Logo hukumonline
KlinikBeritaHukumonline StreamData PribadiJurnal
Personalisasi
Halo,
Anda,

Segera Upgrade paket berlangganan Anda.
Dapatkan fitur lebih lengkap
Ada pertanyaan? Hubungi Kami
Bahasa
id-flag
en-flag
Perlindungan Konsumen

Batas Maksimal Cairan di Kabin Pesawat Internasional

Batas Maksimal Cairan di Kabin Pesawat Internasional
Batas Maksimal Cairan di Kabin Pesawat Internasional

PERTANYAAN

Saya ingin bertanya soal batas cairan kabin pesawat. Saya akan bepergian naik pesawat internasional. Lalu, adakah dasar hukum yang mengatur batas maksimal cairan di kabin pesawat internasional?

Daftar Isi

    INTISARI JAWABAN

    ULASAN LENGKAP

    Terima kasih atas pertanyaan Anda.

    Artikel di bawah ini adalah pemutakhiran dari artikel dengan judul Batas Jumlah Cairan yang Dapat Dibawa Dalam Bagasi Penerbangan Internasional yang dibuat oleh Adi Condro Bawono, S.H., M.H. dan pertama kali dipublikasikan pada 31 Desember 2011.

    KLINIK TERKAIT

    Seluruh informasi hukum yang ada di Klinik hukumonline.com disiapkan semata – mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum (lihat Pernyataan Penyangkalan selengkapnya). Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Konsultan Mitra Justika.

    Ketentuan Bagasi dalam UU Penerbangan

    Menjawab pertanyaan Anda, UU Penerbangan sebagaimana telah diubah oleh UU Cipta Kerja membedakan antara bagasi tercatat dan bagasi kabin di pesawat.

    Belajar Hukum Secara Online dari Pengajar Berkompeten Dengan Biaya Terjangkau

    Mulai DariRp. 149.000

    Berdasarkan Pasal 1 angka 24 UU Penerbangan, bagasi tercatat adalah barang penumpang yang diserahkan oleh penumpang kepada pengangkut untuk diangkut dengan pesawat udara yang sama. Sedangkan bagasi kabin adalah barang yang dibawa oleh penumpang dan berada dalam pengawasan penumpang sendiri, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 angka 25 UU Penerbangan.

    Adapun yang dimaksud dengan pengangkut adalah badan usaha angkutan udara niaga, pemegang izin kegiatan angkutan udara bukan niaga yang melakukan kegiatan angkutan udara niaga berdasarkan ketentuan undang-undang ini, dan/atau badan usaha selain badan usaha angkutan udara niaga yang membuat kontrak perjanjian angkutan udara niaga.[1]

    Lebih lanjut, pengangkut tidak bertanggung jawab untuk kerugian karena hilang atau rusaknya bagasi kabin, kecuali apabila penumpang dapat membuktikan bahwa kerugian tersebut disebabkan oleh tindakan pengangkut atau orang yang dipekerjakannya.[2] Kemudian, jumlah ganti kerugian untuk bagasi kabin tersebut ditetapkan setinggi-tingginya sebesar kerugian nyata penumpang.[3]

    Baca juga: Membuka Pintu Darurat Pesawat Sembarangan, Ini Sanksinya

    Dalam kasus ini, Anda adalah penumpang pesawat internasional. Lalu, dalam hal penumpang membawa cairan, adakah dasar hukum yang mengatur batas maksimal cairan di kabin pesawat internasional?

    Batas Maksimal Cairan di Kabin Pesawat Internasional

    Batas cairan di kabin pesawat internasional diatur dalam Perdirjenhub 43/2007. Penumpang pesawat udara dapat membawa cairan, aerosol, dan gel (liquids, aerosols and gels) ke dalam kabin pesawat udara sebagai barang bawaan untuk keperluan sendiri.[4] Cairan, aerosol, dan gel sebagaimana dimaksud dapat berupa:[5]

    • minuman;
    • perlengkapan kosmetik;
    • obat-obatan;
    • keperluan sehari-hari; dan lain-lain.

    Kemudian, cairan, aerosol, dan gel yang menjadi barang bawaan calon penumpang dapat:[6]

    1. dibawa sendiri oleh calon penumpang sebelum masuk ke dalam bandar udara;
    2. diperoleh atau dibeli di toko bebas bea di dalam bandar udara (airport duty free shop) dan/atau di pesawat udara.

    Adapun Pasal 3 ayat (1) Perdirjenhub 43/2007 mengatur bahwa cairan, aerosol, dan gel yang dibawa sendiri oleh calon penumpang sebelum masuk ke dalam bandar udara harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

    1. kapasitas wadah atau tempat cairan, aerosol, dan gel maksimum 100 ml atau ukuran sejenis;
    2. wadah cairan, aerosol, dan gel tersebut dimasukkan ke dalam 1 kantong plastik transparan ukuran 30 cm x 40 cm dengan kapasitas cairan, aerosol, dan gel maksimum 1.000 ml atau 1 liter atau ukuran sejenis dan disegel ulang;
    3. setiap calon penumpang pesawat udara hanya diizinkan membawa maksimum 1 kantong plastik transparan yang berisi cairan, aerosol, dan gel.

    Merujuk bunyi Pasal 3 ayat (1) Perdirjenhub 43/2007 tersebut, dapat disimpulkan bahwa batas maksimal cairan di kabin pesawat internasional adalah 1.000 ml (1 liter). Kemudian, untuk dapat membawa 1 liter cairan tersebut di kabin pesawat, Anda perlu mengemas cairan tersebut ke dalam wadah berukuran maksimal 100 ml dan menyatukannya dalam satu kantong plastik transparan ukuran 30 cm x 40 cm.

    Namun, persyaratan tersebut tidak berlaku untuk obat-obatan medis, makanan/minuman/susu bayi, dan makanan/minuman penumpang untuk program diet khusus.[7]

    Lalu, jika calon penumpang membawa cairan, aerosol, dan gel melebihi ketentuan dalam persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) Perdirjenhub 43/2007, maka petugas pengamanan bandar udara memberitahukan kepada calon penumpang bahwa pengangkutan cairan, aerosol dan gel tersebut harus diperlakukan sebagai bagasi tercatat.

    Baca juga: Larangan Merokok di Pesawat dan Sanksinya

    Demikian jawaban dari kami terkait batas cairan di kabin pesawat sebagaimana ditanyakan, semoga bermanfaat.

    Dasar Hukum:

    1. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan;
    2. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja;
    3. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang;
    4. Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/43/III/2007 Tahun 2007 tentang Penanganan Cairan, Aerosol, dan Gel (liquids, Aerosols, and Gels) yang Dibawa Penumpang ke dalam Kabin Pesawat Udara pada Penerbangan Internasional.


    [1] Pasal 1 angka 26 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan (“UU Penerbangan”)

    [2] Pasal 143 UU Penerbangan

    [3] Pasal 167 UU Penerbangan

    [4] Pasal 1 ayat (1) Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/43/III/2007 Tahun 2007 tentang Penanganan Cairan, Aerosol, dan Gel (liquids, Aerosols, and Gels) yang Dibawa Penumpang ke dalam Kabin Pesawat Udara pada Penerbangan Internasional (“Perdirjenhub 43/2007”)

    [5] Pasal 1 ayat (2) Perdirjenhub 43/2007

    [6] Pasal 2 Perdirjenhub 43/2007

    [7] Pasal 3 ayat (2) Perdirjenhub 43/2007

    TAGS