KenegaraanKenegaraan
Tak Hanya Jual Beli Tanah, Ini Layanan yang Mensyaratkan Kepesertaan BPJS Kesehatan
Bacaan 4 Menit

PERTANYAAN
Benarkah kini pelaku jual-beli tanah wajib menjadi peserta BPJS Kesehatan? Apa dasar hukumnya?
Pro

Pusat Data
Koleksi peraturan perundang-undangan dan putusan pengadilan yang sistematis serta terintegrasi
Solusi
Wawasan Hukum
Klinik
Tanya jawab gratis tentang berbagai isu hukum
Berita
Informasi dan berita terkini seputar perkembangan hukum di Indonesia
Jurnal
Koleksi artikel dan jurnal hukum yang kredibel untuk referensi penelitian Anda
Event
Informasi mengenai seminar, diskusi, dan pelatihan tentang berbagai isu hukum terkini
Klinik
Berita
Login
Pro
Layanan premium berupa analisis hukum dwibahasa, pusat data peraturan dan putusan pengadilan, serta artikel premium.
Solusi
Solusi kebutuhan dan permasalahan hukum Anda melalui pemanfaatan teknologi.
Wawasan Hukum
Layanan edukasi dan informasi hukum tepercaya sesuai dengan perkembangan hukum di Indonesia.
Catalog Product
Ada Pertanyaan? Hubungi Kami


Bacaan 4 Menit

Benarkah kini pelaku jual-beli tanah wajib menjadi peserta BPJS Kesehatan? Apa dasar hukumnya?
Terima kasih atas pertanyaan Anda.
Memang benar bahwa dalam rangka optimalisasi pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (“JKN”), peningkatan akses pelayanan kesehatan yang berkualitas, dan untuk menjamin keberlangsungan program JKN, Presiden Republik Indonesia melalui Inpres 1/2022 menginstruksikan kepada menteri terkait, di antaranya Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (“Menteri ATR/Kepala BPN”) untuk memastikan pemohon pendaftaran peralihan hak tanah karena jual beli merupakan peserta aktif dalam program JKN atau yang dikenal pula dengan sebutan BPJS Kesehatan, sebagaimana tertuang dalam Diktum Kedua Angka 17 Inpres 1/2022:
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional untuk memastikan pemohon pendaftaran peralihan hak tanah karena jual beli merupakan Peserta aktif dalam program Jaminan Kesehatan Nasional.
Menindaklanjuti Inpres 1/2022, Direktorat Jenderal Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah Kementerian ATR/BPN menerbitkan surat bernomor HR.02/153-400/II/2022 tertanggal 14 Februari 2022 yang ditujukan kepada Kepala Kantor Wilayah BPN dan Kepala Kantor Pertanahan di seluruh Indonesia.
Surat itu memuat 3 poin, salah satunya mengatur bagi setiap permohonan pelayanan pendaftaran peralihan hak atas tanah atau hak milik atas satuan rumah susun (“Sarusun”) karena jual beli harus dilengkapi dengan fotokopi kartu peserta JKN, sebagaimana disarikan dari Kepesertaan JKN Jadi Syarat Jual Beli Tanah, Ini Alasan Menteri ATR (hal. 1).
Sehingga, kini memang pemohon yang ingin mendaftarkan peralihan hak atas tanah atau hak milik atas Sarusun karena jual beli harus merupakan peserta aktif JKN, yang dibuktikan dengan adanya kartu peserta JKN.
Sebagai informasi tambahan, subjek lainnya yang diinstruksikan dioptimalkan untuk menjadi peserta aktif JKN di antaranya yaitu:
Seluruh informasi hukum yang ada di Klinik hukumonline.com disiapkan semata – mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum (lihat Pernyataan Penyangkalan selengkapnya). Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Konsultan Mitra Justika.
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.
Dasar Hukum:
[1] Diktum Kedua angka 2 Inpres 1/2022
[2] Diktum Kedua angka 3 huruf c Inpres 1/2022
[3] Diktum Kedua angka 3 huruf h Inpres 1/2022
[4] Diktum Kedua angka 5 Inpres 1/2022
[5] Diktum Kedua angka 6 huruf a Inpres 1/2022
[6] Diktum Kedua angka 8 Inpres 1/2022
[7] Diktum Kedua angka 10 huruf c Inpres 1/2022
[8] Diktum Kedua angka 12 Inpres 1/2022
[9] Diktum Kedua angka 15 Inpres 1/2022
[10] Diktum Kedua angka 16 Inpres 1/2022
[11] Diktum Kedua angka 22 huruf a Inpres 1/2022
[12] Diktum Kedua angka 25 huruf a Inpres 1/2022
[13] Diktum Kedua angka 26 huruf a Inpres 1/2022