Rabu, 05 September 2018

Jika Dijebak oleh Polisi dan Disiksa dalam Tahanan

Jika Dijebak oleh Polisi dan Disiksa dalam Tahanan

Pertanyaan

Teman saya kena masalah dan tambah banyak ketika dalam sel tahanan. Masalahnya begini, teman saya punya tetangga yang pengedar narkoba dan pada suatu waktu (saya lupa tanggalnya) teman saya diminta tolong sama tetangganya untuk mengantarkan barang ke temannya yang lain dan dibungkus rapi dan teman saya itu tidak tahu apa isinya. Karena merasa tidak enak sama tetangganya itu karena sudah dikasih menginap semalam jadi dia bantuin tetangganya itu buat mengantar barang ke teman tetangganya itu. Nah, pas sampai di tempat tujuan teman saya menunggu teman tetangganya itu di pinggir jalan dan anehnya lagi di tempat yang biasa tidak ada polisi yang menjaga itu tiba-tiba saat itu ada 2 orang polisi yang jaga. Tiba-tiba pas melihat teman saya di pinggir jalan langsung saja 2 orang polisi itu mendekati teman saya dan meminta membuka paket yang dititipkan oleh tetangganya itu. Karena teman saya melihat polisi yang memintanya lantas saja dia kasih karena dia tidak tahu apa isinya. Eh, pas dibuka dia langsung kaget isinya itu adalah narkoba dan langsung saja dia ditangkap oleh 2 polisi itu dan dimasukkan ke sel tahanan. Nah, istri teman saya itu panik sewaktu ditelepon polisi, langsung saja dia datang ke kantor polisi untuk lihat keadaan suaminya dan pas dia datang dia lihat suaminya/teman saya itu sudah memar-memar badannya katanya abis dipukulin polisi di kantor polisi. Selain itu istri teman saya mengatakan sewaktu jenguk suaminya dia harus bawa uang Rp 500 ribu tiap kali menjenguk, katanya buat kasih polisi-polisi yang ada di kantor polisi sana biar suaminya tidak dipukulin di sel tahanan dan supaya bisa menjenguk suaminya di sel tahanan. Sekarang dia dipindahin ke rumah tahanan dan ada masalah baru lagi. Kata istrinya, polisi yang ada di rumah tahanan minta uang 1 juta katanya buat biaya kamar tahanan. Nah, itu saya baru dengar. Masa iya napi kok disuruh bayar kamar tahanan. Pertanyaannya: 1. Apakah benar diperbolehkan polisi minta suap di kantor polisi buat kasih istri teman saya jenguk suaminya di sel tahanan? 2. Memang kamar tahanan bayar ya? 3. Polisi di kantor polisi yang sebelumya sudah tahu kalau teman saya itu dijebak sama tetangganya soalnya sudah pernah ada 2 kasus yang sama sebelum teman saya kena. Masak iya kalau pak polisi sudah tahu teman saya dijebak dia tidak dilepaskan malah disiksa di sel tahanan?

Intisari Jawaban

Berkaitan dengan kasus yang menimpa teman Anda, kami akan jelaskan beberapa hal berikut ini:
  1. Pada dasarnya, tersangka atau terdakwa berhak menghubungi dan menerima kunjungan dari pihak yang mempunyai hubungan kekeluargaan atau lainnya. Bila teman Anda tidak diberikan haknya untuk menerima kunjungan dari keluarganya, hal ini merupakan pelanggaran hukum, dan terkait dengan pelanggaran yang dilakukan oleh pihak kepolisian ini, teman Anda dapat menyampaikan keluhan pada Komisi Kepolisian Nasional;
  2. Penahanan atas diri pelaku tindak pidana pada dasarnya merupakan suatu perampasan hak untuk hidup secara bebas yang dimiliki oleh seseorang. Oleh karena itu, tidak seharusnya tahanan dikenakan biaya atas penahanannya di kamar tahanan. Terkait dengan adanya pungutan liar (pungli) ini, teman Anda berhak menyampaikan keluhan tentang perlakuan petugas yang melakukan pungli ini kepada Kepala Rumah Tahanan (Rutan) tersebut baik secara lisan maupun tulisan;
  3. Kemudian mengenai penyiksaan yang dialami oleh teman Anda, pada dasarnya dalam pemeriksaan tersangka penyidik/polisi tidak boleh melakukan pemaksaan, tekanan, atau bahkan penyiksaan pada tersangka.
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Ingin Masalah Anda Segera Tuntas?

Percayakan masalah hukum Anda ke ahlinya. Hubungi konsultan hukum profesional, hanya Rp299.000,- per 30 menit.

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
PENJAWAB : Sovia Hasanah, S.H.
MITRA : Bung Pokrol
Sovia Hasanah mendapatkan gelar Sarjana Hukum dari Universitas Andalas pada 2016 dengan mengambil Program Kekhususan IX (Hukum Agraria dan Sumber Daya Alam).
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua