Pencatatan Nikah Saat Suami atau Istri Telah Wafat

Pencatatan Nikah Saat Suami atau Istri Telah Wafat

Permohonan itsbat nikah diajukan secara kontentius. Hakim diminta berhati-hati.
Pencatatan Nikah Saat Suami atau Istri Telah Wafat
Ilustrasi: Shutterstock

Pencatatan perkawinan sangat penting artinya bagi pasangan yang menikah karena berkaitan dengan keabsahan perkawinan dimaksud. Dampaknya juga akan terasa pada masalah harta perkawinan dan pewarisan. Mungkin masalah tidak timbul selama puluhan tahun, tetapi ketika pasangan berurusan dengan layanan pemerintahan, pencatatan perkawinan acapkali menjadi syarat yang menghambat. Lantas, apakah pencatatan perkawinan dimungkinkan jika salah satu dari satu pasangan telah meninggal dunia.

Realitanya, masih banyak pasangan suami istri yang tidak mencatatkan perkawinannya di Kantor Urusan Agama (KUA). Salah satu contohnya, dikutip dari Jurnal Hukum Islam Vol. 18 No. 2, sebanyak 50 pasutri di Aceh Tengah dari 14 kecamatan melakukan itsbat nikah massal. Pencatatan nikah baru terasa dibutuhkan jika salah satu pasangannya meninggal dunia, tanpa adanya pencatatan perkawinan, pasangan tersebut berikut keturunannya menjadi tak berhak mendapatkan harta warisan apapun.

Adanya itsbat nikah ini menjadi solusi bagi pernikahan yang tidak diakui secara formal, sehingga dapat memberikan jaminan kepastian hukum terhadap pernikahannya dan memenuhi aspek legal formal lainnya. Namun, adanya itsbat nikah juga memberikan peluang bagi pasangan yang melakukan pernikahan ilegal untuk mendapatkan pengakuan hukum atas pernikahannya secara legal (Zakiul Fuady dalam Mediasi dalam Itsbat Nikah Kontensius di Mahkamah Syar’iyyah Aceh Tengah).

Pencatatan perkawinan harus melalui mekanisme pengesahan perkawinan di Pengadilan Agama yang dikenal dengan istilah itsbat nikah. Kompilasi Hukum Islam (KHI) yang dituangkan melalui Inpres No. 1 Tahun 1991 mengatur perihal itsbat nikah dalam Pasal 7 ayat (2), di mana diatur “Dalam hal perkawinan tidak dapat dibuktikan dengan akta nikah, dapat diajukan itsbat nikahnya ke Pengadilan Agama”.

Masuk ke akun Anda atau berlangganan untuk mengakses Premium Stories
Premium Stories Professional

Segera masuk ke akun Anda atau berlangganan sekarang untuk Dapatkan Akses Tak Terbatas Premium Stories Hukumonline! Referensi Praktis Profesional Hukum

Premium Stories Professional