Perdata

Pinjaman Online Ilegal Tidak Usah Dibayar, Benarkah?

Bacaan 4 Menit
Pinjaman Online <i>Ilegal</i> Tidak Usah Dibayar, Benarkah?

Pertanyaan

Benarkah jika berutang di pinjaman online ilegal, utangnya tidak usah dibayar?

Intisari Jawaban

circle with chevron up

Suatu pinjaman online dinyatakan ilegal bukan karena adanya pengancaman saat penagihan atau pengenaan bunga tinggi, melainkan karena pihak penyelenggara pinjaman online ilegal belum mengajukan pendaftaran dan perizinan kepada Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”). Ketiadaan pendaftaran atau perizinan inilah yang menjadikan pinjaman online disebut sebagai pinjaman online ilegal.

Meski pinjaman online ilegal, hal ini tidak serta-merta menjadi alasan untuk tidak membayar utang atau pinjaman yang telah diberikan. Sebab, perjanjian antara pemberi dan penerima pinjaman pada pinjaman online ilegal menjadi dapat dibatalkan. Konsekuensinya, keadaan kembali pulih seperti semula sebelum perjanjian dibuat maka peminjam wajib mengembalikan semua uang yang telah dipinjam.

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

Ulasan Lengkap

 

Tak dapat dipungkiri, kini pinjaman online menjadi alternatif masyarakat yang membutuhkan pinjaman uang tunai secara cepat dan mudah. Sebab, dalam praktiknya, pinjaman online cepat cair dan peminjam cukup memasukkan sejumlah data dan foto Kartu Tanda Penduduk (“KTP”) saja untuk memperoleh pinjaman. Kemudahan prosedur dan syarat itulah yang mendorong masyarakat condong meminjam uang melalui pinjaman online.

Namun, sayangnya, kesadaran masyarakat untuk mengecek legalitas penyelenggara pinjaman online masih cenderung rendah. Ini berkonsekuensi banyak masyarakat yang terjerat utang pinjaman online ilegal. Padahal untuk mengecek legalitas pinjaman online, masyarakat cukup mengakses laman Pinjaman Online OJK.

Sebenarnya, apa ciri-ciri pinjaman online ilegal? Apa yang membedakannya dengan pinjaman online legal?

 

Bedanya Pinjaman Online Ilegal dengan Pinjaman Online Legal

Pada prinsipnya, suatu pinjaman online dinyatakan ilegal bukan karena adanya pengancaman saat penagihan atau pengenaan bunga tinggi, melainkan karena pihak penyelenggara pinjaman online belum terdaftar dan berizin dari Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”). Ketiadaan pendaftaran atau perizinan inilah yang menjadikan pinjaman online ilegal, sebagaimana disarikan dari Pinjol Ilegal: Aturan Main, Potensi Pelanggaran dan Akibat Hukumnya (hal. 2).

Dengan demikian, ciri-ciri pinjaman online ilegal dibandingkan dengan pinjaman online legal atau pinjaman online terdaftar OJK, adalah penyelenggara pinjaman online ilegal tidak terdaftar di OJK dan tidak berizin sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (“POJK 77/2016”).

Selain itu, penyelenggara pinjaman online atau penyelenggara layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi yang telah terdaftar OJK ini juga terikat untuk menaati kewajiban dan larangan yang diatur dalam POJK 77/2016. Jika dilanggar, maka penyelenggara pinjaman online dapat dikenai sanksi administratif berupa:[1]

  1. peringatan tertulis;
  2. denda, yaitu kewajiban untuk membayar sejumlah uang tertentu;
  3. pembatasan kegiatan usaha; dan
  4. pencabutan izin.

Sanksi administratif berupa denda, pembatasan kegiatan usaha, dan pencabutan izin, dapat dikenakan dengan atau tanpa didahului pengenaan sanksi administratif berupa peringatan tertulis.[2] Sedangkan sanksi administratif berupa denda dapat dikenakan secara tersendiri atau secara bersama-sama dengan pembatasan kegiatan usaha dan pencabutan izin.[3]

 

Pinjaman Online Ilegal Tidak Usah Dibayar, Benarkah?

Jika sudah terlanjur terjerat pinjaman online ilegal, benarkah pinjaman online ilegal tidak usah dibayar?

Disarikan dari Hukumnya Jika Terlilit Utang Pinjol Ilegal, dalam perjanjian pinjam meminjam yang dilakukan melalui pinjaman online, para pihak yang terikat di dalamnya hanyalah antara pemberi dan penerima pinjaman. Sedangkan penyelenggara pinjaman online hanya bertindak sebagai kuasa dari pemberi pinjaman dalam memberikan pinjamannya ke penerima pinjaman.

Lebih lanjut, perjanjian yang dilakukan antara pemberi dan penerima pinjaman pada pinjaman online yang tidak terdaftar dan berizin di OJK menjadi dapat dibatalkan. Konsekuensinya, keadaan kembali pulih seperti semula sebelum perjanjian dibuat. Oleh karenanya, peminjam wajib mengembalikan semua uang yang telah dipinjam.

Jadi menjawab pertanyaan Anda, peminjam wajib mengembalikan semua uang yang telah dipinjamnya meskipun ia meminjam melalui pinjaman online ilegal.

Di sisi lain, mengutip dari Pandangan Dua Profesor Hukum Terkait Maraknya Pinjol Ilegal, Wakil Menteri Hukum dan HAM, Prof Edward Omar Sharif Hiariej menjelaskan dalam konteks keperdataan ini bisa batalkan perjanjian karena penyalahgunaan keadaan. Peminjam itu benar-benar butuh mungkin ada keluarga yang sakit dan kebutuhan lainnya, para pihak tidak punya kedudukan sejajar. Sedangkan pinjaman berbunga-bunga dari Rp3 juta jadi Rp30 juta. Sehingga itu jadi keadaan yang dapat batalkan perjanjian (hal. 2).

Untuk memahami mengenai penyalahgunaan keadaan, Anda bisa membacanya dalam “Memanfaatkan” Kelemahan Fisik Orang dalam Perjanjian Jubel Tanah

Seluruh informasi hukum yang ada di Klinik hukumonline.com disiapkan semata – mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum (lihat Pernyataan Penyangkalan selengkapnya). Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Konsultan Mitra Justika.

Perkaya riset hukum Anda dengan analisis hukum terbaru dwi bahasa, serta koleksi terjemahan peraturan yang terintegrasi dalam Hukumonline Pro, pelajari lebih lanjut di sini.

 

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

 

Dasar Hukum:

Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016 mengenai Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi.

 

Referensi:

Pinjaman Online OJK, diakses pada 8 Desember 2021, pukul 17.00 WIB.


[1] Pasal 47 ayat (1) POJK 77/2016

[2] Pasal 47 ayat (2) POJK 77/2016

[3] Pasal 47 ayat (3) POJK 77/2016

Tags: