Selasa, 04 Agustus 2020

Tanggung Jawab atas Utang Bersama dalam Proses Perceraian

Tanggung Jawab atas Utang Bersama dalam Proses Perceraian

Pertanyaan

Kami tidak melalui proses hukum mengenai pembagian harta gono gini, karena masih tahap kekeluargaan yaitu: 1. Kami sudah bercerai dan mantan istri saya masih menuntut perhiasan yang dijual selama masih bersama, kebetulan perhiasan ini saya yang belikan. Apakah saya wajib mengembalikannya padahal sudah dijual? 2. Kami punya mobil masih dalam proses kredit, apakah saya harus tetap membayarkan kreditnya tersebut, sementara mobil tersebut istri saya yang membawa? 3. Rumah rencananya kita akan jual dan dibagi 2, apakah saya masih berkewajiban membayar uang bulanan/iuran komplek?

Intisari Jawaban

Dalam perkawinan, dikenal adanya harta bersama atau gono gini, yaitu harta yang diperoleh selama hidup berumah tangga dalam ikatan perkawinan.
 
Dalam hal terjadi perceraian, harta bersama akan dibagi dua untuk masing-masing suami dan istri.
 
Harta bersama dibagi setelah berbagai kewajiban pembayaran lain dipenuhi, seperti pembayaran utang, sehingga harta bersama yang dibagikan adalah harta bersih.
 
Setelah harta bersama dibagi, maka seluruh kepemilikan dan konsekuensinya akan menjadi tanggung jawab dari pemilik yang baru, istri atau suami.
 
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua