Harga sistem operasi sekarang (mis: Windows XP Home SP2 for Indonesia only) sekitar Rp800 ribuan, dan harga aplikasi dasar (mis: Office Basic 2003) sebesar Rp1,6 jutaan. Total untuk dua piranti lunak dasar itu adalah Rp2,4 jutaan, belum termasuk piranti lunak untuk server agar beberapa komputer bisa terhubung ke internet secara bersamaan.
Belum dianggap modal
Menanggapi hal tersebut, Megawaty Khie, Direktur Small and Mid-Market Solution & Partner Group PT Microsoft Indonesia mengatakan bahwa masalah ini timbul karena pengusaha warnet Indonesia masih belum memasukkan harga piranti lunak ini sebagai modal kerja.
Selama ini, ujar Megawaty, pengusaha warnet masih menganggap bahwa modal untuk mendirikan warnet hanya terdiri dari beberapa buah perangkat komputer dan sambungan internet saja. Padahal seharusnya mereka juga mengeluarkan modal untuk membeli piranti lunak asli.
Meski demikian, Microsoft Indonesia akan memperhatikan saran dan keluhan dari para pengusaha warnet itu. Pasalnya, menurut Megawaty, pihaknya menganggap bahwa warnet di Indonesia adalah sebuah potensi besar yang perlu didukung keberadaannya.
Megawaty juga tidak akan memaksa seluruh warnet untuk menggunakan piranti lunak Microsoft yang asli. Pasalnya, saat ini sudah beredar banyak piranti lunak alternatif yang berharga lebih murah bahkan ada yang gratis. "Pilihan bergantung para pengusaha warnet," ujarnya.
Senada dengan Megawaty, Judith juga mengimbau kepada seluruh warnet khususnya anggota AWARI yang masih menggunakan produk bajakan agar beralih kepada produk alternatif seperti Linux. Khususnya, agar terhindar dari aksi sweeping oknum aparat kepolisian yang saat ini makin sering terjadi.
Judith mengatakan, dari ribuan warnet yang ada di seluruh Indonesia, hanya sekitar sepuluh persen saja yang menggunakan produk piranti lunak legal. Sisanya, menurut Judith, masih menggunakan produk bajakan. Sebagian di antaranya adalah juga anggota AWARI.
AWARI adalah perkumpulan yang dibentuk oleh para pengusaha warnet di seluruh Indonesia. Bermula dari wadah saling berbagi saran lewat maling-list, AWARI tumbuh menjadi organisasi yang solid meski sampai saat ini masih bersifat maya. Rencananya dalam waktu dekat organisasi yang tercatat memiliki 2.548 anggota ini akan membentuk badan hukum sendiri.
Dikatakan Judith, kendala utama yang menyebabkan masih digunakannya piranti lunak bajakan itu adalah harga piranti lunak asli yang relatif tinggi. Bagi sebagian besar warnet yang bermodal pas-pasan, harga piranti lunak asli tentu akan mencekik leher.
"Usaha warnet itu modalnya besar. Peralatannya mahal-mahal mulai dari komputernya, listriknya, bandwidth-nya, dan lain-lain. Satu-satunya yang murah adalah harga sewanya kepada konsumen," tukas Judith.
Harga piranti lunak memang bisa lebih tinggi dari harga piranti kerasnya. Komputer rakitan berbasis AMD 2Ghz bisa didapat dengan harga Rp2,5 jutaan. Agar bisa jalan dan disewakan, setidaknya satu komputer perlu sistem operasi dan sebuah sistem aplikasi dasar.
















