Rabu, 23 October 2019
Membedah Aspek Hukum Transaksi Derivatif dan Perjanjian Derivatif dalam ISDA Master Agreement 2002 (Angkatan Ke-IV)
Pelatihan ini ditujukkan bagi pelaku usaha khususnya kalangan perbankan sebagai "pemain derivatif" agar mengetahui dan memahami aspek hukum transaksi derivatif dan ISDA Master Agreement 2002 sebagai perjanjian derivatif yang berimbang bagi para pihak.
DH/ES

Hukumonline.com mengadakan pelatihan dengan topik “Membedah Aspek Hukum Transaksi Derivatif dan Perjanjian Derivatif dalam ISDA Master Agreement 2002 (Angkatan Ke-IV)”. Penyampaian materi yang dibahas adalah mengenai prinsip-prinsip dasar Transaksi Derivatif, lalu prinsip dasar ISDA Master Agreement, Isi pasal dari ISDA Master Agreement, Negotiation dalam schedule, serta membahas regulasi seputar perkembangan Transaksi Derivatif di Indonesia. Terkait dengan ISDA Master Agreement. Dikupas bahwa pada dasarnya Transaksi Derivatif hadir untuk mengalihkan risiko dari kerugian yang besar. Selain itu dibahas pula bahwa sebenarnya ada banyak bentuk Perjanjian Derivatif, namun ISDA Master Agreement dianggap sebagai bentuk perjanjian derivatif yang paling fair oleh para pelaku derivatif.

Secara umum, pelatihan ini berjalan dengan lancar, dimana seluruh peserta antuasias dalam berdiskusi terkait dengan persoalan-persoalan mengenai tahapan dan klausul ISDA Master Agreement dengan kasus/ praktik yang dialami oleh masing-masing pihak. Pelatihan ini telah dilaksanakan di Fraser Place, Setiabudi, Jakarta pada 22 Oktober 2019 lalu.

------------

Jika anda tertarik dengan notulensi workshop ini, silahkan hubungi kami via email ke [email protected] Notulensi workshop ini tersedia gratis bagi pelanggan Hukumonline.com*.

*syarat dan ketentuan berlaku

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua