Jumat, 17 Oktober 2014
Strategi Penyusunan Perjanjian Kerja Bersama
Memahami teknik penyusunan PKB
YI/FD
Pengusaha dan pekerja memiliki suatu hubungan yang terjalin dalam perjanjian kerja. Untuk mengantisipasi terjadinya perselisihan antara pekerja dan pengusaha perlu adanya suatu pedoman yang terbentuk dari hasil negosiasi antara perusahaan dan pekerja. Pedoman tersebut berisi hak dan kewajiban perusahaan dan pekerja. Pedoman tersebut dituangkan dalam bentuk Perjanjian Kerja Bersama (PKB). PKB harus disusun dengan cermat agar meminimalisir terjadinya perselisihan antara pengusaha dan pekerja di masa depan.

Oleh karena itu, keahlian dalam bernegosiasi sangatlah penting mengingat PKB merupakan hasil langsung dari negosiasi antara pengusaha dengan pekerja.Untuk lebih memahami teknik perundingan dan penyusunan PKB, hukumonline.com bekerja sama dengan Farianto&Darmanto (Farda) Law Firm telah sukses mengadakan pelatihan "Strategi Penyusunan Perjanjian Kerja Bersama" pada Kamis, 16 Oktober 2014 di Harris Hotel Tebet, Jakarta. Narasumber dari yang hadir dalam pelatihan ini adalah:

1. L. Agus Suharmanu, S.Sos., MM (Praktisi Ketenagakerjaan);
2. Darmanto, S.H., M.Hum (Managing Partner dari Farda Law Firm); dan
3. 
Wily Farianto, S.H., M.Hum (Partner dari Farda Law Firm)

Pelatihan ini membahas teknik penyusunan PKB, antara lain mengenai tinjauan umum tentang PKB, perundingan PKB, serta strategi penyusunan PKB. 

Peserta yang hadir dalam pelatihan ini sangat antusias mengikuti pelatihan ini. Peserta aktif bertanya dan berdiskusi dengan narasumber. Narasumber juga menyampaikan materi dengan baik dan interaktif. 

---


Jika anda tertarik dengan notulensi pelatihan ini, silahkan hubungi kami via email ke talks(at)hukumonline(dot)com. Notulensi ini tersedia gratis bagi pelanggan hukumonline.


 
Didukung oleh:

Farianto & Darmanto Law Firm
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua