Jumat, 25 October 2019

Ketika Orang Tua Asuh Berebut Hak Asuh Anak dengan Ibu Kandung

Ketika Orang Tua Asuh Berebut Hak Asuh Anak dengan Ibu Kandung

Pertanyaan

Ada salah satu teman yang telah merawat atau mengasuh anak sejak umur 1 tahun dan sekarang umur anak tersebut telah berusia 5 tahun. Ibu kandung si anak kemudian ingin mengasuh anaknya kembali, akan tetapi teman tersebut malah meminta ganti rugi dan mengancam ibu anak tersebut. Pertanyaan saya, apakah sang ibu kandung masih boleh mengasuh anaknya? Seperti apakah dasar hukumnya?

Ulasan Lengkap

 
Dalam kasus teman Anda, tidak dijelaskan secara spesifik apakah status anak tersebut telah dilakukan permohonan sebagai anak angkat atau teman Anda sekadar merawat atau mengasuh anak tersebut. Perbedaan antara anak angkat dan anak asuh terletak pada statusnya. Status anak asuh tetap sebagai anak sah dari orang tuanya. Tanggung jawab orang tua asuh hanya agar anak asuh tersebut memperoleh pengasuhan yang tepat sesuai dengan haknya. Sedangkan status anak angkat akan berubah. Nama orang tua angkatnya akan dicantumkan sebagai nama orang tuanya, dan bukan nama orang tua kandungnya lagi. Karena Anda tidak menjelaskan secara rinci, kami asumsikan bahwa teman Anda hanya merawat dan mengasuh anak tersebut.
 
Pengasuhan Anak
Pengertian pengasuhan anak sendiri diuraikan dalam Pasal 1 angka 2 Peraturan Menteri Sosial Nomor 21 Tahun 2013 tentang Pengasuhan Anak (“Permensos 21/2013”) sebagai berikut:
 
Pengasuhan Anak adalah upaya untuk memenuhi kebutuhan akan kasih sayang, kelekatan, keselamatan, dan kesejahteraan yang menetap dan berkelanjutan demi kepentingan terbaik anak, yang dilaksanakan baik oleh orang tua atau keluarga sampai derajat ketiga maupun orang tua asuh, orang tua angkat, wali serta pengasuhan berbasis residensial sebagai alternatif terakhir.
 
Sedangkan orang tua asuh adalah orang tua selain keluarga atau orang tua tunggal yang menerima kewenangan untuk melakukan pengasuhan anak yang bersifat sementara.[1] Calon orang tua asuh harus memenuhi syarat:[2]
  1. berumur paling rendah 21 tahun;
  2. sehat fisik dan mental;
  3. berkelakuan baik;
  4. berdomisili tetap di Indonesia;
  5. beragama sama dengan agama yang dianut anak;
  6. bersedia menjadi orang tua asuh yang dinyatakan dalam surat pernyataan;
  7. memiliki kompetensi dalam mengasuh anak dengan lulus uji kompetensi untuk calon orang tua asuh.
 
Terkait dengan pertanyaan teman Anda mengenai apakah orang tua kandung masih boleh mengasuh anaknya, jawabannya tentu saja boleh. Hal tersebut dinyatakan dalam Pasal 3 huruf a Permensos 21/2013 yang menyatakan bahwa pengasuhan anak dilakukan dengan memperhatikan hak untuk diasuh oleh orang tuanya. Permensos 21/2013 juga telah menegaskan bahwa pengasuhan oleh orang tua asuh bersifat sementara, dilaksanakan paling lama satu tahun. Selama anak berada dalam pengasuhan orang tua asuh harus diupayakan reunifikasi keluarga sesegera mungkin oleh Pekerja Sosial Profesional yang mendapat tugas dari instansi sosial demi kepentingan terbaik bagi anak.[3]
 
Dalam hal reunifikasi keluarga belum tercapai, sedangkan anak memiliki kelekatan dengan orang tua asuh, dan pengasuhan lebih permanen belum diperoleh, jangka waktu pengasuhan dapat diperpanjang, berdasarkan hasil asesmen dari Pekerja Sosial Profesional.[4]
 
Pengangkatan Anak
Jika teman Anda memang ingin mempertahankan hak untuk mengasuh anak tersebut, kami sarankan agar teman Anda mengajukan permohonan pengangkatan anak ke pengadilan negeri, alih-alih mengancam ibu kandung anak tersebut. Hal ini sesuai dengan ketentuan Pasal 20 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 54 tahun 2007 tentang Pelaksanaan Pengangkatan Anak (“PP 54/2007”)
 
Sedangkan syarat-syarat pengangkatan anak terdapat dalam Pasal 12 dan Pasal 13 PP 54/2007 yang masing-masing berbunyi sebagai berikut:
 
Pasal 12 PP 54/2007
  1. Syarat anak yang diangkat, meliputi:
    1. belum berusia 18 (delapan belas) tahun;
    2. merupakan anak terlantar atau ditelantarkan;
    3. berada dalam asuhan keluarga atau dalam lembaga pengasuhan anak; dan
    4.  memerlukan perlindungan khusus.
  2. Usia anak angkat sebagaimana dimaksud pula pada ayat (1) huruf a meliputi:
    1. anak belum berusia 6 (enam) tahun, merupakan prioritas utama;
    2. anak berusia 6 (enam) tahun sampai dengan belum berusia 12 (dua belas) tahun, sepanjang ada alasan mendesak; dan
    3. anak berusia 12 (dua belas) tahun sampai dengan belum berusia 18 (delapan belas) tahun, sepanjang anak memerlukan perlindungan khusus.
 
Pasal 13
Calon orang tua angkat harus memenuhi syarat-syarat:
  1. sehat jasmani dan rohani;
  2. berumur paling rendah 30 (tiga puluh ) tahun dan paling tinggi 55 (limapuluh lima) tahun;
  3. beragama sama dengan agama calon anak angkat;
  4. berkelakuan baik dan tidak pernah dihukum karena melakukan tindak kejahatan;
  5. berstatus menikah secara sah paling singkat 5 (lima) tahun;
  6. tidak merupakan pasangan sejenis;
  7. tidak atau belum mempunyai anak atau hanya memiliki satu orang anak;
  8. dalam keadaan mampu secara ekonomi dan sosial;
  9. memperoleh persetujuan anak dan izin tertulis dari orang tua atau wali anak;
  10. membuat pernyataan tertulis bahwa pengangkatan anak adalah demi kepentingan terbaik bagi anak, kesejahteraan dan perlindungan anak;
  11. adanya laporan sosial dari pekerja sosial setempat;
  12. telah mengasuh calon anak angkat paling singkat 6 (enam) bulan, sejak izin pengasuhan diberikan;
  13. memperoleh izin Menteri dan/atau kepala instansi sosial.
 
Perlu diingat bahwa pengangkatan anak tidak memutuskan hubungan darah antara anak yang diangkat dengan orang tua kandungnya.[5]
 
Demikian jawaban dari kami. Semoga bermanfaat
 
Dasar Hukum:
 

[1] Pasal 1 angka 11 Permensos 21/2013
[2] Pasal 23 ayat (1) Permensos 21/2013
[3] Pasal 27 Permensos 21/2013
[4] Pasal 28 ayat (1) Permensos 21/2013
[5] Pasal 4 PP 54/2007

 

Kembali ke Intisari

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik Klinik Hukum disediakan khusus bagi member Hukumonline untuk mengajukan persoalan atau permasalahan hukum yang dihadapi.
Jika Anda sudah menjadi member Hukumonline, silakan Login, atau klik Daftar untuk bergabung.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua

×

Belajar Hukum secara online
dari pengajar berkompeten
dengan biaya terjangkau.

Mulai dari:
Rp149.000