Kamis, 19 September 2019

Pencurian Ringan Hasil Perkebunan Secara Berulang

Pencurian Ringan Hasil Perkebunan Secara Berulang

Pertanyaan

Apakah pasal pencurian ringan dalam PERMA 02/2012 juga berlaku dalam pencurian terhadap perkebunan sawit perorangan? Atau ketentuan tersebut dapat diabaikan dan lebih menggunakan pasal dalam UU Perkebunan? Karena sering terjadi pencurian buah kelapa sawit dalam skala jumlah nominal kurang dari Rp2.500.000,00, akan tetapi pencurian itu dilakukan lebih dari satu kali dan sangat merugikan. Mohon pencerahannya. Terima kasih.

Intisari Jawaban

Sesuai dengan Pasal 63 ayat (2) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, adanya aturan pidana yang khusus menyebabkan aturan pidana yang umum dapat dikesampingkan. Mengingat perbuatan memungut hasil perkebunan secara tidak sah diatur dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan, maka ketentuan tentang pencurian secara umum dalam KUHP dapat dikesampingkan.
 
Jika pencurian terhadap hasil perkebunan dilakukan secara berulang dan belum ada putusan pidana yang menghukumnya, perbuatan tersebut dapat dikategorikan sebagai perbuatan berlanjut. Terhadapnya hanya diberlakukan satu sanksi pidana.
 
Penjelasan selengkapnya silakan klik ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
MITRA : Bung Pokrol
Sigar Aji Poerana mendapatkan gelar Sarjana Hukum dari Universitas Padjadjaran pada tahun 2019 dengan peminatan Hukum Internasional.
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua