Ketenagakerjaan

Hak Pekerja yang di-PHK di Tengah Masa Kontrak

Bacaan 3 Menit
Hak Pekerja yang di-PHK di Tengah Masa Kontrak

Pertanyaan

Saya bekerja pada bagian personalia di sebuah perusahaan, saya mempunyai karyawan dengan status PKWT yang sudah bekerja selama 4 bulan. Kinerja karyawan tersebut tidak seperti yang diharapkan, jadi perusahaan mau memutuskan hubungan kerja. Apa saja hak dan kewajiban perusahaan apabila memutus kontraknya di tengah masa kontrak seperti itu?

Intisari Jawaban

circle with chevron up

Secara hukum, terdapat beberapa kondisi yang dapat menyebabkan perjanjian kerja berakhir, di antaranya yaitu jangka waktu perjanjian kerja telah berakhir atau pekerjaan yang diperjanjikan telah selesai.

Jika salah satu pihak mengakhiri hubungan kerja sebelum jangka waktu dalam PKWT berakhir, maka ia wajib membayar ganti rugikepada pihak lainnya danpengusaha wajib memberikan uang kompensasi. Berapa besarannya?

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

Ulasan Lengkap

Artikel di bawah ini adalah pemutakhiran dari artikel dengan judul karyawan pkwt yang dibuat oleh Si Pokrol dan dipublikasikan pertama kali pada 11 Desember 2006.

Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (“PKWT”) adalah perjanjian kerja antara pekerja dengan pengusaha untuk mengadakan hubungan kerja dalam waktu tertentu atau untuk pekerjaan tertentu.[1]

Disarikan dari Perbedaan Ketentuan untuk Pekerja Tetap, Kontrak dan Outsourcing, terdapat beberapa ketentuan yang harus diperhatikan dalam mempekerjakan karyawan dengan PKWT, yaitu:

  1. PKWT dibuat secara tertulis;
  2. PKWT hanya dapat dibuat untuk pekerjaan tertentu yang menurut jenis dan sifat atau kegiatan pekerjaannya akan selesai dalam waktu tertentu;
  3. PKWT tidak dapat diadakan untuk pekerjaan yang bersifat tetap. Jika sebuah pekerjaan bersifat tetap dan diperjanjikan dengan PKWT, maka status pekerja tersebut demi hukum berubah menjadi pekerja dengan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (“PKWTT”);
  4. Tidak dapat mensyaratkan masa percobaan kerja. Jika disyaratkan, maka masa percobaan kerja yang disyaratkan tersebut batal demi hukum dan masa kerja tetap dihitung.

Jika Perusahaan Memutus Hubungan Kerja sebelum Masa Kontrak Habis

Secara umum, perjanjian kerja berakhir apabila:[2]

  1. pekerja meninggal dunia;
  2. jangka waktu perjanjian kerja berakhir;
  3. selesainya suatu pekerjaan tertentu;
  4. adanya putusan pengadilan dan/atau putusan lembaga penyelesaian perselisihan

hubungan industrial yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap; atau

  1. adanya keadaan atau kejadian tertentu yang dicantumkan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama yang dapat menyebabkan berakhirnya hubungan kerja.

Jika salah satu pihak mengakhiri hubungan kerja sebelum berakhirnya jangka waktu yang ditetapkan dalam PKWT bukan karena salah satu ketentuan di atas, pihak yang mengakhiri hubungan kerja wajib membayar ganti rugi kepada pihak lainnya sebesar upah pekerja sampai batas waktu berakhirnya jangka waktu perjanjian kerja[3] dan pengusaha wajib memberikan uang kompensasi yang besarannya dihitung berdasarkan jangka waktu PKWT yang telah dilaksanakan oleh pekerja.[4]

Selengkapnya mengenai cara perhitungan uang kompensasi dapat Anda simak dalam artikel Tentang Uang Kompensasi, ‘Pesangon’-nya Karyawan Kontrak.

Sehingga, menjawab pertanyaan Anda, berdasarkan penjelasan di atas, jika pengusaha mengakhiri hubungan kerja dengan pekerja PKWT/kontrak sebelum masa kerjanya habis atau selesainya pekerjaan yang diperjanjikan, maka pengusaha tersebut wajib membayar ganti rugidanuang kompensasi.

Seluruh informasi hukum yang ada di Klinik hukumonline.com disiapkan semata – mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum (lihat Pernyataan Penyangkalan selengkapnya). Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Konsultan Mitra Justika.

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

Dasar Hukum:

  1. Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan;
  2. Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja;
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat, dan Pemutusan Hubungan Kerja.

[1] Pasal 1 angka 10 Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat, dan Pemutusan Hubungan Kerja (“PP 35/2021”)

[2] Pasal 81 angka 16 Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja (“UU Cipta Kerja”) yang merubah Pasal 61 ayat (1) Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (“UU Ketenagakerjaan”)

[3] Pasal 62 UU Ketenagakerjaan

[4] Pasal 17 PP 35/2021

Tags: