Ancaman Pidana Jika Memviralkan Utang Orang Lain

Bacaan 7 Menit
Ancaman Pidana Jika Memviralkan Utang Orang Lain
Pertanyaan
Bisakah saya dipidana jika memviralkan utang orang lain lewat SMS, WA, dan berbagai media lain? Tapi sebelumnya sudah ada rekaman perjanjian kalau tanggal sekian tidak dibayar, maka akan diviralkan, dan ada persetujuan dari yang bersangkutan. Apakah saya masih bisa dituntut?
Intisari Jawaban

Pada dasarnya, pelaku penyebaran konten bermuatan pencemaran nama baik dan/atau penghinaan di internet dapat dijerat Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (“UU ITE”).

Terhadap pasal tersebut, terdapat pedoman implementasi UU ITE yang mengatur jika muatan yang ditransmisikan, didistribusikan, dan/atau dibuat dapat diakses tersebut berupa penilaian, pendapat, hasil evaluasi, atau sebuah kenyataan, maka tidak dapat dijerat Pasal 27 ayat (3) UU ITE. Meskipun demikian, SKB UU ITE tidak mengikat penafsiran hakim, sehingga si penyebar masih berpotensi dijerat UU ITE.


Tapi, bagaimana jika klausul memviralkan utang itu sudah diperjanjikan oleh kedua belah pihak dalam hal debitur wanprestasi serta mengandung kata-kata penghinaan? Apakah hal itu dibenarkan?

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.