Kamis, 06 Desember 2018

Anak Mencuri Handphone 8 Tahun Lalu, Bisa Dipidana?

Anak Mencuri Handphone 8 Tahun Lalu, Bisa Dipidana?

Pertanyaan

Kronologi: 8 tahun lalu anak berusia 11-12 tahun mencuri HP milik temannya tetapi tidak ada yang tahu. Namun setelah 8 tahun berlalu, anak ini merasa bersalah dan mengirimkan HP & surat yang berisi pengakuan karena ia merasa bersalah. Apakah anak ini bisa dipidana? Mengingat kesalahannya terjadi pada 8 tahun yang lalu dan ia telah mempunyai itikad baik untuk mengakui dan mengembalikan barang curiannya. Terima kasih atas perhatiannya, saya sangat berharap pertanyaan ini dapat terjawabkan.

Ulasan Lengkap

 
Ketika seseorang melakukan tindak pidana saat masih berusia 11 - 12 tahun, maka ia tergolong sebagai anak yang berkonflik dengan hukum. Hal ini ditegaskan dalam Pasal 1 angka 3 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA) sebagai berikut:
 
Anak yang Berkonflik dengan Hukum yang selanjutnya disebut Anak adalah anak yang telah berumur 12 (dua belas) tahun, tetapi belum berumur 18 (delapan belas) tahun yang diduga melakukan tindak pidana.
 
Pada dasarnya, meskipun pencurian yang dilakukan oleh anak baru diketahui saat ia telah memasuki umur 20 tahun (seperti kasus yang Anda uraikan di atas), anak tersebut akan tetap diajukan ke sidang anak dengan berpedoman pada kaidah hukum yang diatur secara lex specialist pada UU SPPA. Hal ini ditegaskan dalam Pasal 20 UU SPPA sebagai berikut:
 
Dalam hal tindak pidana dilakukan oleh Anak sebelum genap berumur 18 (delapan belas) tahun dan diajukan ke sidang pengadilan setelah Anak yang bersangkutan melampaui batas umur 18 (delapan belas) tahun, tetapi belum mencapai umur 21 (dua puluh satu) tahun, Anak tetap diajukan ke sidang Anak.
 
Pencurian Dilakukan 8 Tahun Lalu, Apakah Anak Dapat Dipidana?
Pertanyaan dapat tidaknya seseorang dipidana setelah lampaunya masa waktu tertentu menggiring kita pada terminologi “daluwarsa penuntutan”. Untuk mengetahui daluwarsa penuntutan suatu tindak pidana, terlebih dahulu harus diketahui maksimum ancaman pidana yang dapat dikenakan terhadap pelaku tindak pidana tersebut.
 
Secara umum tindak pidana pencurian dijerat dengan Pasal 362 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun yang selengkapnya berbunyi sebagai berikut:
 
Barang siapa mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, diancam karena pencurian, dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah.
 
Selanjutnya, terkait dengan daluarsa penuntutan diatur dalam Pasal 78 KUHP sebagai berikut:
 
  1. Kewenangan menuntut pidana hapus karena daluwarsa:
  1. mengenai semua pelanggaran dan kejahatan yang dilakukan dengan percetakan sesudah satu tahun;
  2. mengenai kejahatan yang diancam dengan pidana denda, pidana kurungan, atau pidana penjara paling lama tiga tahun, sesudah enam tahun;
  3. mengenai kejahatan yang diancam dengan pidana penjara lebih dari tiga tahun, sesudah dua belas tahun;
  4. mengenai kejahatan yang diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup, sesudah delapan belas tahun.
  1. Bagi orang yang pada saat melakukan perbuatan umurnya belum delapan belas tahun, masing-masing tenggang daluwarsa di atas dikurangi menjadi sepertiga.
 
Berdasarkan ketentuan Pasal 78 KUHP di atas dikaitkan dengan ancaman pidana dalam Pasal 362 KUHP, maka perhitungan daluwarsa penuntutan terhadap anak tersebut adalah sebagai berikut:
 
1/3 x 12 tahun = sesudah 4 tahun
 
Oleh karena pencurian yang dilakukan oleh anak baru diketahui sesudah 8 tahun, maka daluwarsa penuntutan terhadap tindak pidana pencurian yang dilakukan anak tersebut telah terlampaui. Sehingga terhadap anak tersebut tidak dapat dilakukan proses hukum/diajukan ke sidang anak.
 
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.
 
Dasar Hukum:

 

Kembali ke Intisari

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua