Logo hukumonline
Personalisasi
Halo,
Anda,

Segera Upgrade paket berlangganan Anda.
Dapatkan fitur lebih lengkap
Ada pertanyaan? Hubungi Kami
Bahasa
id-flag
en-flag
Pidana

Bunyi Pasal Pencurian dengan Pemberatan dalam KUHP Baru

Bunyi Pasal Pencurian dengan Pemberatan dalam KUHP Baru
Bunyi Pasal Pencurian dengan Pemberatan dalam KUHP Baru

PERTANYAAN

Apa bunyi Pasal 363 KUHP? Pasal 363 KUHP tentang apa? Lalu dalam KUHP baru sekarang diatur di pasal berapa?

Daftar Isi

    INTISARI JAWABAN

    ULASAN LENGKAP

    Terima kasih atas pertanyaan Anda.

    Pasal KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan

    Menyambung pertanyaan Anda, Pasal 363 KUHP lama yang kini sudah tidak berlaku mengatur tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan.

    Pasal tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan tersebut tercantum dalam Pasal 479 UU 1/2023 tentang KUHP baru yang berlaku 3 tahun sejak tanggal diundangkan,[1] yaitu tahun 2026.

    Guna mempermudah pemahaman Anda, kami akan membandingkan bunyi kedua pasal tersebut dalam tabel ini:

    Belajar Hukum Secara Online dari Pengajar Berkompeten Dengan Biaya Terjangkau

    Mulai DariRp. 149.000

    Pasal 363 KUHP

    Pasal 479 UU 1/2023

    1. Diancam dengan pidana penjara paling lama 7 tahun:
    1. pencurian ternak;
    2. pencurian pada waktu ada kebakaran, letusan, banjir gempa bumi, atau gempa laut, gunung meletus, kapal karam, kapal terdampar, kecelakaan kereta api, huru-hara, pemberontakan atau bahaya perang;
    3. pencurian di waktu malam dalam sebuah rumah atau pekarangan tertutup yang ada rumahnya, yang dilakukan oleh orang yang ada di situ tidak diketahui atau tidak dikehendaki oleh yang berhak;
    4. pencurian yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu;
    5. pencurian yang untuk masuk ke tempat melakukan kejahatan, atau untuk sampai pada barang yang diambil, dilakukan dengan merusak, memotong atau memanjat, atau dengan memakai anak kunci palsu, perintah palsu atau pakaian jabatan palsu.
    1. Jika pencurian yang diterangkan dalam butir 3 disertai dengan salah satu hal dalam butir 4 dan 5, maka diancam dengan pidana penjara paling lama 9 tahun.

    1. Setiap Orang yang melakukan pencurian yang didahului, disertai, atau diikuti dengan Kekerasan atau Ancaman Kekerasan terhadap orang, dengan maksud untuk mempersiapkan atau mempermudah pencurian atau dalam hal tertangkap tangan, untuk memungkinkan dirinya sendiri atau orang lain untuk
      tetap menguasai Barang yang dicurinya, dipidana dengan pidana penjara paling lama 9 tahun.
    2. Dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 tahun, Setiap Orang yang melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1):
    1. pada Malam dalam sebuah rumah atau pekarangan tertutup yang ada rumahnya, di jalan umum, atau di dalam kendaraan angkutan umum yang sedang berjalan;
    2. pencurian dengan cara merusak, membongkar, memotong, memecah, Memanjat, memakai Anak Kunci Palsu, menggunakan perintah palsu, atau memakai pakaian jabatan palsu, untuk Masuk ke tempat melakukan Tindak Pidana atau sampai pada Barang yang diambil;
    3. yang mengakibatkan Luka Berat bagi orang; atau
    4. secara bersama-sama dan bersekutu.
    1. Jika perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) atau ayat (2) mengakibatkan matinya orang, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 tahun.
    2. Jika perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan Luka Berat atau matinya orang yang dilakukan secara bersama-sama dan bersekutu disertai dengan salah satu hal sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a dan huruf b, dipidana dengan pidana mati atau penjara seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 tahun.

    Sebagai informasi, yang dimaksud malam menurut Pasal 186 UU 1/2023 adalah waktu antara matahari terbenam dan matahari terbit.

    Kualifikasi Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan

    Apa itu pencurian dengan pemberatan? Pada intinya, pencurian dengan pemberatan adalah pencurian biasa yang dalam pelaksanaannya disertai oleh keadaan tertentu yang memberatkan.[2]

    Menurut ahli hukum pidana Indonesia R. Soesilo, pencurian dengan pemberatan dikenal dengan istilah pencurian dengan kualifikasi (gekwalificeerde diefstal). Unsur-unsur yang memberatkan ancaman pidana dalam pencurian dengan kualifikasi disebabkan karena perbuatan itu ditujukan kepada objeknya yang khas atau karena dilakukan dengan cara yang khas dan dapat terjadi karena perbuatan itu menimbulkan akibat yang khas.[3]

    Kemudian, menurut Penjelasan Pasal 479 KUHP baru atau UU 1/2023 unsur pemberat tindak pidana pencurian ini adalah adanya kekerasan atau ancaman kekerasan terhadap orang di dalam melakukan pencurian.

    Kekerasan atau ancaman kekerasan tersebut dapat dilakukan sebelum, pada saat, atau setelah pencurian dilakukan.

    Kekerasan menggunakan kekuatan fisik, baik dengan tenaga badan maupun dengan menggunakan alat.

    Sedangkan ancaman kekerasan membuat keadaan sedemikian rupa yang menimbulkan rasa takut, cemas, atau khawatir pada orang yang diancam.

    Namun perlu dicatat, kekerasan atau ancaman kekerasan ini tidak perlu semata-mata ditujukan kepada pemilik barang, tetapi juga dapat ditujukan kepada orang lain, misalnya pembantu rumah tangga atau penjaga rumah.

    Artikel ini adalah pemutakhiran dari artikel dengan judul Bunyi Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan yang dipublikasikan pada 2 Januari 2024.

    Artikel ini dibuat berdasarkan KUHP lama dan UU 1/2023 tentang KUHP yang diundangkan pada tanggal 2 Januari 2023.

    Seluruh informasi hukum dalam Klinik Hukumonline disediakan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Silakan mempelajari Pernyataan Penyangkalan untuk informasi selengkapnya. Untuk memperoleh nasihat hukum yang sesuai dengan kasus Anda, silakan berkonsultasi langsung dengan Konsultan Mitra Justika.

    Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

    Dasar Hukum:

    Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

    Referensi:

    Alan Wahyu Pratama (et.al). Tinjauan Yuridis Terhadap Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan yang dilakukan oleh Anak Secara Bersama-Sama (Studi Putusan No.03/Pidsusanak/2015 /Pn.Pwd). Diponegoro Law Journal, Vol. 5, No. 3, 2016.


    [2] Alan Wahyu Pratama (et.al). Tinjauan Yuridis Terhadap Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan yang dilakukan oleh Anak Secara Bersama-Sama (Studi Putusan No.03/Pidsusanak/2015 /Pn.Pwd). Diponegoro Law Journal, Vol. 5, No. 3, 2016, hal. 6

    [3] Wahyu Nugroho. Disparitas Hukuman dalam Perkara Pidana Pencurian dengan Pemberatan. Jurnal Yudisial, Vol. 5, No. 3, Desember 2012, hal. 265

    Punya Masalah Hukum yang sedang dihadapi?

    atau konsultasi via chat mulai Rp30.000