Terhambat Bayar Cicilan, Bolehkah Denda Dibebankan ke Pihak Lain?

Bacaan 4 Menit
Terhambat Bayar Cicilan, Bolehkah Denda Dibebankan ke Pihak Lain?
Pertanyaan

Jadi begini, si A punya utang kepada si B. Hubungan antara si A dan B ini hanya terkait masalah utang saja, tidak ada yang lain. Masalah 1: Si B membeli barang dengan metode cicilan, perbuatan si B ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan si A. Barang si B tersebut dipakai 100% untuk keperluan pribadinya. Masalah 2: Seperti yang saya jelaskan di atas, si A punya utang ke si B. Namun, si A sedang punya masalah yakni belum bisa membayar utang yang ia miliki kepada si B. Masalah 3: Si B menjelaskan bahwa barang yang ia beli dengan cicilan menjadi terhambat pembayarannya karena si A belum membayar utangnya, alhasil cicilan si B tersebut dikenakan denda. Masalah utama: Karena masalah-masalah yang timbul di atas, si B secara sepihak membuat keputusan agar semua denda terkait cicilan barang tersebut menjadi tanggung jawab si A (menjadi utang si A). Bagaimana pandangan hukum terkit masalah di atas? Apakah si B berhak secara sepihak untuk melakukan hal tersebut?

Intisari Jawaban

Suatu perjanjian menimbulkan suatu perikatan, yang mana dalam hal ini suatu hubungan hukum antara 2 (dua) pihak. Jika salah satu pihak tidak memenuhi kewajibannya dalam perjanjian, maka ia wajib memberikan penggantian biaya, rugi, dan bunga, yang mulai berlaku pada saat pihak tersebut tetap lalai untuk memenuhi perikatan meskipun telah dinyatakan lalai.

Lantas, bolehkah seseorang yang terhambat membayar cicilannya sehingga dikenakan denda lalu secara sepihak membebankan denda tersebut kepada orang yang berutang kepadanya?

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.