Rabu, 02 September 2020

Disekap dan Dipaksa Mengaku Sebagai Pencuri

Disekap dan Dipaksa Mengaku Sebagai Pencuri

Pertanyaan

Saya ingin bertanya, beberapa hari yang lalu saya dituduh melakukan pencurian dan dipaksa untuk mengakui tindak pencurian tersebut oleh mantan rekan kerja saya. Dan karena merasa takut dan panik akhirnya saya mengakuinya. Dan perlu diketahui, saat saya dipaksa mengaku saya disekap di dalam rumah yang bersangkutan, kurang lebih ada sekitar 5 orang pada saat itu. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah pengakuan saya yang secara terpaksa tersebut bisa menjadi bukti tindak pidana? Terima kasih sebelumnya.

Intisari Jawaban

Pengakuan yang Anda lakukan bukan merupakan alat bukti yang sah dalam hukum acara pidana karena dilakukan di luar persidangan. Selain itu, baik di dalam maupun di luar persidangan, pengakuan atau keterangan terdakwa bukan hal yang langsung dapat membuktikan unsur kesalahan terdakwa.
 
Penuntut umum dan persidangan berkewajiban membuktikan kesalahan terdakwa dengan alat bukti lain.
 
Berkaitan dengan perbutan mantan rekan kerja dan pihak lain yang terlibat, terhadap mereka dapat dijatuhkan sanksi pidana atas tindak pidana dalam Pasal 333 ayat (1) dan/atau Pasal 335 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
 
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
MITRA : Si Pokrol
Sigar Aji Poerana mendapatkan gelar Sarjana Hukum dari Universitas Padjadjaran pada tahun 2019 dengan peminatan Hukum Internasional.
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua