Jumat, 07 Desember 2018

Langkah Jika Keberatan Terhadap Kejanggalan Penyidikan

Langkah Jika Keberatan Terhadap Kejanggalan Penyidikan

Pertanyaan

Beberapa waktu yang lalu keluarga kami tertimpa musibah. Ayah saya dibunuh, dan hingga saat ini (kejadian bulan Februari 2017), kepolisian belum sampai pada kesimpulan siapa pelaku pembunuhannya. Di suatu gelar perkara, pemaparan penyidik, menurut kami tidak sesuai dengan apa yang terjadi. Polisi lebih mengarahkan ini sebagai kasus bunuh diri. Keyakinan saya, dari fakta2 kejadian, saya menyimpulkan pelaku pembunuhannya membuat settingan supaya ini tampak seperti bunuh diri. Banyak sekali kejanggalan dalam settingan. Menurut saya, polisi terlalu memaksakan menggiring kasus ini ke kasus bunuh diri, alasan-alasan yang dipakai bagi saya kurang masuk akal. Pertanyaan saya, terkait kenyataan kasus kematian ayah saya yang seperti dibiarkan mengambang seperti ini, bagaimana cara saya untuk tidak bersetuju dengan penyidikan polisi yang menurut saya tidak wajar, sangat berkesan dipaksakan ini kasus bunuh diri, sedangkan sangat jelas sekali menurut saya pelaku melakukan settingan seolah-olah almarhum bunuh diri. Apa yang bisa saya lakukan selaku anak almarhum, yang ingin meminta keadilan karena sampai hari ini kasusnya mengambang. Apa jalur hukum yang bisa saya tempuh? Pihak / lembaga mana yang perlu kami temui, pengawas penyidik, kompolnas, kontras, kapolri, presiden? yang sekiranya bisa membantu kami mendapatkan keadilan. Terima kasih, mohon untuk berkenan menjawab.

Intisari Jawaban

Pertama, mencari tahu sudah sampai mana perkembangan hasil penyidikan perkara Anda. Anda berhak mengajukan permohonan agar diberikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) melalui Layanan SP2HP Online.
  • Jika penyidikan masih berjalan dan Anda memiliki petunjuk kuat atau dasar bukti dari keyakinan Anda atas apa yang terjadi dalam peristiwa tersebut, Anda tidak dilarang dan dapat menyampaikan langsung hal tersebut kepada penyidik guna membantu proses penyidikan.
  • Jika Anda menemukan penyidikan perkara ini terkatung-katung atau tidak ditindaklanjuti, Anda dapat menyampaikan pengaduan masyarakat (Dumas) pada mekanisme pengawasan internal kepolisian dan juga Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) sebagai pengawas eksternal terhadap kinerja Polri.
Kedua, apabila dari SP2HP tersebut kemudian Anda mengetahui bahwa penyidikan telah dihentikan, maka Anda sebagai pelapor berhak meminta diberikan Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan (SP3).
Jika Anda memiliki alasan keberatan terhadap penghentian penyidikan tersebut, maka Anda dapat mengajukan permohonan Praperadilan kepada Ketua Pengadilan Negeri setempat.
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua