Senin, 08 May 2017

Pendaftaran Tanah Secara Massal

Pendaftaran Tanah Secara Massal

Pertanyaan

Apa yang dimaksud dengan pendaftaran tanah secara massal swadaya atau sertipikasi massal swadaya yang diselenggarakan oleh BPN? Mohon tanggapannya. Terima kasih.  

Ulasan Lengkap

Intisari:

 

 

Dalam pendaftaran tanah untuk pertama kali terdapat dua metode yaitu:

1.    Pendaftaran tanah secara sistematik

Pendaftaran tanah secara sistematik adalah kegiatan pendaftaran tanah untuk pertama kali yang dilakukan secara serentak yang meliputi semua obyek pendaftaran tanah yang belum didaftar dalam wilayah atau bagian wilayah suatu desa/kelurahan.

 

2.    Pendaftaran tanah secara sporadik

Pendaftaran tanah secara sporadik adalah kegiatan pendaftaran tanah untuk pertama kali mengenai satu atau beberapa obyek pendaftaran tanah dalam wilayah atau bagian wilayah suatu desa/kelurahan secara individual atau massal. Pendaftaran tanah secara sporadik dilaksanakan atas permintaan pihak yang berkepentingan.

 

Pendaftaran tanah secara sistematik pada umumnya bersifat massal dan besar besaran, maka untuk melaksanakannya Kepala Kantor Pertanahan perlu dibantu oleh Panitia yang khusus dibentuk untuk itu, sehingga dengan demikian tugas rutin Kantor Pertanahan tidak terganggu.

 

Jadi, jika yang Anda maksud adalah pendaftaran tanah yang dilakukan secara massal dan diprakarsai oleh Pemerintah, maka itu adalah pendaftaran tanah untuk pertama kali dengan metode sistematik. Untuk melaksanakannya, Kepala Kantor Pertanahan (Kantor Pertanahan adalah unit kerja Badan Pertanahan Nasional/BPN di wilayah kabupaten atau kotamadya) perlu dibantu oleh panitia yang khusus dibentuk untuk itu.

 

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.

 

 

 

Ulasan:

 

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

 

Untuk menjawab pertanyaan Anda, kami akan berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah (“PP 24/1997”).

 

Jenis Pelaksanaan Pendaftaran Tanah

Pelaksanaan pendaftaran tanah meliputi kegiatan:[1]

a.    pendaftaran tanah untuk pertama kali; dan

b.    pemeliharaan data pendaftaran tanah.


Pendaftaran tanah untuk pertama kali adalah kegiatan pendaftaran tanah yang dilakukan terhadap obyek pendaftaran tanah yang belum didaftar berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1961 tentang Pendaftaran Tanah atau PP 24/1997.[2]

 

Sedangkan Pemeliharaan data pendaftaran tanah adalah kegiatan pendaftaran tanah untuk menyesuaikan data fisik dan data yuridis dalam peta pendaftaran, daftar tanah, daftar nama, surat ukur, buku tanah, dan sertifikat dengan perubahan-perubahan yang terjadi kemudian.[3]

 

Kegiatan pendaftaran tanah untuk pertama kali meliputi:[4]

a.    pengumpulan dan pengolahan data fisik;

b.    pembuktian hak dan pembukuannya;

c.    penerbitan sertifikat;

d.    penyajian data fisik dan data yuridis;

e.    penyimpanan daftar umum dan dokumen.

 

Kegiatan pemeliharaan data pendaftaran tanah meliputi:[5]

a.    pendaftaran perubahan dan pembebanan hak;

b.    pendaftaran perubahan data pendaftaran tanah lainnya.

 

Metode Pendaftaran Tanah untuk Pertama Kali

Kami asumsikan pendaftaran tanah yang Anda maksud adalah pendaftaran tanah untuk pertama kali yang dilakukan secara massal.

 

Dalam pendaftaran tanah untuk pertama kali terdapat dua metode yaitu:[6]

1.    Pendaftaran tanah secara sistematik

Pendaftaran tanah secara sistematik adalah kegiatan pendaftaran tanah untuk pertama kali yang dilakukan secara serentak yang meliputi semua obyek pendaftaran tanah yang belum didaftar dalam wilayah atau bagian wilayah suatu desa/kelurahan.[7]

2.    Pendaftaran tanah secara sporadik

Pendaftaran tanah secara sporadik adalah kegiatan pendaftaran tanah untuk pertama kali mengenai satu atau beberapa obyek pendaftaran tanah dalam wilayah atau bagian wilayah suatu desa/kelurahan secara individual atau massal.[8] Pendaftaran tanah secara sporadik dilaksanakan atas permintaan pihak yang berkepentingan.[9]

 

Mengingat pendaftaran tanah secara sistematik pada umumnya bersifat massal dan besar besaran, maka untuk melaksanakannya Kepala Kantor Pertanahan[10] perlu dibantu oleh Panitia yang khusus dibentuk untuk itu, sehingga dengan demikian tugas rutin Kantor Pertanahan tidak terganggu.[11]

 

Pendaftaran tanah secara sistematik didasarkan pada suatu rencana kerja dan dilaksanakan di wilayah-wilayah yang ditetapkan oleh Menteri.[12] Karena pendaftaran tanah secara sistematik dilaksanakan atas prakarsa Pemerintah, maka kegiatan tersebut didasarkan pada suatu rencana kerja yang ditetapkan oleh Menteri.[13] Dalam hal suatu desa/kelurahan belum ditetapkan sebagai wilayah pendaftaran tanah secara sistematik, pendaftarannya dilaksanakan melalui pendaftaran tanah secara sporadik.[14]

 

Jadi, jika yang Anda maksud adalah pendaftaran tanah yang dilakukan secara massal dan diprakarsai oleh Pemerintah, maka itu adalah pendaftaran tanah untuk pertama kali dengan metode sistematik. Untuk melaksanakannya, Kepala Kantor Pertanahan perlu dibantu oleh panitia yang khusus dibentuk untuk itu.

 

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

 

Dasar hukum:

Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah.



[1] Pasal 11 PP 24/1997

[2] Pasal 1 angka 9 PP 24/1997

[3] Pasal 1 angka 12 PP 24/1997

[4] Pasal 12 ayat (1) PP 24/1997

[5] Pasal 12 ayat (2) PP 24/1997

[6] Pasal 13 ayat (1) PP 24/1997

[7] Pasal 1 angka 10 PP 24/1997

[8] Pasal 1 angka 11 PP 24/1997

[9] Pasal 13 ayat (4) PP 24/1997

[10] Kantor Pertanahan adalah unit kerja Badan Pertanahan Nasional (BPN) di wilayah kabupaten atau kotamadya, yang melakukan pendaftaran hak atas tanah dan pemeliharaan daftar umum pendaftaran tanah (Pasal 1 angka 23 PP 24/1997)

[11] Penjelasan Pasal 8 ayat (1) PP 24/1997

[12] Pasal 13 ayat (2) PP 24/1997

[13] Penjelasan Pasal 13 ayat (2) PP 24/1997

[14] Pasal 13 ayat (3) PP 24/1997

 

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
PENJAWAB : Sovia Hasanah, S.H.
MITRA : Bung Pokrol
Sovia Hasanah mendapatkan gelar Sarjana Hukum dari Universitas Andalas pada 2016 dengan mengambil Program Kekhususan IX (Hukum Agraria dan Sumber Daya Alam).
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua