Jumat, 26 July 2019

Sanksi Jika Gubernur Bepergian ke Luar Negeri Tanpa Izin

Sanksi Jika Gubernur Bepergian ke Luar Negeri Tanpa Izin

Pertanyaan

Kemarin ramai permasalahan Gubernur ke luar negeri tapi tanpa izin. Sebenarnya bagaimana aturannya? Kalau ke luar negeri tanpa izin, apakah ada sanksinya buat Gubernur? Benarkah Menteri yang memberikan sanksi?

Ulasan Lengkap

 
Tugas Gubernur sebagai Pemerintahan Daerah
Gubernur atau dalam hal ini kepala daerah provinsi disebut Pemerintah Daerah (“Pemda”) dalam  Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (“UU 23/2014”) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (“Perppu 2/2014”) yang ditetapkan sebagai undang-undang dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2015 (“UU 2/2015”) kemudian diubah kedua kali dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (“UU 9/2015”), bertindak sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah yang memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah otonom.[1]
 
Pemda bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (“DPRD”) yang dibantu oleh perangkat daerah, menyelenggarakan urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (“UUD 1945”).[2]
 
Gubernur sebagai kepala daerah provinsi dapat dibantu oleh wakil kepala daerah provinsi, dalam hal ini disebut Wakil Gubernur.[3] Adapun Gubernur sebagaimana dijelaskan dalam Pasal 65 UU 9/2015 mempunyai tugas:[4]
  1. memimpin pelaksanaan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dan kebijakan yang ditetapkan bersama DPRD;
  2. memelihara ketenteraman dan ketertiban masyarakat;
  3. menyusun dan mengajukan rancangan Peraturan Daerah (“Perda”) tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (“RPJPD”) dan rancangan Perda tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (“RPJMD”) kepada DPRD untuk dibahas bersama DPRD, serta menyusun dan menetapkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (“RKPD”);
  4. menyusun dan mengajukan rancangan Perda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (“APBD”), rancangan Perda tentang perubahan APBD, dan rancangan Perda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD kepada DPRD untuk dibahas bersama;
  5. mewakili Daerahnya di dalam dan di luar pengadilan, dan dapat menunjuk kuasa hukum untuk mewakilinya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan
  6. dihapus.
  7. melaksanakan tugas lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
 
Dalam melaksanakan tugas di atas, Gubernur sebagai kepala daerah berwenang:[5]
  1. mengajukan rancangan Perda;
  2. menetapkan Perda yang telah mendapat persetujuan bersama DPRD;
  3. menetapkan Perkada dan keputusan kepala daerah;
  4. mengambil tindakan tertentu dalam keadaan mendesak yang sangat dibutuhkan oleh daerah dan/atau masyarakat;
  5. melaksanakan wewenang lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
 
Jika Gubernur Tidak Izin dalam Melakukan Perjalanan ke Luar Negeri?
Khusus mengenai pengaturan tentang Gubernur yang melakukan perjalanan ke luar negeri, terdapat di Pasal 76 ayat (1) huruf i UU 23/2014. Pada intinya Gubernur dan Wakil Gubernur dilarang melakukan perjalanan ke luar negeri tanpa izin dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri).[6] Usulan izin bagi Gubernur dan Wakil Gubernur disampaikan kepada Mendagri.[7]
 
Jika ada Gubernur dan/atau Wakil Gubernur yang kedapatan melakukan perjalanan ke luar negeri tanpa izin dari Mendagri, maka terhadap Gubernur dan/atau Wakil Gubernur tersebut akan dikenakan sanksi berupa pemberhentian sementara selama 3 bulan.
 
Yang memberikan sanksi tersebut bukan Mendagri, melainkan Presiden. Pengaturan mengenai sanksi tersebut diatur di Pasal 77 ayat (2) UU 23/2014, yakni:
 
Kepala daerah dan/atau wakil kepala daerah yang melakukan perjalanan ke luar negeri tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 ayat (1) huruf i dikenai sanksi pemberhentian sementara selama 3 bulan oleh Presiden untuk gubernur dan/atau wakil gubernur serta oleh Menteri untuk bupati dan/atau wakil bupati atau wali kota dan/atau wakil wali kota.
 
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.
 
Dasar Hukum:

[1] Pasal 1 angka 3 jo. Pasal 59 UU 23/2014
[2] Pasal 1 angka 2 jo. Pasal 57 UU 23/2014
[3] Pasal 63 UU 9/2015
[4] Lihat Pasal 1 angka 25, 27 s.d 29, dan angka 32 UU 23/2014
[5] Pasal 65 ayat (2) UU 9/2015
[6] Lihat Pasal 1 angka 44 UU 23/2014
[7] Penjelasan Pasal 76 ayat (1) huruf I UU 23/2014

 

Kembali ke Intisari

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
PENJAWAB : Dimas Hutomo, S.H.
MITRA : Si Pokrol
Dimas Hutomo mendapatkan gelar sarjana hukum dari Universitas Airlangga pada 2014 dengan mengambil Peminatan Sistem Peradilan. 
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua