Rabu, 20 November 2019
Implikasi Peraturan Presiden tentang Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Perjanjian Privat Komersial
Diskusi ini bertujuan untuk memberikan pandangan, pengetahuan, dan informasi terkait kewajiban penggunaan Bahasa Indonesia, khususnya dalam suatu perjanjian.
DH/ES
 
&
 
 
 
Hukumonline.com bekerja sama dengan Assegaf Hamzah & Partners mengadakan diskusi dengan topik “Implikasi Peraturan Presiden tentang Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Perjanjian Privat Komersial” yang diselenggarakan pada Selasa, 19 November 2019, di Le Meridien Hotel, Jakarta.. Penyampaian materi meliputi Ruang Lingkup Kebijakan Penggunaan Bahasa Indonesia, serta Implikasi Hukum penggunaan Bahasa Indonesia terhadap Perjanjian Privat Komersial.
 
Dijelaskan bahwa kehadiran Peraturan Presiden 63 Tahun 2019 tentang Penggunaan Bahasa Indonesia (Perpres 63/2019) adalah terkait indeks penggunaan Bahasa Indonesia yang menurun, sehingga penggunaan Bahasa Indonesia diperlukan terkait dengan karakter dan identitas masyarakat Indonesia. Peraturan ini pun dianggap sebagai penyempurnaan dari Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2010 tentang Penggunaan Bahasa Indonesia Dalam Pidato Resmi Presiden Dan/Atau Wakil Presiden Serta Pejabat Negara Lainnya (Perpres 16/2010) sebagai peraturan pelaksana dari Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, Dan Lambang Negara, Serta Lagu Kebangsaan (UU 24/2009). Terkait penggunaan bahasa Indonesia di Perpres 63/2019 masih "abu-abu", karena belum ada kejelasan sanksi, pedoman, dan definisi. Banyak pula kritik terhadap kehadiran Perpres 63/2019 karena tidak sejalan dengan semangat investasi yang ada di Indonesia saat ini. Pemerintah pun masih akan mengeluarkan turunan dari Perpres 63/2019 melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Peraturan-peraturan daerah sebagai panduan dan pengawasan dari penggunaan bahasa Indonesia. Untuk itu, pemerintah pun seharusnya dalam membuat peraturan-peraturan turut melibatkan para pihak terkait, khususnya pelaku usaha dan praktisi hukum, agar dalam praktiknya pelaku usaha dan praktisi dapat mengimplementasi kan suatu peraturan perundang-undangan tertentu.
 
Secara umum, diskusi berjalan dengan lancar. Para peserta yang hadir sangat antusias dalam menyampaikan pendapat dan menanyakan isu-isu yang terjadi dalam dunia privat komersial terkait dengan kewajiban penggunaan Bahasa Indonesia, khususnya dalam suatu perjanjian dan nota kesepahaman.
------------

Jika anda tertarik dengan notulensi diskusi ini, silahkan hubungi kami via email ke [email protected] Notulensi pelatihan ini tersedia gratis hanya untuk pelanggan Hukumonline.com*.

*syarat dan ketentuan berlaku
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua