Rabu, 15 April 2020

Piercing the Corporate Veil pada Kepailitan Anak Perusahaan

Piercing the Corporate Veil pada Kepailitan Anak Perusahaan

Pertanyaan

Bagaimana penerapan hukum terkait dengan keberadaan doktrin piercing the corporate veil dikaitkan dengan tanggung jawab holding company sebagai pemegang saham suatu anak perusahaan ketika anak perusahaan tersebut pailit?

Intisari Jawaban

Holding company pada prinsipnya merupakan entitas yang terpisah, sehingga berlaku tanggung jawab yang terpisah antara holding company dan anak perusahaan.
 
Namun, holding company dapat bertanggung jawab atas utang maupun konsekuensi kepailitan dari anak perusahaan jika anak perusahaan di bawah permodalan holding company (under capitalize) yang menyebabkan anak perusahaan tidak independen.
 
Pada prinsipnya, doktrin piercing the corporate veil merupakan doktrin yang menjelaskan kondisi sebab hilangnya pertanggungjawaban terbatas pada perseroan terbatas sebagaimana disebutkan dalam Pasal 3 ayat (2) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
 
Artinya, jika holding company merupakan pemegang saham pengendali dari anak perusahaan yang pailit serta terpenuhi pula unsur pasal di atas, maka kondisi tanggung jawab terbatas hapus dan berlaku piercing the corporate veil.
 
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua