Rabu, 03 Juli 2019

Menggunakan Musik yang Telah Dibeli untuk Keperluan Pendidikan

Menggunakan Musik yang Telah Dibeli untuk Keperluan Pendidikan

Pertanyaan

Semisal kita telah membeli musik lewat Google, Amazon ataupun lewat situs selainnya. Apakah otomatis musik yang kita beli, bisa digunakan untuk project video kita? (Misal video kita adalah video sekolah, lalu menggunakan musiknya Alan Walker, dan diupload di media sosial). Apabila tidak bisa, maka bagaimana cara agar kita bisa memakai musik-musik yang lagi hits (bukan yang creative common dan lain lain) untuk project-project kita?  

Ulasan Lengkap

 
Untuk menjawab pertanyaan Anda, kami akan mendasarkannya dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta (“UU Hak Cipta”).
 
Perlu dipahami bahwa lagu dan/atau musik dengan atau tanpa teks merupakan salah satu ciptaan yang dilindungi. Yang dimaksud dengan "lagu atau musik dengan atau tanpa teks" diartikan sebagai satu kesatuan karya cipta yang bersifat utuh.[1]
 
Pelindungan hak cipta atas ciptaan berupa lagu atau musik dengan atau tanpa teks berlaku selama hidup pencipta dan terus berlangsung selama 70 (tujuh puluh) tahun setelah pencipta meninggal dunia, terhitung mulai tanggal 1 Januari tahun berikutnya.[2]
 
Pembatasan Hak Cipta
Dalam hal ini, terdapat beberapa ketentuan yang mengatur perihal pembatasan hak cipta, yang relevan dengan kasus Anda yaitu sebagaimana diatur dalam Pasal 43 huruf d UU Hak Cipta sebagai berikut:
 
Perbuatan yang tidak dianggap sebagai pelanggaran Hak Cipta meliputi:
  1. pembuatan dan penyebarluasan konten Hak Cipta melalui media teknologi informasi dan komunikasi yang bersifat tidak komersial dan/atau menguntungkan Pencipta atau pihak terkait, atau Pencipta tersebut menyatakan tidak keberatan atas pembuatan dan penyebarluasan tersebut.
 
Selain itu, dalam Pasal 44 ayat (1) huruf a UU Hak Cipta juga disebutkan pembatasannya sebagai berikut:
 
Penggunaan, pengambilan, Penggandaan, dan/atau pengubahan suatu Ciptaan dan/atau produk Hak Terkait secara seluruh atau sebagian yang substansial tidak dianggap sebagai pelanggaran Hak Cipta jika sumbernya disebutkan atau dicantumkan secara lengkap untuk keperluan:
  1. pendidikan, penelitian, penulisan karya ilmiah, penyusunan laporan, penulisan kritik atau tinjauan suatu masalah dengan tidak merugikan kepentingan yang wajar dari Pencipta atau Pemegang Hak Cipta;
 
Melihat kasus yang Anda jabarkan, perbuatan menggunakan musik yang telah dibeli melalui digital platform untuk video sekolah lalu diunggah melalui media sosial, merupakan perbuatan yang tidak dianggap sebagai pelanggaran hak cipta, karena hal tersebut merupakan untuk keperluan pendidikan.
 
Tetapi tetap harus diingat bahwa ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu menyebutkan sumbernya atau mencantumkannya secara lengkap, dan juga tidak merugikan kepentingan yang wajar dari pencipta atau pemegang hak cipta.
 
Yang dimaksud dengan "kepentingan yang wajar dari pencipta atau pemegang hak cipta" adalah kepentingan yang didasarkan pada keseimbangan dalam menikmati manfaat ekonomi atas suatu ciptaan.[3]
 
Mencegah Pelanggaran Hak Cipta
Perlu dipahami bahwa untuk mencegah pelanggaran hak cipta dan hak terkait melalui sarana berbasis teknologi informasi, pemerintah berwenang melakukan:[4]
  1. pengawasan terhadap pembuatan dan penyebarluasan konten pelanggaran hak cipta dan hak terkait;
  2. kerja sama dan koordinasi dengan berbagai pihak, baik dalam maupun luar negeri dalam pencegahan pembuatan dan penyebarluasan konten pelanggaran hak cipta dan hak terkait; dan
  3. pengawasan terhadap tindakan perekaman dengan menggunakan media apapun terhadap ciptaan dan produk hak terkait di tempat pertunjukan.
 
Yang dimaksud dengan "konten" adalah isi dari hasil ciptaan yang tersedia dalam media apapun. Bentuk penyebarluasan konten antara lain mengunggah (upload) konten melalui media internet.[5]
 
Sebagai informasi tambahan, Anda dapat simak Amazon Music Terms of Use pada angka 6.1 berikut ini:
 
Reservation of Rights; Waiver. The Services, Software, and Music Content embody intellectual property that is protected by law. Copyright owners of Purchased Music are intended third-party beneficiaries under the Agreement and may enforce the Agreement against you and invoke all rights under the Agreement including limitations of liability. All licenses granted to you are non-exclusive. Our failure to insist upon or enforce your strict compliance with the Agreement will not constitute a waiver of any of our rights
 
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.
 
Dasar Hukum:
 
Referensi:
Amazon Music Terms of Use, diakses pada hari Selasa, 2 Juli 2019, pukul 17.29 WIB.

[1] Pasal 40 ayat (1) huruf d dan Penjelasan Pasal 40 ayat (1) huruf d UU Hak Cipta
[2] Pasal 58 ayat (1) huruf d UU Hak Cipta
[3] Penjelasan Pasal 44 ayat (1) huruf a UU Hak Cipta
[4] Pasal 54 UU Hak Cipta
[5] Penjelasan Pasal 54 huruf a UU Hak Cipta

 

Kembali ke Intisari

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
MITRA : Si Pokrol
Saat ini sudah tidak bekerja di Hukumonline. Namun dulu pernah bergabung di Divisi Klinik.
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua