Rabu, 25 May 2016
Penawaran Umum sebagai Suatu Alternatif Pembiayaan melalui Pasar Modal
Diskusi Assegaf Hamzah & Partners (AHP) Surabaya Office dan Hukumonline.com
AW/ES
 
 
 
Berbagai cara dapat ditempuh perusahaan dalam upaya memperluas usaha atau mengembangkan bisnis yang dimilikinya. Penawaran Umum atau Initial Public Offering (IPO) merupakan salah satu alternatif yang dapat menjadi pilihan perusahaan dalam rangka pembiayaan perusahaan dan mengembangkan unit usaha yang dimiliki.

Sejalan dengan rencana Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam mempromosikan iklim investasi yang baik dan juga dalam rangka pengembangan pasar modal khususnya di daerah Jawa Timur, maka AHP Surabaya Office menyelenggarakan diskusi dengan topik “Penawaran Umum sebagai Alternatif Pembiayaan Pasar Modal” yang ditujkan khusus untuk perusahaan yang berdomisili di daerah Surabaya dan sekitarnya.

Dalam diskusi ini dibahas terkait Penawaran Umum dari dua aspek, yaitu aspek bisnis dan hukum. Sebagai contoh, dari aspek bisnis yang disampaikan oleh Donny Arsal sebagai Director – Head of Investment Banking dari Mandiri Sekuritas, persiapan yang matang baik dari sisi bisnis komersial perusahaan, investment story yang kuat, dan dokumentasi yang tertata dengan baik menjadi kunci keberhasilan dalam melakukan IPO. Sementara itu dari sisi hukum, Bono Daru Adji yang merupakan Co-Managing Partner dari Assegaf Hamzah and Partners menyampaikan beberapa poin terkait IPO, termasuk di antaranya terkait Uji Tuntas (Legal Due Diligence) dari segi hukum dan kewajiban-kewajiban pasca IPO.

Secara umum, diskusi yang dimoderatori oleh Putu Suryastuti yang merupakan Partner dari Assegaf Hamzah and Partners ini berjalan dengan lancar. Seluruh peserta sangat antusias berdiskusi terkait dengan permasalahan yang mereka hadapi terkait proses IPO di perusahaan mereka masing-masing. Diskusi ini dilaksanakan di Bumi Surabaya City Resort pada 1 Juni 2016 yang lalu.
 
 
Narasumber
Bono Daru Adji
Assegaf Hamzah & Partners
Donny Arsal
Mandiri Sekuritas
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua