Rabu, 21 November 2018

Dituduh Melarikan Anak Perempuan Orang Lain

Dituduh Melarikan Anak Perempuan Orang Lain

Pertanyaan

Pada suatu hari teman saya mengajak saya main, dia juga mengajak 2 orang teman perempuan yang masih di bawah umur. Setahu saya, salah satu temannya itu seorang wanita penghibur. Setelah jalan-jalan kami berempat istirahat di hotel. Temanku dan pasangannya masuk ke kamarnya. Sedangkan saya dan salah seorang perempuan itu. Saya sempat memeluk dia dan dia menolak. Saya sadar bahwa dia perempuan baik-baik jadi saya tidak berani lebih jauh. Saya tiduran di kasur sedangkan dia nonton tv sembari menunggu teman kami keluar kamar. Kemudian kami berempat pulang, tetapi di tengah jalan mereka menolak untuk pulang dengan alasan kemalaman mereka meminta kami untuk check in hotel lagi yang kemudian kami sanggupi. Tapi malamnya saya satu kamar dengan teman saya, sedangkan mereka di kamar lain. Paginya kami antar mereka pulang tapi mereka menolak kami antar ke rumah. Mereka minta diantar ke rumah temannya. Setelah sampai ke rumah temannya kami pamitan dan pulang. Yang mengagetkan ternyata mereka tidak pulang ke rumah selama 3 hari, dan kami dituntut dengan tuduhan membawa lari anak orang dan pencabulan. Padahal saya tidak melakukan apa-apa dan tidak tahu-menahu kalau mereka tidak pulang karena kami antar mereka pulang pada hari pertama walaupun ke rumah temannya. Sekarang mereka sudah pulang ke rumah masing-masing, tetapi keluarga tetap tidak mau mencabut tuntutannya. Saya sangat bingung padahal waktu itu saya hanya diajak main oleh teman saya dan mereka, tidak melakukan tindakan asusila (hanya memeluk saja). Apa yang harus saya lakukan? Terima kasih atas bantuannya.

Intisari Jawaban

Mengenai tuduhan melarikan anak perempuan orang lain, berdasarkan ketentuan Pasal 332 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), seseorang dapat dinyatakan bersalah melarikan wanita dan diancam dengan pidana penjara. Selain itu perbuatan cabul terhadap anak juga dapat diacam pidana berdasarkan KUHP dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
Tetapi apabila Anda memang tidak melakukan perbuatan yang dituduhkan, nanti akan ada mekanisme pembuktian untuk memastikan apakah Anda bersalah atau tidak. Dengan mengacu pada Pasal 184 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP) alat bukti yang sah adalah mencakup keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk, keterangan terdakwa. Berdasarkan pemeriksaan terhadap bukti-bukti dan pemeriksaan para saksi yang diperoleh dari hasil penyidikan oleh pihak kepolisian, majelis hakim yang akan memutus apakah Anda bersalah atau tidak berdasarkan pembuktian di pengadilan.
Apa yang dapat Anda lakukan? Penjelasan lebih lanjut, silakan baca ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
PENJAWAB : Sovia Hasanah, S.H.
MITRA : Bung Pokrol
Sovia Hasanah mendapatkan gelar Sarjana Hukum dari Universitas Andalas pada 2016 dengan mengambil Program Kekhususan IX (Hukum Agraria dan Sumber Daya Alam).
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua