Apa saja peraturan pemerintah dari UU PT dan perubahannya dalam UU Cipta Kerja? Apakah PP No. 27/ Tahun 1998 tentang Penggabungan, Peleburan dan Pengambilalihan Perseroan Terbatas masih berlaku?
Artikel di bawah ini adalah pemutakhiran dari artikel dengan judul sama yang dibuat olehDiana Kusumasari, S.H., M.H.dan pertama kali dipublikasikan pada 18 Mei 2011.
Belajar Hukum Secara Online dari Pengajar Berkompeten Dengan Biaya Terjangkau
Mulai DariRp. 149.000
Seluruh informasi hukum yang ada di Klinik hukumonline.com disiapkan semata – mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum (lihat Pernyataan Penyangkalan selengkapnya). Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Konsultan Mitra Justika.
Peraturan Pelaksana UU PT
Singkatnya, hukum perseroan terbatas (“PT”) pada awalnya diatur dalam KUHD.[1] Kemudian, aturan mengenai PT diatur secara lebih khusus dalam UU 1/1995yang saat ini sudah tidak berlaku lagi. Pada saat berlakunya UU 1/1995 tersebutlah terbit salah satu peraturan pelaksana yaitu PP 27/1998 sebagaimana Anda tanyakan.
Perlu diketahui, saat ini mengenai hukum PT diatur dalam UU PT dan perubahannya dalam UU Cipta Kerja. Namun, perlu dicatat meskipun UU 1/1995 telah dicabut dan tidak berlaku lagi, peraturan pelaksananya tetap dinyatakan berlaku sepanjang tidak bertentangan atau belum diganti dengan yang baru berdasarkan UU PT dan perubahannya.[2]
Dengan demikian, PP 27/1998 yang mengatur syarat dan tata cara penggabungan, peleburan, pengambilalihan PT, serta keberatan terhadap hal tersebut masih berlaku sampai saat ini.
Sebagai informasi, pengaturan mengenai penggabungan, peleburan dan pengambilalihan tersebut tidak hanya diatur dalam PP 27/1998 saja. Melainkan, diatur juga dalam PP 57/2010 sebagai peraturan pelaksana dari UU 5/1999dan perubahannya dalam UU Cipta Kerja.
Untuk menyempurnakan pelaksanaan UU PT, tentunya dibutuhkan peraturan pelaksana seperti peraturan pemerintah maupun peraturan menteri. Untuk mempermudah pemahaman, berikut ini adalah beberapa contoh peraturan pelaksana yang berkaitan dengan UU PT yang masih berlaku saat artikel ini ditulis.
PP 43/2011yang memuat kewajiban setiap PT untuk memiliki nama.[3] Lebih lanjut, aturan pelaksana ini pada intinya memuat ketentuan terkait tata cara pengajuan dan pemakaian nama perseroan.
PP 47/2012 yang memuat komitmen PT selaku subjek hukum untuk bertanggung jawab atas tetap terciptanya hubungan PT yang serasi dan seimbang dengan lingkungan dan masyarakat setempat sesuai dengan nilai, norma, dan budaya masyarakat tersebut.[4]
PP 8/2021 yang mengatur tujuan meningkatkan kemudahan masyarakat dalam menyelenggarakan kegiatan ekonomi yang memiliki kemampuan daya saing terhadap era globalisasi, terutama masyarakat dengan usaha mikro dan kecil.[5] Secara garis besar, PP 8/2021 mengatur perubhn beberp ketentun PT secara umum serta mengatur tentng pendirin dn pengturn persern perrngn untuk usaha mikro dan kecil.[6]
Permenkumham M.HH-02.AH.01.01/2010, yang memuat pengumuman PT dalam Berita Negara Republik Indonesia (“BN RI”) dan Tambahan Berita Negara Republik Indonesia (“TBN RI”). Pengumuman PT dalam BN RI meliputi: pembubaran PT, rencana pembagian kekayaan hasil likuidasi, atau berakhirnya status badan hukum PT.[7] Sedangkan, pengumuman PT dalam TBN RI meliputi:[8]
a. akta pendirian PT beserta keputusan menteri mengenai pengesahan badan hukum PT;
b. akta perubahan anggaran dasar (“AD”) PT beserta keputusan menteri mengenai persetujuan perubahan AD yang memerlukan persetujuan; dan/atau
c. akta perubahan AD PT yang telah diterima pemberitahuannya oleh menteri.
5. Permenkumham 21/2021 yang mengatur terkait PT persekutuan modal dan perseroan perorangan dalam hal pendirian, perubahan, dan pembubaran PT.
Perkaya riset hukum Anda dengan analisis hukum terbaru dwibahasa, serta koleksi terjemahan peraturan yang terintegrasi dalam Hukumonline Pro, pelajari lebih lanjut di sini.