Rabu, 01 Oktober 2014
Aspek Hukum Pertanahan dan Rumah Susun di Indonesia (Teori dan Praktek)
Memahami berbagai aspek hukum properti dan rumah susun secara teori dan praktek
YI/DP
Pesatnya perkembangan sektor properti di Indonesia memaksa berbagai pihak untuk lebih memahami mengenai hukum properti, terutama megenai pertanahan dan rumah susun. Hukum agraria merupakan bidang hukum positif yang mengatur unsur-unsur sumber daya alam yang  merupakan satu kesatuan atas suatu bidang tanah. Sumber daya alam tersebut meliputi bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya termasuk ruang angkasa. Penguasaan dan pemilikan tanah diatur sepenuhnya oleh hukum agraria.

Pemahaman lebih mendalam mengenai hukum pertanahan dan hukum rumah susun sangat penting bagi semua pihak yang terlibat dalam bidang usaha properti, tak hanya pengembang dan ahli hukum saja, tapi juga masyarakat awam. Untuk lebih memahami segala aspek hukum pertanahan dan rumah susun, hukumonline.com bekerja sama dengan Leks&Co Lawyers telah sukses mengadakan pelatihan "Aspek Hukum Pertanahan dan Rumah Susun di Indonesia Teori dan Praktek)" pada Selasa, 30 September 2014 di Hotel Aryaduta Jakarta. Narasumber dari Leks&Co yang hadir dalam pelatihan ini adalah:

1. Eddy M. Leks, S.H., M.H., ACIArb.;
2. Ivor Ignasio Pasaribu, S.H.;
3. Aditya Rahardiyan. S.H., M.H; dan
4. Rama Mahendra, S.H.


Pelatihan ini membahas aspek hukum pertanahan dan rumah susun, antara lain mengenai dasar hukum pertanahan, pembahasan sengketa lahan, hukum rumah susun dalam perspektif pengembang, P3SRS, uji tuntas hukum dan akuisisi properti, dan pembahasan kasus akuisisi properti. 

Peserta yang hadir dalam pelatihan ini sejumlah 40 orang dan sangat antusias mengikuti pelatihan ini. Peserta aktif bertanya dan berdiskusi dengan narasumber. Narasumber juga menyampaikan materi dengan baik dan interaktif. 

 _ _ _ _ _ _

Jika anda tertarik dengan notulensi pelatihan ini, silahkan hubungi kami via email ke talks(at)hukumonline(dot)com. Notulensi ini tersedia gratis bagi pelanggan hukumonline.
 

Didukung oleh:

Leks&Co Lawyers
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua