Rabu, 19 February 2020
“Praktik Kepemilikan Tanah Secara Tidak Langsung dan Perlindungannya” (terhadap Pembeli yang Beritikad Baik dalam Jual Beli Tanah)
Diskusi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait seluk beluk pertanahan dan implikasi perjanjian yang dapat merugikan pemilik asli tanah dan pembeli beritikad baik selanjutnya
DFC/FD
Tanah pada hakikatnya tidak hanya digunakan sebagai hunian semata, tetapi juga untuk melakukan usaha hingga sebagai jaminan berbagai bentuk pinjaman. Saat ini perkembangan pembangunan di Indonesia semakin meningkat sejalan dengan meningkatnya jumlah investasi. Hal tersebut menimbulkan potensi permasalahan terkait kepemilikan tanah. Permasalahan terkait jual-beli tanah tersebut tak jarang banyak merugikan pembeli beritikad baik. Sehubungan dengan hal tersebut, maka Hukumonline mengadakan kegiatan Diskusi Publik “Praktik Kepemilikan Tanah Secara Tidak Langsung dan Perlindungannya” (terhadap Pembeli yang Beritikad Baik dalam Jual Beli Tanah).
 
Diskusi ini dihadiri oleh panelis-panelis yang ahli dalam bidangnya, yang diantaranya ialah: I Gusti Agung Sumanatha, S.H. M.H (Hakim Agung, Mahkamah Agung RI), Dr. Suparjo, S.H., M.H (Akademisi, Fakultas Hukum Universitas Indonesia), Dr. H. Johamran Pransisto S.H. M.H (Kepala Bagian Perundang-undangan I – Kementerian ATR/BPN RI); dan Dr. Hotman Paris Hutapea, S.H., M.Hum. Diskusi ini dimoderatori oleh Christina Desy, S.H., LL.M. - Legal Research & Analyst Manager, Hukumonline.com.
 
Materi yang disampaikan antara lain terkait Kerangka Hukum Pertanahan di Indonesia, Tantangan Praktik Jual Beli Tanah di Indonesia, Implementasi Putusan Pengadilan terkait Sengketa Pertanahan dengan Perjanjian Nominee di Indonesia, dan Perjanjian Nominee dalam KUHPerdata dan Regulasi Pertanahan di Indonesia serta Pengaturan yang Ideal terkait Kepemilikan Tanah.
 
Secara umum, rangkaian kegiatan ini berjalan dengan lancar, dimana seluruh peserta antusias terhadap diskusi terkait pertanahan dan permasalahannya. Kegiatan ini telah dilaksanakan di Hotel Sari Pacific, Jakarta pada 18 Februari 2020 lalu.
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua