Otto Hasibuan telah merampungkan jabatannya sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN PERADI). Tugasnya di DPN PERADI kini hanya urusan administratif hingga serah terima dengan Fauzie Yusuf Hasibuan, Ketum DPN PERADI terpilih dalam Musyawarah Nasional (Munas) Pekanbaru.
Namun, Otto tak lupa untuk memberi nasehat kepada suksesornya ini agar bisa mengarungi kerasnya dunia organisasi advokat yang kerap penuh dengan pertikaian. Ia menyampaikan ini ketika ditanya wartawan apakah akan memberikan sanksi kepada anggota atau pengurus yang membuat PERADI tandngan.
Otto menuturkan ketika mengurus organisasi advokat jangan pernah berlaku otoriter. “Saya bilang ke Fauzie: Sekali You pakai tangan besi, PERADI akan hancur,” ujarnya dalam konferensi pers usai pelaksanaan Munas PERADI II lanjuan di Pekanbaru, Sabtu (13/6).
“Kalau You gampang tersinggung, terhina, cepat merasa puas, dan berbangga telah berbuat untuk PERADI, jangan coba-coba jadi Ketua Umum PERADI. Sia-sia nanti. Akan kecewa nanti,” tukasnya.
Otto mengatakan bahwa memimpin PERADI tak sama dengan memimpin sebuah departemen pemerintahan. “Advokat itu pintar-pintar dan suka-sukanya dia,” ujarnya.
Lebih lanjut, Otto bahkan mengaku kerap disebut mirip orang Jawa ketika mengambil keputusan, khususnya kepada anggota PERADI yang ‘mbalelo’. “Kalau Saya tegas-tegas, mungkin PERADI sudah pecah dari dulu,” ujar pria yang sudah dua periode memimpin DPN PERADI ini.
Otto mengatakan bila Ketum DPN PERADI menerapkan sistem asal pecat kepada para anggota yang ‘mbalelo’, maka potensi perpecahan akan semakin kuat. “Mereka mungkin akan bilang, silakan pecat saya. Kalau saya dipecat, besok saya akan bikin organisasi advokat sendiri besok,” tukasnya.
















