Kamis, 07 April 2011
Dibaca: 15446
Pertanyaan :
Penipuan SMS Berhadiah
Dengan maraknya sms yang menjanjikan hadiah namun berujung pada penipuan, yaitu korban diminta untuk mengirimkan sejumlah uang kepada pelaku penipuan sms berhadiah. Dalam hal ini siapa yang harus bertanggung jawab? Apakah pihak operator? Atau bank yang harus bertanggung jawab apabila sms tersebut menyertakan nama bank sebagai pemberi ‘hadiah’? Terima kasih.
Jawaban :

Mengenai penipuan yang dilakukan melalui layanan pesan pendek atau short message service (“SMS”), kita bisa mengacu pada ketentuan Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”) yang berbunyi:

 

“Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama empat tahun.”

 

Melihat pada perumusan pasal tersebut di atas, kami jabarkan unsur-unsur pasal tersebut terkait dengan tindak pidana penipuan melalui:

·         Barangsiapa = menunjukkan bahwa siapapun yang melakukan perbuatan;

·         Membujuk orang supaya memberikan barang, membuat utang atau menghapuskan piutang;

Membujuk = melakukan pengaruh dengan kelicikan terhadap orang, sehingga orang itu menurutinya berbuat sesuatu yang apabila mengetahui duduk perkara yang sebenarnya, ia tidak akan berbuat demikian;

Barang = segala sesuatu yang berwujud, termasuk uang;

·         Dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan cara melawan hukum;

Menguntungkan diri sendiri dengan melawan hak = menguntungkan diri sendiri dengan tidak berhak;

·         Dengan menggunakan nama atau keadaan palsu, akal cerdik (tipu muslihat) atau karangan perkataan bohong;

Nama palsu = nama yang bukan nama sendiri;

Keadaan palsu = misalnya mengaku dan bertindak sebagai agen polisi, notaris, pastor, bank, yang sebenarnya ia bukan penjabat itu;

Akal cerdik atau tipu muslihat = suatu tipu yang demikian liciknya, sehingga seorang yang berpikiran normal dapat tertipu.

(disarikan dari KUHP serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal oleh R. Soesilo, hal. 261)

 

Jika unsur-unsur di atas terpenuhi, maka seseorang dapat dijerat dengan tindak pidana penipuan.

 

Jadi, menjawab pertanyaan Anda, yang harus bertanggung jawab atas penipuan yang dilakukan melalui SMS adalah si pengirim SMS tersebut. Dalam kejahatan dengan modus penipuan via SMS, si pelaku seringkali mencatut/menggunakan nama atau mengatasnamakan operator telekomunikasi maupun bank tertentu tanpa sepengetahuan atau persetujuan pihak-pihak tersebut.

 

Dalam kasus penipuan berkedok SMS atau undian berhadiah ini, pihak operator telekomunikasi maupun bank dapat melakukan upaya-upaya yang dapat mencegah konsumen atau nasabah menjadi korban penipuan. Misalnya, dengan memberikan pengumuman atau pemberitahuan secara luas mengenai modus-modus penipuan via SMS atau telepon yang mengatasnamakan institusi mereka. Selain itu, pihak operator dan bank juga wajib membantu polisi dalam mengusut pelaku penipuan melalui sms.

 

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

 
Dasar hukum:

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (Wetboek van Strafrecht, Staatsblad 1915 No 73)

 

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Justika.com adalah terknologi terbaru hukumonline yang bekerja sebagai pusat informasi yang mempertemukan antara pencari bantuan hukum dan para profesional hukum dibidangnya masing-masing.

Temukan profesional hukum sesuai dengan permasalahan anda didalam jaringan justika.com
MITRA : Bung Pokrol
Saat ini sudah tidak bekerja di Hukumonline. Namun dulu pernah bergabung di Divisi Klinik.