Perdata

Hukumnya Jual Beli Akun Game Online

Hukumnya Jual Beli Akun <i>Game Online</i>

Pertanyaan

Saya mau bertanya tentang hukum jual beli akun game online Mobile Legends Bang Bang. Bagaimana hukumnya jual beli akun game online Mobile Legend Bang Bang menurut hukum positif? Apakah itu merupakan jual beli yang sah atau tidak, mengingat akun itu milik pihak developer game-nya bukan milik pemain secara penuh.

Intisari Jawaban

circle with chevron up

Jual beli akun game online dapat dikatakan sah menurut hukum yang berlaku apabila syarat-syarat sahnya perjanjian dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata terpenuhi. Akun yang dijadikan objek jual beli menurut hukum kebendaan dapat disamakan dengan benda yang tidak berwujud yang kepemilikannya menjadi hak milik dari si pembuat akun tersebut.

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

Ulasan Lengkap

Sebelumnya kami akan menjelaskan terlebih dahulu pengertian dari jual beli menurut hukum Indonesia. Pengertian dari jual beli berdasarkan Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (“KUH Perdata”) adalah:

Jual beli adalah suatu persetujuan dengan mana pihak yang satu mengikatkan dirinya untuk menyerahkan suatu barang, dan pihak yang lain membayar harga yang dijanjikan.

Dengan demikian, berdasarkan ketentuan pasal di atas jual beli adalah suatu perjanjian timbal balik di mana para pihak mengikatkan dirinya untuk melakukan suatu perbuatan, pihak yang satu menyerahkan hak milik atas suatu benda/barang, dan pihak yang lain melakukan pembelian dengan membayar sejumlah harga sebagai imbalan dari perolehan hak milik atas suatu benda/barang tersebut.

Selanjutnya kami akan mengutip pengertian benda/barang menurut Pasal 499 KUH Perdata yang berbunyi:

Menurut undang-undang, barang adalah tiap benda dan tiap hak yang dapat menjadi obyek dari hak milik.

Adapun yang dimaksud dengan hak milik berdasarkan Pasal 570 KUH Perdata yaitu sebagai berikut:

Hak milik adalah hak untuk menikmati suatu barang secara lebih leluasa dan untuk berbuat terhadap barang itu secara bebas sepenuhnya, asalkan tidak bertentangan dengan undang-undang atau peraturan umum yang ditetapkan oleh kuasa yang berwenang dan asal tidak mengganggu hak-hak orang lain; kesemuanya itu tidak mengurangi kemungkinan pencabutan hak demi kepentingan umum dan penggantian kerugian yang pantas, berdasarkan ketentuan-ketentuan perundang-undangan.

Lalu, perihal benda, Subekti dalam bukunya Pokok Pokok Hukum Perdata membagi benda menjadi 4, yaitu (hal. 44):

  1. Benda yang dapat diganti dan tidak dapat diganti;
  2. Benda yang dapat diperdagangkan dan tidak dapat diperdagangkan;
  3. Benda yang dapat dibagi dan tidak dapat dibagi;
  4. Benda bergerak dan tidak dapat bergerak.

Dari pengertian di atas kami akan menjawab pertanyaan Anda. Layaknya transaksi konvensional, transaksi barang elektronik juga menimbulkan perikatan antara para pihak untuk memberikan suatu prestasi. Jual beli akun game online mengakibatkan para pihak terikat karena perjanjian atas suatu perikatan yang timbul dari perjanjian. Seperti yang dijelaskan dalam Pasal 1233 KUH Perdata yang menyatakan :

Perikatan, lahir karena suatu persetujuan atau karena undang-undang.

Pengaturan tentang perikatan diatur dalam Buku III KUH Perdata yang bersifat terbuka, yang artinya para pihak dapat membuat suatu perjanjian di luar dari yang sudah ditentukan dalam Buku III KUH Perdata tersebut, namun terdapat pembatasan tertentu dalam pembuatan perjanjian tersebut, yaitu perjanjian yang tidak bertentangan dengan kesusilaan, peraturan perundang-undangan, maupun ketertiban umum.[1] Maka dalam jual beli akun game online terdapat perjanjian jual beli antara penjual dan pembeli.

Berdasarkan Pasal 1320 KUH Perdata, ada 4 syarat sahnya suatu perjanjian, yakni:

  1. Adanya kesepakatan antara kedua belah pihak yang mengikatkan dirinya;
  2. Kecakapan para pihak untuk membuat suatu perjanjian;
  3. Suatu hal tertentu; dan
  4. Suatu sebab yang halal.

Berdasarkan syarat-syarat di atas, untuk memastikan keabsahan transaksi jual beli akun game online yang Anda sebutkan, maka perlu dipastikan hal-hal berikut ini:

Pertama: adanya kesepakatan antara kedua belah pihak yang melakukan jual beli akun game online.

Kedua: adanya kecakapan para pihak di mana para pihak tersebut berwenang untuk melaksanakan perjanjian.

Ketiga: adanya objek atau perihal tertentu yaitu mengenai produk apa yang dijual belikan.

Keempat: tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, kesusilaan dan ketertiban umum.

Dengan demikian, jual beli akun game online dapat dikatakan sah menurut hukum yang berlaku apabila keempat persyaratan tersebut terpenuhi. Selain itu, menurut hemat kami, akun yang dijadikan objek jual beli menurut hukum kebendaan dapat disamakan dengan benda yang tidak berwujud yang kepemilikannya menjadi hak milik dari si pembuat akun tersebut, mengingat si pembuat akun mempunyai hak untuk menikmati akun tersebut secara lebih leluasa dan untuk berbuat terhadap akun tersebut itu secara bebas sepenuhnya, sesuai dengan definisi hak milik yang kami jelaskan sebelumnya.

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

Dasar Hukum:

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

Referensi:

Subekti. Pokok Pokok Hukum Perdata. (Jakarta : Intermasa). 2013.

[1] Pasal 1337 KUH Perdata

Tags: