Selasa, 10 March 2020
Masa Depan Amicus Curiae dalam Sistem Hukum di Indonesia
Webinar ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait perkembangan amicus curiae di Indonesia
DFC/FD
Amicus Curiae adalah seseorang, sekumpulan orang atau suatu organisasi, sebagai pihak ketiga yang bukan merupakan pihak dalam suatu perkara, namun memiliki kepentingan atau kepedulian atas perkara itu, lalu memberikan keterangan, baik lisan maupun tertulis, untuk membantu peradilan yang memeriksa dan memutus perkara tersebut demi mengatasnamakan kepentingan masyarakat luas yang akan menerima dampak dari putusan tersebut.
 
Walaupun dalam praktik amicus curiae telah sering dipraktikan hingga saat ini kedudukannya dalam sistem hukum di Indonesia masih belum jelas. Dalam praktiknya dari kasus-kasus dimana terdapat amicus curiae yang mengirimkan amicus briefnya dalam perkara-perkara yang berlangsung, baik di tingkat pertama, banding, kasasi maupun peninjauan kembali dalam putusannya juga tidak adanya kejelasan.
 
Ditengah pandemik COVID-19 ini, kami tetap mengadakan seminar dengan topik hukum yang teraktual dengan sistem online/ webinar. Hukumonline.com telah mengadakan Webinar dengan topik "Masa Depan Amicus Curiae dalam Sistem Hukum di Indonesia". Tujuan dari webinar ini ialah memberikan pemahaman mengenai perkembangan dan implikasi penerapan amicus curiae di Indonesia.
 
Webinar ini disampaikan oleh narasumber-narasumber ahli pada bidangnya, diantaranya ialah: Tongam R. Silaban, S.H, M.H (Kepala Bidang Perencanaan Legislasi, Badan Pembinaan Hukum Nasional, Kementerian Hukum dan HAM RI), Dr. Abdullah S,H., M.S (Kepala Biro Humas Mahkamah Agung RI) Miko Susanto Ginting (Akademisi Hukum Pidana, Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera) dan Dr. Tristam Pascal Moeliono, S.H., M.H., LL.M. (Akademisi Fakultas Hukum, Universitas Parahyangan, Bandung). Selain itu webinar ini dimoderatori oleh Arsil selaku Peneliti Senior, Lembaga Kajian dan Advokasi untuk Independensi Peradilan (LeIP)
 
Secara umum, webinar ini berjalan dengan baik, dimana seluruh peserta antusias dalam berdiskusi dan tanya jawab. Webinar telah dilaksanakan pada Kamis, 9 April 2020 lalu.
---
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua