pengadilan dengan dasar tetangga Anda melakukan PMH. Pengadilanlah yang akan memutuskan apakah perbuatan tersebut memenuhi unsur-unsur PMH atau tidak.

 

Meski demikian, kami menyarankan agar masalah dalam bertetangga hendaknya diselesaikan dengan bermusyawarah secara kekeluargaan terlebih dahulu. Upaya hukum merupakan upaya terakhir yang dapat Anda tempuh apabila upaya secara kekeluargaan telah ditempuh namun tidak berhasil.

 

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

 

Dasar hukum:

1.    Kitab Undang-Undang Hukum Perdata;

2.    Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 Tahun 2014 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat;

3.  Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 33/PRT/M/2016 Tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Dana Alokasi Khusus Bidang Infrastruktur;

 

Referensi:

Standar Nasional Indonesia (SNI) 03-2916-1992 tentang Spesifikasi Sumur Gali untuk Sumber Air Bersih.

 



[1] Huruf B (Lima Pilar STBM) angka 1 poin c) Lampiran Permenkes 3/2014

[2] Huruf B (Lima Pilar STBM) angka 1 Lampiran Permenkes 3/2014

 


Perjuangan Anda Jangan Berhenti di Artikel Ini

Konsultan hukum profesional siap membantu Anda. Konsultasikan masalah Anda, hanya Rp299.000,- per 30 menit.

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
PENJAWAB : Sovia Hasanah, S.H.
MITRA : Bung Pokrol
Sovia Hasanah mendapatkan gelar Sarjana Hukum dari Universitas Andalas pada 2016 dengan mengambil Program Kekhususan IX (Hukum Agraria dan Sumber Daya Alam).
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua