Pidana
Bunyi Pasal Pencurian dengan Pemberatan dalam KUHP Baru
Bacaan 6 Menit

PERTANYAAN
Apa bunyi Pasal 363 KUHP? Pasal 363 KUHP tentang apa? Lalu dalam KUHP baru sekarang diatur di pasal berapa?


Bacaan 6 Menit

Apa bunyi Pasal 363 KUHP? Pasal 363 KUHP tentang apa? Lalu dalam KUHP baru sekarang diatur di pasal berapa?
Terima kasih atas pertanyaan Anda.
Menyambung pertanyaan Anda, Pasal 363 KUHP lama yang kini sudah tidak berlaku mengatur tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan.
Pasal tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan tersebut tercantum dalam Pasal 479 UU 1/2023 tentang KUHP baru yang berlaku 3 tahun sejak tanggal diundangkan,[1] yaitu tahun 2026.
Guna mempermudah pemahaman Anda, kami akan membandingkan bunyi kedua pasal tersebut dalam tabel ini:
Pasal 363 KUHP | Pasal 479 UU 1/2023 |
|
|
Sebagai informasi, yang dimaksud malam menurut Pasal 186 UU 1/2023 adalah waktu antara matahari terbenam dan matahari terbit.
Apa itu pencurian dengan pemberatan? Pada intinya, pencurian dengan pemberatan adalah pencurian biasa yang dalam pelaksanaannya disertai oleh keadaan tertentu yang memberatkan.[2]
Menurut ahli hukum pidana Indonesia R. Soesilo, pencurian dengan pemberatan dikenal dengan istilah pencurian dengan kualifikasi (gekwalificeerde diefstal). Unsur-unsur yang memberatkan ancaman pidana dalam pencurian dengan kualifikasi disebabkan karena perbuatan itu ditujukan kepada objeknya yang khas atau karena dilakukan dengan cara yang khas dan dapat terjadi karena perbuatan itu menimbulkan akibat yang khas.[3]
Kemudian, menurut Penjelasan Pasal 479 KUHP baru atau UU 1/2023 unsur pemberat tindak pidana pencurian ini adalah adanya kekerasan atau ancaman kekerasan terhadap orang di dalam melakukan pencurian.
Kekerasan atau ancaman kekerasan tersebut dapat dilakukan sebelum, pada saat, atau setelah pencurian dilakukan.
Kekerasan menggunakan kekuatan fisik, baik dengan tenaga badan maupun dengan menggunakan alat.
Sedangkan ancaman kekerasan membuat keadaan sedemikian rupa yang menimbulkan rasa takut, cemas, atau khawatir pada orang yang diancam.
Namun perlu dicatat, kekerasan atau ancaman kekerasan ini tidak perlu semata-mata ditujukan kepada pemilik barang, tetapi juga dapat ditujukan kepada orang lain, misalnya pembantu rumah tangga atau penjaga rumah.
Artikel ini adalah pemutakhiran dari artikel dengan judul Bunyi Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan yang dipublikasikan pada 2 Januari 2024.
Artikel ini dibuat berdasarkan KUHP lama dan UU 1/2023 tentang KUHP yang diundangkan pada tanggal 2 Januari 2023.
Seluruh informasi hukum dalam Klinik Hukumonline disediakan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Silakan mempelajari Pernyataan Penyangkalan untuk informasi selengkapnya. Untuk memperoleh nasihat hukum yang sesuai dengan kasus Anda, silakan berkonsultasi langsung dengan Konsultan Mitra Justika.
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.
Dasar Hukum:
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Referensi:
Alan Wahyu Pratama (et.al). Tinjauan Yuridis Terhadap Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan yang dilakukan oleh Anak Secara Bersama-Sama (Studi Putusan No.03/Pidsusanak/2015 /Pn.Pwd). Diponegoro Law Journal, Vol. 5, No. 3, 2016.
[1] Pasal 624 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“UU 1/2023”)
[2] Alan Wahyu Pratama (et.al). Tinjauan Yuridis Terhadap Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan yang dilakukan oleh Anak Secara Bersama-Sama (Studi Putusan No.03/Pidsusanak/2015 /Pn.Pwd). Diponegoro Law Journal, Vol. 5, No. 3, 2016, hal. 6
[3] Wahyu Nugroho. Disparitas Hukuman dalam Perkara Pidana Pencurian dengan Pemberatan. Jurnal Yudisial, Vol. 5, No. 3, Desember 2012, hal. 265