Selasa, 31 Mei 2011
Dibaca: 36981
Pertanyaan :
Bagaimana Jika Terjerat Utang dengan Lintah Darat?
Saya mempunyai seorang tante (bulek). Tidak tahu kenapa akhir-akhir ini bulek saya itu sering utang banyak untuk keperluan yang tidak diketahui (kemungkinan foya-foya). Dan bodohnya utangnya ke lintah darat dengan bunga yang semena-mena sendiri. Pertanyaan pertama, apakah tidak mengatur bunga kredit pinjaman mengingat bulek saya harus membayar 3 kali lipat dari yang seharusnya? Kemudian, keluarga melunasi segala utang-utang tersebut dengan janji bulek tidak akan utang lagi. Keluarga juga membuat perjanjian antara lintah darat dan keluarga agar tidak meminjam bulek saya lagi. Tetapi, 2 bulan berlanjut dia utang lagi, malahan utangnya lebih besar dari yang sebelumnya dengan lintah darat yang sama. Pertanyaan kedua, apakah perjanjian antara keluarga dan lintah darat tersebut bisa menggugurkan perjanjian pinjam meminjam antara bulek saya dengan lintah darat itu? Kemudian bulek saya membawa lari motor sewaan untuk dijual. Pertanyaan ketiga, kalau dilaporkan ke polisi nanti delik pidana dengan pasal penggelapan apa perdata dalam hal wanprestasi perjanjian sewa menyewa?
Jawaban :

1.      Pada prinsipnya utang-piutang bersifat kekal atau abadi dan dapat diturunkan ke ahli waris. Karena sifatnya yang kekal oleh karena itu utang wajib dibayar, apabila utang tidak dibayar maka si orang yang berutang dapat dikenakan untuk membayar biaya, ganti rugi serta bunga. Hal tersebut dimuat dalam Pasal 1239 KUH Perdata, yang menyatakan:

 

”...Tiap-tiap perikatan untuk berbuat sesuatu atau untuk tidak berbuat sesuatu, apabila si berutang tidak memenuhi kewajibannya, mendapatkan penyelesaiannya dalam kewajiban memberikan penggantian biaya, rugi dan bunga...”

 

Oleh karena itu, pemberian bunga atas utang pokok secara hukum perdata pada dasarnya adalah untuk memaksa agar orang yang berutang tidak lalai atas kewajibannya untuk membayarkan utangnya. Namun, dalam praktek di masyarakat pemberian utang dari yang memberikan pinjaman dikenakan bunga yang tinggi, bahkan sering terjadi orang yang berutang membayar 3 (tiga) kali lipat jumlahnya dari utang pokok. Secara hukum, praktik-praktik pemberian pinjaman dengan bunga yang tinggi oleh orang perorangan bukan lembaga keuangan disebut atau dikenal dengan ”bank gelap”.

 

Menurut hukum, pinjam meminjam uang yang diberikan oleh pemberi utang kepada orang yang berutang, di mana si berutang diberikan batas waktu untuk mengembalikan dalam waktu tertentu dan dikenakan bunga dikenal dengan istilah kredit. Wewenang memberikan pinjaman uang dan dikenakan bunga yang wajar untuk si berutang diberikan kepada lembaga Perbankan dan bukan oleh orang-perorangan. Hal tersebut diatur dalam Pasal 1 ayat (11) UU No. 10 Tahun 1998 tentang Perubahan Atas UU No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan (“UU 10/1998”), yang menyatakan :

 

“…Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga…”

 

Apabila ada orang-perorangan yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpan-pinjam kemudian dijadikan sebagai mata pencaharian, maka terdapat konsekuensi pidana terhadapnya orang yang melakukan praktek ”bank gelap”, sebagaimana diatur dalam Pasal 46 ayat (1) UU 10/1998, yang menyatakan:

 

”...Barang siapa menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan tanpa izin usaha dari Pimpinan Bank Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16, diancam dengan pidana penjara sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun serta denda sekurang-kurangnya Rp. 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah) dan paling banyak Rp. 20.000.000.000,00 (dua puluh miliar rupiah)…”

 

2.      Pertanyaan Saudara selanjutnya mengenai ”apakah perjanjian antara keluarga dan lintah darat tersebut bisa menggugurkan perjanjian pinjam meminjam antara tante saudara dengan si lintah darat?” Perjanjian yang melahirkan perikatan antara tante saudara dengan lintah darat menjadi gugur, karena yang bersangkutan telah melakukan perikatan pinjam meminjam baru dengan si lintah darat. Oleh karena itu, dengan sendirinya perjanjian sebelumnya menjadi tidak berlaku,  sebagaimana diatur dalam Pasal 1381 KUH Perdata, yang menyatakan antara lain bahwa perikatan hapus karena pembaharuan utang atau karena perjumpaan utang atau kompensasi.

 

3.      Perbuatan tante Saudara yang membawa lari sepeda motor sewaan kemudian dijual kepada orang lain adalah masalah yang berbeda. Perbuatan tersebut adalah murni perbuatan pidana, dan yang bersangkutan patut diduga telah melakukan pengelapan, sebagaimana diatur dalam Pasal 372 KUHP, yang menyatakan:

 

”...barang siapa dengan sengaja memiliki dengan melawan hukum hak sesuatu barang yang sama sekali atau sebagiannya termasuk kepunyaan orang lain dan barang itu ada dalam tanggannya bukan karena kejahatan, dihukum karena pengelapan, dengan penjara selama-lamanya empat tahun atau denda sebanyak-banyaknya Rp. 900,-...”

 

Demikian penjelasan dari Kami semoga dapat membantu dan memberikan pencerahan.

 

Catatan editor: Praktik lintah darat merupakan salah satu penyakit masyarakat yang wajib dicegah dan ditanggulangi Polri sebagaimana diatur dalam Pasal 15 ayat (1) huruf c UU No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara RI serta penjelasannya.

 
Dasar hukum:

1.   Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek, Staatsblad 1847 No. 23)

2.   Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (Wetboek Van Strafrecht, Staatsblad 1915 No. 732)

3.   Undang-Undang No. 10 Tahun 1998 tentang Perubahan Atas  UU No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan

4.   Undang-Undang No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara RI

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.