Kamis, 03 April 2014
Implementasi Putusan Mahkamah Konstitusi No. 1/PUU-XI/2013 tentang penghapusan frasa ‘sesuatu perbuatan lain maupun perbuatan tidak menyenangkan’ dalam Pasal 335 ayat (1) butir 1 KUHP
Diskusi Hukumonline.com 2014 dan DPC Peradi Jakarta Selatan
2013 merupakan tahun momentum di mana Mahkamah Konstitusi (MK) telah menghapuskan unsur yang kontroversial dalam pasal karet yang menyebabkan ketidakpastian hukum dalam penegakan hukum pidana di Indonesia. Pasal tersebut adalah Pasal 335 (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Melalui Putusan dengan No. 1/PUU-XI/2013, MK menghapus frasa ‘sesuatu perbuatan lain maupun perbuatan tidak menyenangkan’.

Frasa ini telah menjadi alasan untuk memperkarakan seseorang dan membawanya ke hotel prodeo sejak jaman penjajahan Belanda hingga 69 tahun kemerdekaan Indonesia. Oleh karenanya, penghapusan frasa ini menuai respon yang beragam dari berbagai kalangan praktisi hukum, yakni hakim, advokat, dan kepolisian sebagai penyidik.

Meski berbeda profesi dan sudut pandang dalam menangani suatu perkara, namun ketiga pihak tersebut sepakat bahwa penghapusan frasa tersebut telah mencerminkan perkembangan hukum yang mulai mengejar perkembangan sosial.

Kesepakatan tersebut tercermin dalam diskusi hukum yang digelar oleh Hukumonline.com bekerja sama dengan DPC Peradi Jakarta Selatan pada 27 Maret 2014. Dalam diskusi yang bertopik “Implementasi Putusan Mahkamah Konstitusi No. 1/PUU-XI/2013 tentang penghapusan frasa ‘sesuatu perbuatan lain maupun perbuatan tidak menyenangkan’ dalam Pasal 335 ayat (1) butir 1 KUHP”, Hukumonline.com mengundang narasumber berikut:
  1. Prof. DR. Krisna Harahap, S.H., M.H., selaku Hakim Ad-Hoc Pengadilan Tindak Pidana Korupsi
  2. Robaga Gautama Simanjuntak, S.H., M.H., selaku Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia Jakarta Selatan
  3. Drs. Guntur Setyanto, M.Si., selaku perwakilan dari Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia.
Dalam diskusi tersebut, ketiga narasumber menyampaikan perspektif sesuai dengan bidang pekerjaan masing-masing. Mengetahui keberagaman perspektif ini, para peserta menjadi sangat aktif dalam mempertanyakan segala kemungkinan permasalahan hukum yang muncul akibat dari penghapusan ini.
 
Diskusi ini didukung oleh:
DPC Peradi Jakarta Selatan
 

 

---------------------------------------------------------------

Jika anda tertarik dengan notulensi diskusi ini, silahkan hubungi kami via email ke talks(at)hukumonline(dot)com. Notulensi diskusi ini tersedia gratis bagi pelanggan hukumonline.com*.

*syarat dan ketentuan berlaku

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua