Salman Noersiwan Bachtiar adalah seorang profesional dengan keahlian mendalam di bidang komunikasi strategis, keberlanjutan, dan tata kelola ESG (Environmental, Social, and Governance). Saat ini beliau menjabat sebagai Principal Consultant di KTM Solutions, dengan fokus pada perhitungan emisi gas rumah kaca (GHG Emissions Calculation) serta asesmen potensi Green Bond Verifier. Sebelumnya, Salman berpengalaman di berbagai lembaga nasional dan internasional, antara lain sebagai Communication Consultant di World Health Organization (WHO), Monitoring and Outreach Officer di United Nations Development Programme (UNDP), serta berperan dalam Corporate Strategy Planning di Indonesia Power.
Secara akademik, Salman menyandang Magister Teknik (Development Studies) dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Sarjana Ilmu Sosial (Public Relations) dari Universitas Padjadjaran, serta saat ini tengah menempuh Magister Keuangan Berkelanjutan (Sustainable Finance) di Universitas Udayana.
Beliau juga memiliki berbagai sertifikasi internasional yang memperkuat kompetensinya di bidang keberlanjutan dan tanggung jawab sosial, antara lain dari Oxford Poverty & Human Development Initiative (OPHI), University of Oxford (2024) untuk Designing a Multidimensional Poverty Index; UN Global Compact Network UK (2024) untuk Business and Human Rights – How Companies Can Operationalize the UN Guiding Principles; United Nations Institute for Training and Research (UNITAR) (2021) untuk Environmental SDGs Indicators Learning Course; serta beberapa sertifikasi dari Global Reporting Initiative (GRI) terkait Sustainability Reporting dan Supply Chain Transparency (2014, 2016, dan 2020). Selain itu, beliau juga tersertifikasi dalam ISO 26.000 on Social Responsibility oleh ISO Secretariat dan Social Return on Investment (SROI) oleh Social Value UK.
Dengan latar belakang lintas disiplin dan pengalaman di berbagai institusi global, Salman berkomitmen untuk terus mendorong penerapan prinsip keberlanjutan dan ESG dalam tata kelola perusahaan serta kebijakan publik di Indonesia.