Kamis, 11 Juli 2019

Apakah Mereview Film untuk Komersil Melanggar Hak Cipta?

Apakah Mereview Film untuk Komersil Melanggar Hak Cipta?

Pertanyaan

Saya punya 2 kasus pertanyaan Jika seseorang yang pekerjaannya sebagai pereview film, dan dia dapat uang dari itu. Apa dia melanggar hak cipta dengan mereview film dan mendapatkan laba? Bukankah dia sudah membayar film itu lewat menonton bioskop? Jika seseorang yang bekerja sebagai guru komputer di mana dia harus pake software untuk mengajar supaya dapat uang. Apa dia melanggar hak cipta dgn menggunakan software itu?  

Ingin Masalah Anda Segera Tuntas?

Hubungi konsultan hukum profesional dengan biaya terjangkau, pilih durasi dan biaya konsultasi sesuai kebutuhan Anda di sini.

Ulasan Lengkap

 
Kami akan menjawab pertanyaan di atas satu persatu. Untuk pertanyaan pertama terkait dengan pekerjaan me-review film dan mendapat imbalan, sama sekali tidak ada kaitannya dengan hak cipta film. Pekerjaan me-review film yang kami asumsikan mungkin dilakukan secara tertulis, tidak ada kaitannya dengan hak cipta dari film yang direview baik review tadi dilakukan secara komersial maupun tidak. Potensi pelanggaran hak cipta yang mungkin ada ialah apabila dalam review tadi, pembuat review menggunakan foto poster film tanpa izin atau jika review dilakukan secara online, menggunakan potongan clip dari film tersebut tanpa izin Pencipta/Pemegang Hak Cipta.
 
Kami senang Anda bertanya, “bukankah dia sudah membayar film itu lewat menonton di bioskop?” Ini adalah pemahaman awam yang salah mengenai hak cipta yang seolah-olah sudah membayar untuk suatu hak yang besar hanya karena telah membayar ticket bioskop.
 
Seorang penonton bioskop tidak berhak atas hak eksklusif yang dimiliki oleh pencipta/pemegang hak cipta hanya karena dia telah membayar tiket menonton di bioskop.
 
Hak cipta sebagaimana diatur dalam Pasal 1 angka 1 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta (“UUHC’), adalah hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata tanpa mengurangi pembatasan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Hak eksklusif tersbut terbagi dua yaitu hak moral dan hak ekonomi.
 
Karena ini terkait dengan komersialisasi ciptaan, maka kami hanya akan membahas soal hak ekonomi. Pasal 8 UUHC mengatakan bahwa hak ekonomi merupakan hak eksklusif pencipta atau pemegang hak cipta untuk mendapatkan manfaat ekonomi atas ciptaan. Kemudian hak eksklusif tadi dijabarkan lagi dalam Pasal 9 ayat (1) UUHC sebagai berikut:
 
Pasal 9
(1) Pencipta atau Pemegang Hak Cipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 memiliki hak ekonomi untuk melakukan:
  1. Penerbitan Ciptaan;
  2. Penggandaan Ciptaan dalam segala bentuknya;
  3. Penerjemahan Ciptaan;
  4. Pengadaptasian, pengaransemenan, atau pentransformasian Ciptaan;
  5. Pendistribusian Ciptaan atau salinannya;
  6. Pertunjukan Ciptaan;
  7. Pengumuman Ciptaan;
  8. Komunikasi Ciptaan; dan
  9. Penyewaan Ciptaan.
 
Hak eksklusif di atas menurut Pasal 16 ayat (2) UUHC dapat beralih atau dialihkan, baik seluruh maupun sebagian karena:
  1. pewarisan;
  2. hibah;
  3. wakaf;
  4. wasiat;
  5. perjanjian tertulis; atau
  6. sebab lain yang dibenarkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
 
Jadi, apabila seseorang hanya membayar tiket untuk menonton di bioskop, dia tidak serta merta memiliki semua hak eksklusif yang dimiliki oleh pencipta/pemegang hak cipta sebagaimana disebutkan di atas.
 
Untuk pertanyaan kedua, apakah ada hak cipta yang dilanggar apabila seseorang yang bekerja sebagai guru komputer harus memakai software untuk mengajar dan menerima imbalan, kami mengasumsikan bahwa yang Anda ajarkan adalah cara mengoperasikan komputernya.
 
Seorang pengajar yang mengajari muridnya bagaimana mengoperasikan komputer, biasanya mengajarkan hal-hal dasar di mana untuk hal mendasar tadi sudah ada program-program yang menjadi satu paket dalam komputer dimaksud. Sebagaimana telah disebut di atas, selama tidak ada hak eksklusif pencipta/pemegang hak cipta yang dilanggar oleh Anda dalam mengajarkan cara mengoperasikan komputer pada murid-murid Anda, maka tidak ada pelanggaran hak cipta yang terjadi.
 
Contoh pelanggaran adalah misalnya dengan menggandakan program komputer dari satu komputer ke komputer lain tanpa izin atau menggunakan program/software bajakan.
 
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.
 
Dasar Hukum:

 

Kembali ke Intisari


Perjuangan Anda Jangan Berhenti di Artikel Ini

Konsultan hukum profesional dengan biaya terjangkau siap membantu Anda. Pilih durasi dan biaya konsultasi sesuai kebutuhan Anda di sini.

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
MITRA : IPAS Institute
Konsultan Hak Kekayaan Intelektual pada Intellectual Property Advisory Services (IPAS) Institute
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua