Risiko Hukum Pengguna Instagram yang Meng-endorse Judi Online

Bacaan 9 Menit
Risiko Hukum Pengguna Instagram yang Meng-<i>endorse</i> Judi <i>Online</i>
Pertanyaan

Apakah para pemilik akun instagram yang memiliki banyak followers, yang menerima endorsement judi online dapat dikenakan ketentuan pidana sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik? Menerima endorsement di sini berarti pemilik akun yang memiliki banyak followers tersebut telah membagikan foto/video yang memiliki muatan judi.

Ulasan Lengkap
 
Endorsements
Definisi endorsements menurut glossary The Economic Times, sebuah portal berita bisnis harian yang berbasis di India adalah:
 
Endorsements are a form of advertising that uses famous personalities or celebrities who command a high degree of recognition, trust, respect or awareness amongst the people.
 
Dari definisi tersebut dapat dilihat bahwa endorsements adalah bentuk promosi yang dilakukan dengan memanfaatkan selebritas/pesohor, orang yang terkenal, atau yang memiliki pengaruh bagi orang banyak.
 
Larangan Judi di Indonesia
Perlu diketahui bahwa di Indonesia terdapat beberapa peraturan yang mengatur mengenai larangan perjudian, seperti yang diatur dalam Pasal 303 dan Pasal 303 bis Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”) dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian (“UU 7/1974”) yang pelaksanaannya diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1981 tentang Pelaksanaan Penertiban Perjudian (“PP 9/1981”) serta untuk perjudian online diatur dalam Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (“UU ITE”) sebagaimana yang telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (“UU 19/2016”).
 
Pasal 303 ayat (1) KUHP menjelaskan sebagai berikut:
 
Diancam dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun atau pidana denda paling banyak dua puluh lima juta rupiah, barang siapa tanpa mendapat izin:
  1. dengan sengaja menawarkan atau memberikan kesempatan untuk permainan judi dan menjadikannya sebagai pencarian, atau dengan sengaja turut serta dalam suatu perusahaan untuk itu;
  2. dengan sengaja menawarkan atau memberi kesempatan kepada khalayak umum untuk bermain judi atau dengan sengaja turut serta dalam perusahaan untuk itu, dengan tidak peduli apakah untuk menggunakan kesempatan adanya sesuatu syarat atau dipenuhinya sesuatu tata-cara;
  3. menjadikan turut serta pada permainan judi sebagai pencarian.
 
Pasal 303 bis ayat (1) KUHP, berbunyi:
 
Diancam dengan hukuman penjara paling lama 4 (empat) tahun atau denda paling banyak sepuluh juta rupiah:
  1. barangsiapa menggunakan kesempatan untuk main judi, yang diadakan dengan melanggar peraturan pasal 303;
  2. barangsiapa ikut serta permainan judi yang diadakan di jalan umum atau di pinggirnya maupun di tempat yang dapat dimasuki oleh khalayak umum, kecuali jika untuk mengadakan itu, ada izin dari penguasa yang berwenang.
 
Ketentuan Pasal 1 UU 7/1974 menyatakan semua tindak pidana perjudian sebagai kejahatan. Karena itu, Pasal 542 KUHP yang semula judi di jalanan umum dinyatakan sebagai pelanggaran telah berubah menjadi kejahatan dan diubah menjadi Pasal 303 bis KUHP.[1]
 
Permainan judi menurut Pasal 303 ayat (3) KUHP didefinisikan sebagai berikut:
 
Tiap-tiap permainan, di mana pada umumnya kemungkinan mendapat untung bergantung pada peruntungan belaka, juga karena pemainnya lebih terlatih atau lebih mahir. Di situ termasuk segala pertaruhan tentang keputusan perlombaan atau permainan lain-lainnya yang tidak diadakan antara mereka yang turut berlomba atau bermain, demikian juga segala pertaruhan lainnya.
 
Menurut R. Soesilo dalam bukunya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal (hal. 222), orang yang mengadakan main judi dihukum menurut Pasal 303 KUHP, sementara orang-orang yang ikut pada permainan itu dikenakan hukuman menurut Pasal 303 bis KUHP.
 
Risiko Hukum Pemilik Akun Instagram yang Meng-endorse Judi Online
Bagaimana dengan perbuatan orang yang menerima endorsement judi online dengan cara membagikan foto/video yang memiliki muatan judi? Apa jerat hukumannya? Apakah bisa dijerat dengan UU ITE dan perubahannya? Berikut penjelasannya.
 
Sebagaimana pernah dijelaskan oleh Teguh Arifiyadi dalam artikel Hukum Menayangkan Iklan Situs Perjudian, delik tentang perjudian dalam UU ITE dan perubahannya lebih dititikberatkan pada sisi “muatan” atau “konten” judi, tidak pada perbuatan melakukan permainan judi itu sendiri. Artinya, setiap konten yang berkaitan langsung ataupun tidak langsung dengan perjudian dapat dipastikan merupakan tindak pidana.
 
Jika dikaitkan dengan kasus akun instagram yang memiliki followers berjumlah banyak yang menerima endorsement judi online dengan cara membagikan foto/video yang memiliki muatan judi sebagaimana yang Anda tanyakan, berdasarkan pendapat di atas, maka dapat dijerat dengan Pasal 27 ayat (2) UU ITE yang berbunyi:
 
Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan, mentransmisikan, dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian.
 
Ancaman terhadap pelanggaran ini diatur dalam Pasal 45 ayat (2) UU 19/2016, yakni:
 
Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar.
 
Membagikan foto/video yang memiliki muatan judi merupakan perbuatan “mendistribusikan dan membuat dapat diaksesnya” konten perjudian sebagaimana disebut dalam unsur Pasal 27 ayat (2) UU ITE dan perubahannya.
 
Yang dimaksud dengan “mendistribusikan” adalah mengirimkan dan/atau menyebarkan informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik kepada banyak orang atau berbagai pihak melalui sistem elektronik. Sementara itu, yang dimaksud dengan “membuat dapat diakses” adalah semua perbuatan lain selain mendistribusikan dan mentransmisikan melalui sistem elektronik yang menyebabkan informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik dapat diketahui pihak lain atau publik.[2]
 
Selain itu, perlu Anda ketahui bahwa Instagram sendiri memiliki kebijakan Ketentuan Penggunaan. Dalam bagian “Komitmen Anda”, antara lain dijelaskan bahwa:
 
Anda tidak boleh melakukan pelanggaran hukum, perbuatan yang menyesatkan, menipu, maupun perbuatan untuk tujuan ilegal atau dilarang.
 
Jika melanggar ketentuan penggunaan tersebut, maka Instagram dapat melakukan penghapusan konten dan penonaktifan atau penghapusan akun sebagaimana dijelaskan dalam laman yang sama, selengkapnya sebagai berikut:
 
Kami dapat menghapus konten atau informasi apa pun yang Anda bagikan di Layanan jika kami meyakini bahwa konten atau informasi tersebut melanggar Ketentuan Penggunaan ini, kebijakan kami (termasuk Panduan Komunitas Instagram kami), atau kami diperbolehkan atau diwajibkan untuk melakukannya oleh hukum. Kami dapat menolak untuk menyediakan atau berhenti menyediakan semua atau sebagian dari Layanan kepada Anda (termasuk menghapus atau menonaktifkan akun Anda) secepatnya demi melindungi komunitas atau layanan kami, atau jika Anda membuat sesuatu yang menjadi ancaman atau risiko hukum bagi kami, melanggar Ketentuan Penggunaan ini atau kebijakan kami (termasuk Panduan Komunitas Instagram kami), jika Anda berulang kali melanggar hak kekayaan intelektual milik orang lain, atau ketika kami diperbolehkan atau diwajibkan untuk melakukannya oleh hukum. Jika kami mengambil tindakan untuk menonaktifkan atau menghapus akun Anda, maka kami akan memberi tahu Anda bila diperlukan. Jika Anda yakin bahwa penghapusan akun Anda merupakan suatu kesalahan, atau Anda ingin menonaktifkan atau menghapus akun Anda secara permanen, bukalah Pusat Bantuan kami.
 
Selain itu pemilik akun yang meng-endorse judi online tersebut juga berpotensi dilaporkan orang lain melalui situs Aduan Konten dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Situs ini merupakan fasilitas pengaduan konten negatif baik berupa situs/website, URL, akun media sosial, aplikasi mobile, dan software yang memenuhi kriteria sebagai informasi dan/atau dokumen elektronik bermuatan negatif sesuai peraturan perundang-undangan.
 
Jadi menjawab pertanyaan Anda, perbuatan pemilik akun yang menerima endorsement judi online dengan cara membagikan foto/video yang memiliki muatan judi merupakan perbuatan “mendistribusikan dan membuat dapat diaksesnya” konten perjudian sebagaimana disebut dalam Pasal 27 ayat (2) UU ITE dan dapat dihukum dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar. Selain itu pemilik akun dapat dikatakan melanggar Ketentuan Penggunaan Instagram dan oleh karena itu, Instagram dapat melakukan penghapusan konten dan penonaktifan atau penghapusan akun. Tidak hanya sampai disitu, terdapat juga potensi dilaporkan orang lain melalui laman Aduan Konten dari Kementerian Komunikasi dan Informatika.
 
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.
 
Dasar Hukum:
 
Referensi:
  1. R. Soesilo. 1991. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal. Bogor: Politeia;
  2. The Economic Times, diakses pada Rabu 20 Maret 2019, pukul 12.00 WIB;
  3. Ketentuan Penggunaan, diakses pada Rabu 20 Maret 2019, pukul 13.00 WIB;
  4. Aduan Konten, diakses pada Rabu 20 Maret 2019, pukul 13.44 WIB.

[1] Pasal 2 ayat (2), (3), dan (4) UU 7/1974
[2] Penjelasan Pasal 27 ayat (1) UU 19/2016